Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Jackie Y Ying, Profesor Nanoteknologi Termuda Yang Seorang Muslimah (worldstorytoday.com)
Dream - Dalam pandangan sebagian muslim, wanita tidak seharusnya berperan di luar rumah entah sebagai karyawan atau apapun. Bagi penganut pandangan ini, wanita sebaiknya lebih banyak menghabiskan waktu di rumah untuk mengurus keluarga.
Hal itu tidak berlaku pada Jackie Y Ying. Wanita kelahiran Taipei, Tiongkok, 59 tahun lalu seolah ingin mendobrak pandangan itu. Dia ingin membuktikan seorang muslimah tidak harus melulu berada di rumah.
Upaya itu tampaknya berhasil. Ying dinobatkan sebagai profesor termuda bidang Bioenginering dan Nanoteknologi dari Massachusetts Institute of Technology (MIT).
Dikutip dari worldstorytoday.com, Ying tumbuh di Singapura setelah keluarganya memutuskan pindah ke sana. Di sana, bersekolah di Raffles Girls' School, sekolah unggulan di Singapura.
Di usia 15 tahun, Ying pindah New York bersama keluarganya. Dia lalu lulus dan meraih BE pada bidang Teknik Kimia dari The Cooper Union, New York dengan penuh kehormatan pada 1987. Setahun kemudian, Ying meraih gelar MA dari Princeton University, sebuah universitas riset swasta Ivy League.
Ying kemudian meraih PhD Teknik Kimia dari Princeton University pada 1991. Dia lalu bergabung dengan Jurusan Teknik Kimia MIT dan dinobatkan sebagai profesor penuh di jurusan yang sama pada 2001, saat berusia 35 tahun.
Pada tahun 2003, Ying memutuskan kembali ke Singapura dan mengabdi sebagai Direktur Eksekutif Institute od Bioenginering and Nanotechnology (IBN).
Dia juga tercatat sebagai salah satu Advisory Board of Society for Biological Engineering juga pada Scientific Advisory Boards of Molecular Frontiers dan pada Pusat Katalis Ilmu Pengetahuan Universitas King Abdullah.
Dia juga mendapat gelar profesor kehormatan dari King Saud University Arab Saudi, Jilin University Tiongkok, Sichuan University Tiongkok, dan Nanyang Technology University Singapura.
Ying juga merupakan editor Nano Today, jurnal ilmiah internasional untuk bidang nanoscience dan teknologi. Selain itu, dia telah memiliki 340 publikasi di sejumlah jurnal ilmiah.
Tidak hanya itu, Ying juga memiliki 150 paten utama yang digunakan sejumlah perusahaan startup multinasional. SmartCells Inc merupakan perusahaan yang dia dirikan untuk mengatur pelepasan insulin secara otomatis. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya