Inikah Asal Suara 54 Persen yang Diklaim Prabowo?

Reporter : Maulana Kautsar
Jumat, 17 Mei 2019 10:01
Inikah Asal Suara 54 Persen yang Diklaim Prabowo?
Menghitung hanya kabupaten atau kota yang memenangkan Prabowo-Sandiaga.

Dream - Capres 02, Prabowo Subianto mengklaim memenangi pilpres 2019. Prabowo dan tim Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga menyebut suara yang didapat dari pilpres ini mencapai 54 persen.

Meski demikian, BPN belum membuka data kemenangan itu. BPN untuk sementara ini baru mengajukan gugatan mengenai kecurangan-kecurangan dalam pilpres.

Praktisi teknologi informasi dan pendiri KawalPemilu.org, Ainun Najib membagikan simulasi perhitungan kemenangan Prabowo-Sandiaga di cuitannya.

" Prabowo bisa menang 54 dengan data kurang dari 500 ribu TPS kalau pilah-pilih TPS-nya," kata Najib, diakses Kamis, 16 Mei 2019.

Simulasi itu menggunakan data KawalPemilu.org, tanpa menghitung hasil dari TPS di Jawa Tengah, Bali, dan Nusa Tenggara Timur (NTT). Tiga wilayah itu menjadi kantong suara Jokowi-Ma'ruf.

Data dari masing-masing TPS di tingkat provinsi itu didapat dari kabupaten atau kota yang hanya memenangkan Prabowo-Sandiaga.

Dari data itu, posisi Jokowi-Ma'ruf mendapatkan 40.010.698 suara atau 45,75 persen. Sementara itu, suara untuk Prabowo-Subianto sebanyak 47.432.566 atau 54,24 persen.

1 dari 4 halaman

Prabowo Tolak Hasil Pilpres, Ini Tanggapan Jokowi

Dream - Jokowi menyatakan tunduk dan mengikuti mekanisme serta aturan mengenai pemilu 2019. Calon presiden petahana bernama lengkap Joko Widodo ini menyerahkan keseluruhan hasil pemilu ke Komisi Pemilihan Umum (KPU).

" Semua diatur konstitusi kita, semua diatur undang-undang, kita diatur oleh peraturan KPU. Ada semua, mekanismenya ada. Jadi mestinya semua melalui mekanisme yang sudah diatur konstitusi," kata Jokowi, dikutip dari laman Setkab, Kamis, 16 Mei 2019.

Jokowi mengatakan, pihak yang tak terima dengan hasil yang telah diumumkan KPU pada 22 Mei 2019, dapat menyelesaikannya ke Mahkamah Konstitusi (MK).

" Berdasarkan undang-undang, MK merupakan lembaga yang berwenang untuk memutus perselisihan tentang hasil pemilihan umum," ucap dia.

Seperti yang diketahui, lawan tanding Jokowi saat Pilpres 2019, Prabowo Subianto, menyatakan menolak hasil perhitungan suara Pilpres 2019 yang dilakukan KPU. Prabowo beralasan, suara yang masuk ke situng KPU telah dimanipulasi.

" Sikap saya adalah saya akan menolak hasil perhitungan yang curang, kamu tidak bisa menerima keadilan, ketidakbenaran, dan ketidakjujuran," kata Prabowo, Selasa, 14 Mei 2019.

Prabowo berharap, KPU memperjuangkan kebenaran yang dia yakini.

" Kau yang harus memutuskan, kau yang harus memilih, menegakkan kebenaran dan keadilan demi keselamatan bangsa dan rakyat Indonesia atau meneruskan kebohongan ketidakadilan," ucap dia.

2 dari 4 halaman

Andi Arief: Prabowo Boikot Hitung Pilpres, Bukan Pemilu

Dream - Wasekjen Partai Demokrat, Andi Arief membagikan cuitan pandangannya mengenai keputusan tim Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Andi Arief punya persepsi lain soal kata-kata 'boikot' yang dilontarkan Prabowo Subianto. Menurut Andi, boikot terhadap perhitungan pilpres sama saja memastikan Prabowo-Sandi kalah.

" Pak Prabowo menyatakan akan memboikot perhitungan Pilpres. Bukan memboikot pemilu. Itu artinya, 02 pasti kalah dan 01 pemenangnya serta tidak berakhir di MK,"  tulis Andi Arief melalui akunnya @AndiArief_ Rabu, 15 Mei 2019.

Andi mengatakan, boikot itu punya dampak. Dia mengatakan, pemboikotan akan membuat legitimasi presiden terpilih bermasalah.

" Setelah itu yang menjadi masalah adalah legitimasi presiden terpilih. Karena pemboikotan bisa mengarah pembangkangan sipil,"  ucap dia.

Meski demikian, Andi menilai Prabowo cukup bijak dengan menempuh jalan pemboikotan hasil pemilu. Sebab, cara yang ditempuh itu menghindarkan dari kekerasan dan mobilisasi massa.

" Di beberapa negara yang pemilunya bermasalah banyak yang tempuh cara ini," kata dia.

Dilaporkan , BPN Prabowo-Sandi menarik seluruh saksi yang ditugaskan untuk memantau perhitungan suara di KPU kabupaten atau kota hingga pusat. Wakil Ketua BPN, Priyo Budi Santoso mengatakan, langkah itu ditempuh karena menduga ada kecurangan dalam pemilu 2019.

" Per tadi hari ini diumumkan demikian, dengan demikian seluruh saksi-saksi yang sekarang berada baik di KPU pusat, di provinsi, dan kabupaten kota yang sekarang masih ada proses kami rencanakan dan kami perintahkan untuk ditarik," kata Priyo, Selasa, 14 Mei 2019.

 

3 dari 4 halaman

Real Count KPU Sore: Ada Kejutan Suara Prabowo, Pangkas Selisih dengan Jokowi

Dream - Suara pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno bertambah lumayan banyak dalam enam jam terakhir. Pasangan nomor urut 02 ini berhasil memangkas selisih suara dengan pasangan nomor urut 01, Joko Widodo-Ma'ruf Amin, meski tidak terlalu berpengaruh.

Pada pukul 10.00 WIB, Kamis 16 Mei 2019, selisih kedua pasangan ini mencapai 15.951.023. Namun pada pukul 16.15 WIB, selisih mereka berubah menjadi 15.852.256 suara.

Itu artinya, ada penambahan signifikan suara Prabowo-Sandiaga Uno. Setidaknya, dalam enam jam terakhir Prabowo-Sandiaga bisa memangkas selisih hingga 98.767 suara.

Meski demikian, Jokowi-Ma'ruf Amin, tetap unggul. Joko Widodo-Ma'ruf Amin meraup 73.258.346 suara atau 56,07 persen. Sementara, Prabowo-Sandiaga Uno 57.405.990 suara atau 43,93 persen.

Hingga pukul 16.15 WIB itu, jumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang sudah memasukkan data ke sistem penghitungan Komisi Pemilihan Umum (KPU) mencapai 693.357 TPS. Atau setara dengan 85,24 persen dari total 813.350 TPS.

4 dari 4 halaman

Basis Kemenangan

Pasangan Jokowi-Ma'ruf tetap unggul di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Di dua provinsi ini, Jokowi-Ma'ruf mendapatkan 16.355.011 suara dan 14.484.471 suara.

Prabowo-Sandi tertinggal jauh. Di Jawa Tengah, pasangan ini mendapatkan 4.809.473 dan di Jawa Timur hanya 7.451.463 suara.

Tetapi, Prabowo-Sandi justru menang telah di Jawa Barat dan Banten. Di dua provinsi ini, Prabowo-Sandi menang telak dengan 12.088.395 suara dan 2.950.729 suara.

Sementara Jokowi-Ma'ruf hanya berhasil mendapatkan 8.454.633 suara di Jawa Barat. Di Banten, pasangan ini hanya meraih 1.824.904 suara.

Beri Komentar
Representasi Feminisme Versi Barli Asmara