Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Presiden Joko Widodo Saat Memimpin Upacara Hari Kelahiran Pancasila 1 Juni 2021 (YouTube/Sekretariat Presiden)
Dream - Presiden Joko Widodo hari ini memimpin pelaksanaan Upacara Peringatan Hari Kelahiran Pancasila dari Istana Bogor. Upacara dijalankan secara hybrid dengan kehadiran di tempat maupun virtual.
Bertindak sebagai Inspektur Upacara, Jokowi tampil mengenakan pakaian adat sebagaimana kebiasaannya setiap kali memperingati hari besar kenegaraan. Kali ini, Jokowi mengenakan kostum pakaian adat Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan.
Prosesi upacara dimulai pada pukul 08.00 WIB. Hadir pula dalam upacara tersebut Ketua MPR Bambang Susatyo, Ketua DPR Puan Maharani, serta para menteri Kabinet Indonesia Maju yang seluruhnya memakai masker.
Dalam pidatonya, Jokowi meminta momen ini dimanfaatkan untuk memperkokoh nilai-nilai Pancasila dalam bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Saat ini, Pancasila menghadapi tantangan lebih berat dengan peningkatan rivalitas, khususnya antar pandangan.
" Ideologi transnasional cenderung semakin meningkat memasuki berbagai lini kehidupan masyarakat dengan berbagai cara dan berbagai strategi," ujar Jokowi.
Perkembangan sains dan teknologi saat ini, kata Jokowi, mempengaruhi lanskap kontestasi ideologi. Selain itu, revolusi industri juga semakin meningkat.
Seiring dengan pesatnya kemajuan teknologi, ditandai dengan konektivitas 5G, interaksi dunia menjadi semakin mudah. Kondisi ini dimanfaatkan oleh penganut ideologi transnasional radikal untuk menyebarkan pengaruh ke seluruh penjuru negeri.
" Kemudahan ini bisa digunakan oleh ideologi-ideologi transnasional radikal untuk merambah ke semua pelosok Indonesia, ke seluruh kalangan, dan ke seluruh usia, tidak mengenal lokasi dan waktu. Kecepatan ekspansi ideologi radikal bisa melampaui standar normal ketika memanfaatkan disrupsi teknologi ini," ujarnya.
Karena itu, Jokowi meminta seluruh pihak memperluas dan memperdalam nilai-nilai Pancasila. Perlu cara-cara baru yang memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi terutama revolusi industri 4.0.
" Memanfaatkan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi terutama revolusi industri 4.0 dan sekaligus Pancasila harus menjadi fondasi dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berkeIndonesiaan," kata Jokowi.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya