Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Manusia Diawetkan (Extremetech.com)
Dream - Pada 1972, Max More melihat acara televisi anak-anak fiksi ilmiah yang disebut Time Slip --menampilkan karakter yang membeku dalam es.
Dia tidak berpikir banyak tentang manusia beku sampai bertahun-tahun kemudian, ketika ia mulai bergaul dengan teman-teman yang mengadakan pertemuan tentang masa depan. " Mereka mendapatkan majalah Cryonics dan mereka menguji seberapa futuristik-nya aku," ujar More dikutip Dream.co.id dari kantor berita BBC, Rabu 27 Agustus 2014.
More sekarang menjadi Presiden sekaligus Chief Executive Office dari Alcor, salah satu perusahaan cryonics atau pengawet manusia terbesar di dunia. More telah menjadi anggota sejak 1986 dan telah memutuskan untuk mengawetkan otaknya saja melalui prosedur neuropreservation.
" Saya pikir masa depan adalah tempat yang cukup layak untuk saya berada di sana," katanya. " Saya ingin tetap tinggal dan menikmati dan memproduksi."
Cryopreservation menjadi bagian yang paling diminati komunitas futuris. Cryopreservation menjanjikan hal yang sangat diinginkan semua manusia: Dengan dunia pengobatan terus menjadi lebih baik, mereka yang divonis mati hari ini mungkin dapat disembuhkan di masa depan.
Cryonics adalah cara untuk menjembatani kesenjangan antara obat hari ini dan obat di masa depan. " Kami melihatnya sebagai perpanjangan dari gawat darurat. Kami hanya menggantikan fungsi obat yang saat ini mungkin tidak bisa menyembuhkan pasien" .
Pikirkan ini, 50 tahun yang lalu jika Anda berjalan di sepanjang jalan dan seseorang jatuh pingsan di depan Anda dan berhenti bernapas, Anda akan memeriksa mereka dan mengatakan mereka mati.
Namun saat ini kita tidak melakukan itu. Sebaliknya kita melakukan CPR dan segala upaya agar dia kembali sadar. Orang yang kita pikir sudah mati 50 tahun yang lalu sekarang kita tahu ternyata tidak.
Begitulah Cryonics. Kita hanya perlu menghentikan mereka dari semakin buruk dan membiarkan teknologi yang lebih maju di masa depan memperbaiki masalah itu.
Tentu saja, klaim cryonics masih harus diuji. Masalahnya, tidak ada yang pernah mencoba untuk menghidupkan kembali manusia ke setelah diawetkan.
Beberapa penelitian pada kasus mati suri pada binatang menunjukkan, mereka dapat mengawetkan makhluk hidup sehingga tampak seperti sudah mati dan menghidupkan mereka kembali. Tapi pembekuan tubuh selama puluhan tahun adalah hal berbeda.
Para ilmuwan telah mempelajari pengawetan sel dan jaringan dan bahkan cacing, tetapi untuk sampai mengawetkan tubuh manusia secara utuh bukan persoalan sepele.
Tapi apakah ilmu pengetahuan siap atau tidak, beberapa orang benar-benar sedang dibekukan dalam nitrogen cair dengan harapan bisa melihat hari esok.
Idealnya, Moore mengatakan, Alcor akan segera tahu jika ada anggotanya yang akan mati. Alcor menyimpan daftar tunggu anggota yang sudah tidak sehat.
Jika sudah terlihat benar-benar akan meninggal, Alcor akan mengirim tim yang disebut 'standby team'. Mereka akan menunggui orang yang kondisinya kritis itu hingga benar-benar dinyatakan meninggal secara medis dan hukum. Setelah orang tersebut dinyatakan benar-benar meninggal, proses pengawetan sudah bisa dimulai.
Banyak yang Mendaftar
Alcor mengaku ada 984 orang yang sudah mendaftar untuk dibekukan begitu mereka meninggal. Namun More mengatakan, perusahaannya tidak menjamin bahwa proses pengawetan ini bisa sukses.
Bisa saja Alcor dan perusahaan sejenis sebenarnya hanya menyimpan mayat-mayat dalam nitrogen cair. Saat ditanya sampai berapa lama ilmu kedokteran dan pengobatan harus menunggu agar tidak ketinggalan dalam menyelamatkan pasien Alcor, More mengatakan antara 50 sampai 100 tahun.
" Tapi itu sulit dikira-kira. Kami bahkan tidak tahu teknologi pengobatan dan kedokteran apa yang akan digunakan nantinya," ujar Moore.
Bagi yang ingin bisa melihat masa depan dengan teknologi cryonics, para anggota Alcor diwajibkan membayar biaya keanggotaan US$770 per tahun (Rp 9 juta).
Tarif untuk mengawetkan otak saja, calon anggota Alcor harus membayar US$80.000 (Rp 935 juta) dan US$200.000 (Rp 2,3 miliar) untuk seluruh anggota tubuh.
Moore mengatakan sebenarnya Cryopreservation ini tidak selalu untuk orang-orang kaya. Jika seseorang sudah mengantongi asuransi jiwa bisa mendaftar sebagai relawan.
Sebagian besar anggota Alcor, Moore mengatakan, agak jijik melihat proses Cryopreservation. Tapi mereka melihatnya sebagai alat untuk mencapai tujuan.
" Kami sebenarnya tidak ingin dibekukan semacam ini. Duduk di tangki nitrogen cair dan tidak mampu mengendalikan nasib kita sendiri sangat tidak menarik. Tapi itu jauh lebih menarik daripada tubuh kita dimakan oleh cacing atau dibakar -hal yang tidak menarik bagi kami sama sekali."
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya