Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Mahmoud Abbas, Ban Ki-moon Dan Sejumlah Perwakilan Negara Anggota PBB Saat Upacara Pengibaran Bendera Palestina (bbc.com)
Dream - Hari ini menjadi hari membanggakan dan bersejarah bagi seluruh rakyat Palestina. Setelah melalui perjuangan panjang dan diplomasi tanpa henti, Bendera Palestina resmi berkibar di markas Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, Amerika Serikat.
Pengibaran bendera itu dilaksanakan dalam sebuah upacara yang dihadiri oleh sebagian besar perwakilan negara anggota PBB. Bertempat di Rose Garden komplek markas PBB pada pukul 01.16 siang waktu setempat, di bawah langit yang berawan, upacara tersebut berlangsung begitu khidmat.
Saat memberikan sambutan, Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon menyebut hari ini adalah hari yang penuh dengan kebanggaan bagi rakyat Palestina. Dia juga menyebut hari ini adalah 'Hari dari Harapan'.
"Sekarang adalah waktunya mengembalikan keyakinan kepada Israel dan Palestina untuk menyatakan perdamaian, dan akhirnya, mewujudkan dua negara untuk dua bangsa," ujar Ki-moon.
Sehari sebelumnya, Pemimpin Palestina Mahmoud Abbas berpidato di hadapan majelis umum PBB. Dalam pidato tersebut, Abbas secara lantang menyebut Israel tidak pernah berkeinginan untuk melaksanakan seluruh poin pada perjanjian Oslo.
Hal itu memaksa dirinya bersama seluruh rakyat Palestina melakukan perlawanan. Dia pun secara tegas menyatakan perjanjian Oslo tidak bisa lagi diikuti.
"Mereka tidak memberikan pilihan kepada kami kecuali hanya terus menerus berkomitmen mematuhi perjanjian tersebut, sementara Israel sendiri kerap melakukan pelanggaran," kata dia.
Abbas kemudian dengan garang menyebut Palestina sebagai negara dalam pendudukan. Istilah ini bertentangan dengan pemahaman Israel yang tidak pernah mengakui Palestina sebagai negara.
"Atas dasar itu kami tidak bisa lagi terus mematuhi perjanjian itu dan Israel harus bertanggung jawab atas upaya pendudukan itu, karena status quo sudah tidak bisa lagi diterapkan," kata dia.
(Ism, Sumber: cnn.com | bbc.com)
Advertisement

Mengapa Ada Pusar Bodong dan Pusar Masuk? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Deforestasi Amazon Brasil Turun ke Level Terendah, Ini 5 Pelajaran yang Bisa Ditiru Indonesia

Cuma 10 Menit Olahraga Sehari Bisa Bikin Tidur Lebih Nyenyak, Ini Temuan Peneliti

Sering Tersengat Listrik Saat Memegang Gagang Pintu? Ini Penyebab dan Cara Mencegahnya

Apa yang Terjadi Jika Semua Hutan di Bumi Hilang? Bukan Cuma Hewan, Kehidupan Manusia Ikut Terancam

Buah Kalengan Ternyata Bisa Menyehatkan, tetapi Perhatikan 2 Hal Ini Sebelum Membelinya
