Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil
Tak Perlu Trial and Error Pilih Susu Formula Anak, Cukup Scan & Check AceKid Sumber Susunya Transparan
Golkar Putuskan Prabowo Capres 2029, Bagaimana Nasib Gibran?
Sampah Dibakar, Mikroplastik di Udara Mengintai
Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih
Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan
Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan
Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas
Toleransi Saat Non-Muslim Ikut Menunggu Waktu Buka Puasa. (Foto: Facebook Mohd Fuzaimie)
Dream - Toleransi antar pemeluk agama menjadi hal yang sedikit langka di era sekarang. Gesekan antar umat beragama sering terjadi hanya karena masalah sepele.
Namun, kerukunan antar pemeluk agama yang berbeda terlihat begitu indah di Malaysia.
Dilansir World of Buzz, seorang netizen bernama Mohd Fuzaimie membagikan momen mengharukan di Facebook.
Momen berupa toleransi antar pemeluk agama di sebuah restoran cepat saji itu begitu menyentuh.
Fuzaimie membagikan bagaimana pasangan suami istri non-Muslim rela menunggu umat Islam berbuka sebelum akhirnya ikut makan juga.
Pasangan Tionghoa itu bisa saja makan pesanan mereka begitu pelayan mengantarkan makanan ke meja mereka.
Tapi apa yang diperbuat pasangan tersebut sungguh layak dapat pujian. Mereka ikut menunggu hingga waktu buka puasa.
Mereka ingin menghormati umat Muslim yang memang sedang menunggu waktu buka puasa dengan memesan makanan lebih awal.
Dalam postingan, Fuzaimie menceritakan bagaimana pria China itu bertanya apakah Muslim baru makan jam 7 malam.
Fuzaimie menjawab bahwa Muslim baru boleh makan jam 7.10. Saat itu waktu buka puasa kurang 15 menit lagi.
" Kami (Muslim) baru boleh makan jam 7.10, kalau Paman bisa makan sekarang," tulis Fuzaimie.
Tapi pria itu memberikan jawaban yang sungguh menyejukkan hati.
" Tidak apa-apa. Kami bisa menunggu agar bisa makan sama-sama," kata pria China itu.
Meski Fuzaimie sudah membujuk pria China itu untuk makan duluan, tapi dia tetap bersikeras untuk menunggu hingga waktu buka puasa.
Setelah 15 menit, mereka pun ikut menikmati makanan yang dipesan bersama pelanggan Muslim yang berbuka puasa.
" Terima kasih atas penghormatannya kepada kami, Muslim dan Melayu," kata Fuzaimie kepada pria itu.
Banyak netizen yang memuji pria China karena penuh pengertian dan perhatian.
Sebenarnya sebagian besar Muslim akan baik-baik saja jika orang-orang makan di sekitar mereka.
Tetapi tindakan pria itu untuk ikut menunggu buka puasa telah memperlihatkan semangat toleransi sejati.
Advertisement

Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas

Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan

Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan

Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih

Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil


Golkar Putuskan Prabowo Capres 2029, Bagaimana Nasib Gibran?