Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi: Instalasi Nuklir
Dream - Seorang insinyur muslim yang bekerja untuk perusahaan yang dikontrak raksasa energi Prancis EDF dilarang mengakses fasilitas nuklir. Lokasi di mana ia biasanya bekerja. Pengacara insinyur itu mengatakan, langkah itu menjadi Islamophobia murni.
Insinyur muslim berusia 29 tahun yang juga manajer proyek itu sebelumnya diberi akses ke instalasi nuklir. Ini sebagai bagian dari pekerjaannya selama 2012 dan 2013. Namun pada Maret 2014 insinyur itu dilarang masuk instalasi nuklir Nogent-sur-Seine tanpa penjelasan.
Keputusan yang dibuat oleh pemerintah setempat dianggap sebagai Rahasia Pertahanan Negara. Artinya pemerintah tidak perlu secara terbuka menilai keputusan.
" Klien saya bekerja bebas di pembangkit listrik tenaga nuklir Prancis selama tiga tahun," kata pengacaranya, Sefen Guez Guez, yang bekerja dengan Anti-Islamophobia Collective (CCIF) Prancis, kepada FRANCE 24.
" Pertanyaannya sekarang adalah apa yang berubah? Semalam, ia menjadi tersangka dan tidak ada yang tahu mengapa. Itulah yang akan kita cari tahu." Sejauh perhatian pengacara, 'mengingat situasi saat ini di Prancis, kecenderungan agamanya tidak dapat dikesampingkan' sebagai alasan di balik larangan itu.
Pada bulan Juni 2014, Guez Guez berhasil mencabut larangan bagi insinyur itu di pengadilan banding. Hakim memutuskan bahwa 'ada keraguan serius atas legalitas keputusan'.
Tapi ketika insinyur datang untuk bekerja pada bulan Juli, lagi-lagi aksesnya ditolak. Kali ini oleh EDF, tempat dia bekerja. Guez Guez meluncurkan banding kedua. Pengadilan akan membuat keputusannya pada akhir Agustus.
Dia mengatakan, kliennya itu yakin tidak pernah melakukan sesuatu yang salah di tempat kerja. Dia tidak menghadapi masalah disiplin dengan EDF dan dia tidak memiliki catatan kriminal. Sementara ia menunggu putusan pengadilan, insinyur tersebut ditugaskan untuk pekerjaan administratif.
" Dia sudah dipinggirkan tanpa alasan," kata Guez Guez. " Ini seperti Guantanamo. Bagaimana bisa seorang karyawan di Prancis dilarang melakukan pekerjaannya tanpa bisa membela diri dan bahkan tidak tahu apa kesalahannya?"
Pada bulan Januari, sebuah pengadilan di Nice di selatan-timur Prancis dua kali mencabut larangan kerja yang dikenakan oleh polisi kepada pekerja muslim di bandara kota tersebut. Dalam kasus itu, hakim memutuskan bahwa keputusan polisi 'tidak memiliki basis material yang tepat atau dibenarkan' (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya