Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Brigadir Wawan Bersama Istri, Rani Suryani Dan Anak, Rema Axelia (koleksi Pribadi)
Dream - Brigadir Wawan Mulya, anggota Sabhara Polsek, Tarogong, Garut terpaksa menjual bakso demi pengobatan anak tunggalnya, Frahnazkhan Rema Axelia, yang sudah delapan tahun mengidap penyakit kelenjar tiroid.
Sekali pengobatan sang putri yang berusia 12 tahun itu, Brigadir Wawan harus merogoh kocek sekitar Rp 3 juta. Habislah uang gaji sebagai penegak hukum.
" Saya nggak mau ngerepotin orang lain lain, apalagi instansi dan atasan," kata Brigadir Wawan dalam perbincangan dengan Dream.co.id, Rabu 27 Agustus 2014.
Sang putri terdeteksi sakit sejak umur tiga tahun. Kini sudah duduk di kursi kelas 4 Sekolah Dasar. Sekitar 8-9 tahun menjalani pengobatan, atasan Wawan tidak ada yang mengetahui kondisinya di rumah.
Tapi sekitar dua bulan lalu, kondisi Wawan diketahui atasan. Bermula saat Wawan pulang kerja. Ketika sampai di rumah, sang istri, Rani Suryani, meminta bantuan untuk melayani pembeli bakso dan nasi goreng. Wawan masih dalam kondisi berseragam langsung bergegas membantu istri yang sedang meladeni pembeli.
" Di situ, tiba-tiba ada yang motret, ngambil gambar. Sejak itu gambar beredar sampai atasan saya tahu," ungkap Wawan sedikit malu. Kondisi penyakit sang anak yang membuat Brigadir kelahiran Garut, 12 oktober 1978 ini mencari sambilan halal.
Rema, begitu sang putri disapa, mulanya menjalani perawatan di RS Polri Sartika Asih Bandung. Tapi karena keterbatasan obat dan peralatan medis, Rema akhirnya dirujuk ke RS Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. " Di RSHS, di situ habis gaji saya pak. Pemeriksaan organ anak, dan lain-lain harus dilewatin. Yah mau bagaimana lagi pak," sedih Wawan.
Kini sang putri harus mengkonsumsi obat setiap hari. Pengobatan terkadang berlangsung setiap bulan atau tiga bulan sekali. Bila obat yang diminum salah dosis, maka harus mengulang dari dosis awal. (Ism)
Advertisement
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele

Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?