Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Wakil Menteri Pertahanan Letjen Muhammad Herindra (Foto: Merdeka.com)
Dream - Rencana belanja Alat Utama Sistem Pertahanan (Alutsista) Kementerian Pertahanan kembali menjadi sorotan. Pemicunya, besaran anggaran yang diajukan Kemenhan diklaim menggendut.
Wakil Menteri Pertahanan, Letjen Muhammad Herindra menyatakan tidak ada kenaikan anggaran di Kemenhan. Meski terdapat rencana belanja alutsista senilai Rp1.750 triliun yang tercantum dalam rancangan Peraturan Presiden tentang Pemenuhan Kebutuhan Alat Peralatan Pertahanan dan Keamanan (Alpalhankam) Kementerian Pertahanan dan Tentara Nasional Indonesia Tahun 2020-2024.
" Anggaran selama ini kan 0,8 persen dari GDP (Gross Domestic Products/Produk Domestik Bruto), kita minta itu saja, enggak akan ada kenaikan anggaran secara signifikan, itu saja. Sama saja," ujar Herindra usai rapat dengan Komisi I DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin 31 Mei 2021.
Dia menjelaskan besaran anggaran yang diajukan tidak berubah. Tetapi, skema pembayarannya akan berbeda.
" Nanti skemanya saja yang berbeda, tapi anggaran tetap," ujarnya.
Kementerian Pertahanan berencana membeli alutsista TNI dengan skema pinjaman ke negara lain. Skema itu tertuang pada rancangan Peraturan Presiden tentang Pemenuhan Kebutuhan Alat Peralatan Pertahanan dan Keamanan Kementerian Pertahanan dan Tentara Nasional Indonesia Tahun 2020-2024.
" Pendanaan untuk membiayai pengadaan Alpalhankam Kemenhan dan TNI dibebankan pada Anggaran dan Pendapatan Negara melalui anggaran pinjaman luar negeri," demikian isi rancangan Perpres yang didapat, Sabtu 29 Mei 2021.
Dalam rancangan Perpres tersebut dijelaskan pada pasal 7, anggaran belanja alutsista sebesar US$124.995.000. Anggaran tersebut akan digunakan untuk akuisisi Alpalhankam sebesar US$79.099.625.314, pembayaran bunga tetap selama 5 Renstra sebesar US$13.390.000.000, dana kontingensi serta pemeliharaan dan perawatan Alpalhankam sebesar US$32.505.274.686.
Pengadaan Alpalhankam Kemenhan dan TNI dalam Renbut dilaksanakan Kemenhan pada Rencana Strategis (Renstra) 2020-2024. Tetapi rencana tersebut dijalankan setelah Perpres diundangkan.
Sumber: merdeka.com
Dream - Anggota Komisi I DPR RI Effendi Simbolon meminta rapat kerja dengan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto pada Rabu 2 Juni 2021 digelar secara terbuka. Hal ini berkaitan dengan informasi adanya rancangan Peraturan Presiden tentang Pemenuhan Kebutuhan Peralatan Pertahanan dan Keamanan Kementerian Pertahanan dan Tentara Nasional Indonesia Tahun 2022-2024.
Effendy menilai kehadiran Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dalam rapat dengan DPR penting untuk menjelaskan secara transparan mengenai informasi tersebut.
" Di rapat kerja DPR RI Komisi I dengan Menteri Pertahanan dan Panglima TNI di situ nanti kita minta Pak Menhan menjelaskan detail itu, dan kita berharap rapatnya juga terbuka. Sehingga melalui media bisa disampaikan kepada rakyat Indonesia. Jangan nanti ada yang bertanya ada apa itu dan sebagainya," kata Effendi di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin 31 Mei 2021.
Menurut dia, rancangan Perpres tentang Alpalhankam ini terkesan tak transparan. Sebab, kata dia, DPR belum mendapat salinan naskas rancangan Perpres tersebut.
" Sehingga kita juga ya berpikirannya, ada apa sih. Kemudian rancangan yang begitu hebat itu kemudian sepertinya ditutupi begitu," ungkap politikus PDIP ini.
Karenanya, Effendi mendesak Prabowo hadir dalam rapat kerja Rabu 2 Juni 2021 nanti.
Dia menyebut, dalam rapat tertutup pada Senin, 31 Mei 2021, bersama Wamenhan Letjen TNI Muhammad Herindra tidak mau memaparkan soal rancangan Perpres Alpalhankam.
Bahkan, Effendi kerap menyebut Prabowo sering berhalangan hadir karena rapat dengan Presiden Joko Widodo atau Jokowi.
" Selalu alasannya itu melulu. Tuman itu, kebiasaan kayak gitu," kata dia.
Sumber: merdeka.com
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya