BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
Bahan Baku Vaksin Sinovac (Foto: Instagram @jokowi)
Dream - Indonesia kembali mendapat kiriman 8 juta dosis vaksin Sinovac dalam bentuk bulk. Vaksin yang tiba pada Senin, 31 Mei 2021 itu merupakan pengiriman ke-14 dari total kebutuhan yang dipesan Indonesia.
Presiden Joko Widodo mengungkapkan vaksin tersebut selanjutnya diolah oleh PT Bio Farma hingga siap digunakan. Sehingga ini akan memperkuat ketersediaan vaksin dalam negeri.
" Dengan demikian, sampai saat ini Indonesia sudah mempunyai 75,9 juta dosis vaksin Covid-19 dalam bentuk jadi. Jika setiap orang menerima dua dosis suntikan vaksin, maka jumlah itu cukup untuk 37,5 juta orang," tulis Jokowi dalam unggahan Instagram @jokowi.
Untuk realisasinya, Jokowi mengatakan sejauh ini program vaksinasi massal Pemerintah telah mencapai 26,9 juta dosis suntikan.
Rinciannya, sebanyak 16,3 juta masyarakat menerima vaksinasi dosis pertama. Sisanya sekitar 10,6 juta jiwa menerima dosis kedua.
" Vaksinasi ini hanya salah satu ikhtiar kita untuk mengakhiri pandemi. Dukungan masyarakat untuk disiplin menjalankan protokol kesehatan tetap diperlukan demi keberhasilan kita dalam penanganan Covid-19," pungkas Jokowi.
View this post on Instagram
Dream - Ketua Tim Peneliti Vaksin Merah Putih Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Prof Fedik Abdul Rantam, mengatakan, vaksin siap digunakan pada awal tahun 2022, setelah memperoleh hasil bagus saat uji praklinik tahap satu.
" Hasil ini dilihat dari perkembangan dengan titer antibodi yang trennya baik sekali, PA juga baik, dan saat ini pemeriksaan masih berlangsung," ujarnya dikutip merdeka.com, Senin 31 Mei 2021.
Dia menambahkan, pemeriksaan yang saat ini masih berlangsung meliputi immunotyping, ginjal, hematologi, toksisiti, dan pemeriksaan darah total. Hasil pemeriksaan tersebut dijadikan dasar untuk melakukan uji praklinik fase dua.
Untuk itu, kata dia, saat ini tim peneliti tengah menyiapkan uji praklinik fase dua, termasuk makaka sebagai hewan uji coba. " Kemudian menentukan berapa efikasi, dosis, dan lain-lain untuk persiapan uji klinik fase satu pada manusia," ucap dia.
Ketiga platform tersebut masih berlanjut dan konstruksi virus telah selesai lebih awal untuk lanjut ke uji preklinis dan uji klinis.
" Rencana lain kami adalah menyiapkan varian virus lain. Ini untuk menjaga kalau ini (vaksin merah putih) fail (gagal) maka ada subtitusi, tidak perlu menunggu 10 bulan sampai menjadi seed vaccine," katanya.
" Harapannya, pada Desember 2021 atau paling lama Maret 2022, vaksin Merah Putih Unair sudah masuk skema industri," tutur dia menambahkan.
Lebih lanjut Prof. Fedik berharap bahwa penelitian ini sesuai dengan harapan pemerintah dan juga masyarakat Indonesia, yakni, pengembangan vaksin mandiri agar pemerintah dapat mengatasi virus Covid-19 secara mandiri pula.
" Bagi akademisi, kami optimistis bisa mengembangkan teknologi membuat vaksin sendiri, dan ini sebagai awal," katanya.
Sumber: merdeka.com
Advertisement
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
