Belajar dari SBY, Begini Cara Ubah Janji Kampanye Menjadi Program Nyata Pemerintahan
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Ilustrasi: Polisi
Dream - Menjadi aparat negara tak menjamin kehidupan serba cukup. Brigadir Wawan Mulyana sudah satu tahun menjalani dua profesi ; Anggota Sabhara Polsek Tarogong, Garut dan tukang bakso. Profesi tukang bakso digeluti lantaran penghasilan sebagai polisi tak cukup menutupi biaya berobat anaknya, Rema Akelia.
Putri semata wayangnya itu divonis kelenjar tiroid yang tak berfungsi baik sejak usianya masih tiga tahun. Rema terpaksa harus bolak-balik berobat dengan biaya tak sedikit.
"Untuk biaya satu bulan berobat saja bisa menghabiskan Rp 3 juta, maka habis uang saya," kata Wawan kepada Merdeka.com.
Bila penyakitnya tidak diobat, makan akan mengganggu pertumbuhan syaraf si bocah. Sehingga ketergantungan obat masih harus terus dilakukan. "Kita bingung berobat ke sana-sini semuanya mahal, belum lagi untuk biaya hidup," jelasnya.

Brigadir Wawan (teguhjuwarno.com)
Wawan sudah satu tahun membantu istrinya jualan bakso. "Mau gimana lagi saya jualan untuk memenuhi kebutuhan hidup," imbuhnya. "Dulu sempat dibawa ke Rumah Sakit Polri tapi karena alatnya belum canggih jadi memang harus diobati. Juga obatnya memang mahal," jelasnya.
Jaminan kesehatan dari pemerintah yang digulirkan lewat BPJS menurut dia, tidaklah seperti yang diharapkan. "BPJS itu buat yang ringan saja, batuk dan flu. Kalau seperti anak saya katanya enggak bisa di-back up," terangnya.
Di rumahnya, Wawan mengaku membuka ragam makanan seperti bakso, sate hingga nasi goreng. Jika dinas tidak memakan waktu sampai larut malam, Wawan berjualan bakso di sekitar pemancingan dekat rumahnya.
"Saya jualan di sekitar pemancingan. Karena pemancingan itu memang punya adik saya, di situ suka ramai," jelasnya.
Harapan dia tak muluk-muluk. Melalui usaha dan doa yang ada semoga anaknya bisa sembuh. "Mohon doanya saja agar usaha saya lancar dan anak saya bisa sehat lagi," ungkapnya. (Ism, Sumber: Merdeka.com)
Advertisement
Bagaimana Industri Pangan Mengurangi Limbah? Ini Strategi yang Dilakukan

Mengapa Sampah dari Industri Makanan Berbahaya bagi Lingkungan?

Ekonomi RI Ditekan Perang, Bencana, dan Korupsi, JK: 'Punya Uang Saja Tidak Cukup'

IHSG Dibuka Menguat Tipis, Investor Waspadai Aksi Profit Taking

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran


WNI Diduga Tewas saat Jadi Tentara Rusia, Apakah Kewarganegaraan Indonesia Bisa Hilang?



Starvision Rilis Trailer dan Poster Dewi Siluman Ular, Angkat Kisah Pernikahan Manusia dengan Jin

Tak Harus Gula Pasir, Ini 5 Pemanis Kopi yang Direkomendasikan Ahli Gizi

Berat Badan Naik Padahal Merasa Makan Sedikit? Ini 9 Penyebab yang Sering Tidak Disadari

Harga Ponsel dan Barang Kebutuhan Hampir Sama di Seluruh Negeri, Mengapa UMR Bisa Jauh Berbeda?