Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Penampakan Gumpalan Putih Yang Dipercaya Sebagai Mahluk Hidup Di Mars (Foto: Youtube SecureTeam10)
Dream - Beberapa foto terbaru yang dirilis Curiosity Rover, wahana Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA), di Planet Mars telah memicu perdebatan di kalangan netizen.
Foto-foto yang disusun dalam bentuk video itu memperlihatkan bentuk seekor hewan yang sedang berjalan di permukaan tanah Planet Mars yang berwarna merah.
Dikutip dari Mirror, Kamis 21 Juni 2018, ahli teori konspirasi mengklaim foto itu merupakan bukti Mars dihuni makhluk hidup.
Tetapi, bukti itu belum dipastikan lantaran planet ini telah dilanda badai debu besar-besaran dalam beberapa minggu terakhir. Kondisi ini memicu pertanyaan apakah objek tersebut benar-benar hewan atau hanya sekumpulan debu saja.
Foto-foto tersebut diperlihatkan berdampingan di kanal YouTube SecureTeam 10 yang mengkhususkan diri pada penampakan UFO. Penampakan objek dalam video itu langsung menimbulkan perdebatan di kalangan pengguna YouTube.
" Bagaimana jika ada peradaban cerdas lainnya sedang meneliti Planet Mars bersama kita?" tulis seorang netizen.
Seorang netizen lainnya mengatakan," Ada sesuatu yang hidup di Planet Mars."
" Bagaimana jika Mars sebelumnya punya kehidupan seperti di Bumi tapi ada sesuatu yang menghancurkannya dan sekarang memulai kehidupan baru dari awal," tulis netizen yang lain.
NASA melaporkan Planet Mars telah diterjang salah satu badai debu paling tebal yang pernah diamati di planet tersebut dalam beberapa minggu terakhir.
Akibat badai ganas tersebut wahana Curiosity Rover harus menunda eksplorasinya di Planet Mars untuk sementara.
Untuk mengamati Planet Mars, NASA telah mengirim tiga satelit yang masing-masing dilengkapi kamera khusus dan alat pemantau atmosfer.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya