Puing Pesawat Siluman Israel yang Ditembak Iran

Reporter : Eko Huda S
Selasa, 26 Agustus 2014 14:30
Puing Pesawat Siluman Israel yang Ditembak Iran
Melalui televisi Al Alam, Negeri Para Mullah itu menampilkan bangka pesawat siluman yang diklaim milik negara Zionis tersebut.

Dream - Klaim Iran yang menyatakan telah menembak jatuh pesawat tanpa awak Israel ternyata bukan hanya omong kosong. Melalui televisi Al Alam, Negeri Para Mullah itu menampilkan bangka pesawat siluman yang diklaim milik negara Zionis tersebut.

Laman Al Arabiya, Senin 25 Agustus 2014, melansir stasiun televisi Al Alam menampilkan gambar puing-puing bekas pesawat tanpa awak. Dalam gambar itu terlihat sebuah pesawat tanpa awak yang hancur berserakan di sebuah gurun yang tak dikenal. Puing-puing itu gosong.

Tayangan itu menyebut pesawat siluman yang ditembak jatuh pada Sabtu pekan lalu itu sebagai Hermes 450, sebuah pesawat model mata-mata yang dimiliki Zionis Israel. Televisi Iran juga menyebut model ini sebagai " Dewi Mata-mata" .

Namun, tulis Al Arabiya, tak ada tanda-tanda atau atribut Israel pada bangka drone yang sudah berserak-serak itu. Sementara, militer Israel menolak berkomentar atas kabar penembakan pesawat siluman ini. Pejabat Iran juga tidak mengeluarkan spesifikasi drone yang diklaim ditembak jatuh itu. Mereka juga tak menampilkan pesawat mata-mata ini kepada wartawan asing.

Klaim penembakan ini terjadi saat Iran dan negara-negara Barat melakukan negosiasi di Jenewa. Israel menolak cara ini dan tetap menuntut aksi militer untuk mengakhiri program nuklir Iran yang mereka curigai itu. Sehingga, Israel tidak turut ambil bagian dalam proses dialog soal nuklir Iran tersebut.

Pada hari Minggu, sehari setelah klaim penembakan, garda Revolusi Iran mengatakan menembakkan rudal karena pesawat tanpa awak itu mencoba mendekati fasilitas nuklir Iran di wilayah Natanz, yang jaraknya sekitar 240 kilometer arah selatan Teheran, Ibukota Iran.

Pada Senin kemarin, Kepala Garda Revolusi, Jenderal Amir Ali Hajizadeh, menyatakan drone itu milik Israel, meskipun ia mengatakan penerbangan terakhirnya tidak berasal dari Israel. Hajizadeh menambahkan, drone itu memiliki daya jelajah 500 kilometer, punya dua kamera di bagian depan dan samping yang mampu merekam gambar beresolusi tinggi.

Untuk diketahui, Israel berjarak 1.000 kilometer dari batas paling barat Iran. Sedangkan fasilitas nuklir Iran di Natanz berjarak 600 kilometer dari perbatasan terdekat Iran. " Jarak operasional pesawat mengindikasikan penerbangan drone ini tidak dimulai di Israel, tapi diberangkatkan dari negara di wilayah ini. Kami punya sejumlah petunjuk," kata Hajizadeh. (Ism)

Beri Komentar