Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Lukman Hakim (Kemenag)
Dream - Menteri Agama, Lukman Hakim Saefuddin, meminta Dirjen Pendidikan Islam untuk serius mengkaji kemungkinan menyelenggarakan kompetisi sains madrasah tingkat internasional. Lukman ingin melanjutkan pengembangan sains di kalangan siswa madrasah serta mengangkat harkat dan martabat madrasah di ranah internasional.
" Setidaknya kompetisi sains madrasah di kalangan negara-negara Islam," kata Lukman sebagaimana dikutip Dream dari laman resmi Kementerian Agama, Minggu 31 Agustus 2014.
Lukman menilai, gagasan menyelenggarakan kompetisi sains tingkat internasional sangat perlu direalisasikan. Apalagi dia menilai penyelenggaraan Kompetisi Sains Madarasah III di Makassar yang berakhir Kamis kemarin berlangsung sukses.
Dengan kompetisi seperti itu, Lukman berharap madrasah mampu berperan sebagai benteng penyebaran paham radikal yang menjual nama Islam. " Karenanya, kita perlu merekayasa dan mengembangkan budaya madrasah sebagai 'laboratorium hidup'," ujarnya.
Lukman menambahkan, madrasah harus dijadikan pencetak lulusan yang profesional, berintegritas, dan mempunyai wawasan kebangsaan, ke-Indonesiaan, dan ke-Islaman yang moderat, terbuka. dan damai.
Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini berharap para siswa madarasah terus belajar, tak hanya agama, namun juga pengetahuan umum lainnya, terutama sains.
" Siapa tahu salah satu dari anak-anak itu akan menjadi pemenang Nobel dalam bidang sains di masa yang akan datang," tutur Lukman.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya