Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - ISIS diduga memanfaatkan konflik yang terjadi di Rakhine, Myanmar untuk merekrut anggota baru. Caranya, ISIS menyebarkan simpati melalui media sosial mengenai kondisi tertindas etnis Rohingya.
Kepala Anti Teror Malaysia Ayob Khan bahkan menyebut beberapa warga negara Malaysia tertarik dengan ajakan yang disebar ISIS.
" Myanmar lebih dekat dengan Malaysia, ketimbang Suriah dan Filipina Selatan di mana konflik sedang berlangsung, dan sekarang Rakhine telah menjadi tujuan terakhir mereka untuk 'jihad'," kata Ayob kepada Channel News Asia, Senin, 18 September 2017.
Ayob menyebut salah satu warga negara Malaysia ditangkap karena mencetak dan mendistribusikan bendera ISIS pada 10 September 2017. Pelaku yang berprofesi sebagai penjual es cendol itu, kata Ayob, berencana bergabung dengan militan ISIS di Filipina dan Rakhine, Myanmar.
Meski Ketua ISIS di Asia Tenggara, Muhammad Wanndy Mohamad Jedi telah tewas, perekrutan anggota baru masih terus berlangsung. Wanndy tewas dalam serangan pesawat tak berawak di Raqqa, Suriah pada akhir April 2017.
Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Nasional Terorisme (BNPT) Komjen Suhardi Alius menyebutkan setidaknya ada 518 WNI yang masih berada di Suriah. Perinciannya 403 perempuan dan 115 laki-laki.
" Sekarang sudah banyak sekali masyarakat indonesia masuk ke sana, ke daerah pertempuran," kata Suhardi di Hotel Mercure Ancol, Jakarta Utara, Kamis, 20 Juli 2017.
Laporan Merdeka.com menyebut, para WNI yang berangkat ke Suriah membawa serta anak dan istrinya untuk berperang. Anak-anak dibawa untuk dididik menjadi teroris
" Anak-anak semacam ini yang sudah dididik (terorisme)," kata dia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya