Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
LRT Tabrakan Di Jalur Layang Cibubur
Dream - Komite Nasional Kecelakaan Transportasi (KNKT) telah menggelar investigasi kasus tabrakan dua kereta LRT di Cibubur. Kecelakaan itu berlangsung pada 25 Oktober 2021 melibatkan TS 20 dan TS 29.
"Berdasarkan temuan-temuan dan hasil analisis, kecelakaan disebabkan teknisi TS 29 tidak fokus dalam menjalankan kereta," ujar Ketua Sub Komite Investigasi Kecelakaan Perkeretaapian KNKT, Suprapto.
Selain itu, dia juga mengatakan terjadi distraction akibat penggunaan telepon seluler. Penggunaan ponsel tersebut mengganggu sinyal pengaturan kereta.
Menurut Suprapto, sebelum kereta berangkat menuju Stasiun Harjamukti, teknisi TS 29 menurunkan sun visor. Akibatnya pandangan ke depan jadi terhalang.
"Kereta berjalan dengan kondisi sun visor sebagian tertutup sehingga tidak melibat TS 20 yang berhenti," kata dia.
Sementara TS 29 melaju dengan kecepatan lebih dari 50 Km per jam. Akibatnya, tabrakan tidak bisa dihindari.
Suprapto melanjutkan didapat 12 temuan selama investigasi kecelakaan LRT ini dijalankan. Temuan pertama, jarum speedometer analog MC1 TS 29 berhenti di angka 50 km per jam.
Temuan kedua, SOP langsir di mainline sesuai Taspat dan diturunkan ke 3 Km per jam ketika melihat kereta di depannya. Ketiga SOP langsir belum mengatur metode komunikasi dan di saat kejadian, teknisi berkoordinasi dengan WhatsApp.
Keempat, titik berhenti langsir tidak jelas. Kelima, ada lengkung sebelum lokasi kecelakaan pandangan terhalang adanya pepohonan.
Keenam, hasil download kedua HMI TS 29 tidak sesuai dengan tanggal dan waktu kejadian. Ketujuh, SDiag (on board diagnostic) belum dikonfigurasi.
Kedelapan, teknisi TS 29 mengalami distraction akibat penggunaan ponsel. Kesembilan, teknisi TS 29 tidak fokus melihat kecepatan dan posisi kereta.
Kesepuluh, sun visor tertutup sebagian sehingga membatasi pandangan bebas teknisi kedepan.
Temuan 11, ergonomi kabin tidak optimal lantaran desain kursi berputar. Sedangkan temuan ke-12, terdapat pelat cover pada tombol emergency brake button, dikutip dari Merdeka.com.
Dream - LRT Jabodebek yang sedang diuji coba mengalami kecelakaan di jalur layang Cibubur. Dua rangkaian bertabrakan satu sama lainnya.
Kepala Seksi Operasional Suku Dinas Pemadam Kebakaran Jakarta Timur, Gatot Sulaiman, membenarkan terjadinya kecelakaan tersebut. Tim Damkar telah bergerak ke lokasi.
"Betul, Damkar kita luncurkan satu unit dari rescue dari sektor Cipayung untuk menset-up lokasi," ujar Gatot, dikutip dari Merdeka.com.
Kejadian tersebut sempat terekam kamera dan viral di media sosial. Akun Instagram @jktinfo mengunggah foto menunjukkan dua kereta rangkaian LRT yang mengalami tabrakan.
Terlihat satu kereta mengalami ringsek. Sementara kereta lainnya sampai masuk ke bagian dalam kereta.
Belum ada informasi mengenai penyebab terjadinya kecelakaan tersebut.
View this post on Instagram
Advertisement

Berawal dari Penyakit Misterius dan Mayat Membusuk, Begini Sejarah Mitos Vampir yang Mendunia

3 Jenis Makanan yang Sebaiknya Dihindari Sebelum Olahraga, Menurut Ahli Gizi

IHSG Dibuka Menguat Tipis, Investor Waspadai Aksi Profit Taking

Sering Minum Boba? Ini 5 Dampaknya bagi Tubuh, dari Gula Darah hingga Asupan Antioksidan

Mau Nonton Grand Final AXIS Nation Cup 2026? Ini Cara Daftar dan Datang ke Istora Senayan

Sambut Tren Warna 2027, JOTUN Hadirkan 24 Warna dalam Koleksi JOURNEYS

16 Tim Futsal Pelajar Siap Berlaga di Grand Final AXIS Nation Cup 2026, Ini Daftarnya