Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Pemberian Bantuan Dana Usaha Dari Zakat Oleh Baznas (Foto: Istimewa)
Dream - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) berupaya mengentaskan kemiskinan di Indonesia melalui penyaluran dana zakat. Salah satu penyaluran dana melalui program Baznas Microfinance (BMFi) untuk mendorong pengembangan desa kreatif.
" Ini adalah bagian dari upaya mewujudkan moto 'kuat karena zakat' yang terus dikampanyekan Baznas. Salah satunya melalui pendayagunaan zakat dalam kerangka pemberdayaan ekonomi masyarakat," ujar Kepala Divisi Pendayagunaan Baznas, Randi Swandaru, dalam keterangan tertulis yang diterima Dream, Kamis, 21 Juni 2018.
Randi mengatakan, modal usaha yang diberikan BAZNAS Microfinance sebesar Rp3 miliar. Dana tersebut, sudah mulai disalurkan di dua provinsi pada Ramadan lalu.
Daerah yang sudah dijangkau oleh Baznas Microfinance itu antara lain Pasuruan, Jawa Timur dan Bantul, Yogyakarta.
" Sudah sejak lama masyarakat di kampung ini melakukan aktivitas ekonomi melalui pengembangan industri kreatif, mulai dari kerajinan bambu, tas perca, dan beberapa kerajinan lain dari kayu," ucap dia.

Untuk memperoleh bahan baku, masyarakat biasanya mengandalkan modal dari arisan RT atau iuran lain yang dikembangkan secara berkelompok. " Itu pun dengan jumlah yang sangat terbatas, rata-rata sebesar 1 juta rupiah," kata dia.
Alhasil masyarakat kesulitan mengembangkan usahanya karena modal yang kecil.
" Kita dapat menemukan produk-produk pada hampir setiap rumah di desa tersebut. Kemudian, dari sisi distribusi, produk-produk mereka selama ini banyak dipasarkan di sepanjang Jalan Malioboro," ujar Randi.
Dia mengatakan, dalam memberikan modal, BMFi bekerjasama dengan lembaga keuangan mikro syariah (LKMS) di Yogyakarta yakni BPRS Margirizki Bahagia dan BMT UGT Sidogiri, Pasuruan, Jawa Timur. Program kemitraan ini akan berlangsung selama 12 bulan.
" Dana ini harus dikelola sehingga menjadi perkuatan permodalan usaha dan tidak menjadi dana konsumtif. Caranya adalah dengan menyusun perencanaan yang baik atas penggunaan dana tersebut," ujar dia.
(Sah)
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

