ISIS Tambah Kuat, Pamerkan Tank dan Senjata Kelas Berat

Reporter : Puri Yuanita
Kamis, 10 Desember 2015 20:51
ISIS Tambah Kuat, Pamerkan Tank dan Senjata Kelas Berat
Senjata-senjata kelas berat tersebut sengaja dipamerkan sebagai bagian dari kampanye teror yang dilancarkan ISIS di seluruh kawasan Timur Tengah.

Dream - Kekuatan kelompok teroris Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) sepertinya makin bertambah saja. Hal itu terlihat dari foto-foto propaganda yang sengaja disebarkan di dunia maya.

Dalam foto-foto itu, ISIS memamerkan beberapa jenis senjata berat seperti tank, mortir, dan rudal.

Senjata-senjata kelas berat itu sengaja dipamerkan sebagai bagian dari kampanye teror yang dilancarkan ISIS di seluruh kawasan Timur Tengah.

Meski ISIS memamerkan foto dan video persenjataan beratnya, pasukan koalisi Inggris, Amerika Serikat, Perancis dan Rusia jarang sekali melihat senjata-senjata tersebut digunakan di medan pertempuran.

Karena, menurut perhitungan ISIS, senjata-senjata tersebut akan menjadi sasaran empuk bagi pesawat tempur Inggris, Amerika Serikat, Perancis dan Rusia yang terus membombardir pertahanannya di Suriah.

Foto-foto persenjataan berat ISIS terpampang di linimasa akun Twitter @Terrormonitor dan kabarnya diambil selama pertempuran di bandara militer Deir Ezzor.

Badan Amnesti Internasional mengklaim ISIS mendapatkan berbagai macam senjata setelah pasukan Inggris dan Amerika menarik diri dari Irak. Berbagai macam senjata masuk ke Irak selama bertahun-tahun ketika negara itu tercabik-cabik oleh perang saudara.

" Puluhan tahun berbagai senjata mengalir bebas ke Irak yang berarti ketika ISIS mengambil alih wilayah ini, mereka seperti anak-anak berada di toko permen. Jadi secara tidak sadar negara-negara koalisi termasuk Inggris telah mempersenjatai ISIS," kata Oliver Sprague, Direktur Program Persenjataan Amnesti Internasional Inggris.

Sprague menambahkan militan ISIS memperoleh berbagai senjata yang diproduksi secara internasional setelah mengambil kendali Mosul, kota terbesar kedua di Irak, pada bulan Juni 2014.

Senjata-senjata tersebut termasuk senjata dan kendaraan militer yang diproduksi Amerika yang kemudian digunakan untuk mengambil alih wilayah lain negara Irak dan Suriah.

(Ism, Sumber: www.mirror.co.uk)

 

1 dari 5 halaman

Hacker Beberkan Rencana ISIS Serang Indonesia

Dream - Kelompok afiliasi peretas, Anonymous, OpParisIntel, baru-baru ini menemukan rencana penyerangan ISIS ke Indonesia. Dalam rencana itu, terungkap ISIS juga akan menyerang beberapa negara lain, yaitu Prancis, Amerika Serikat, Italia, dan Lebanon.

Penyerangan itu kabarnya akan dimulai pada hari ini, Minggu, 22 November 2015. Pada serangannya ke Indonesia, ISIS berencana menyerang komunitas Al-Jihad dan One Day One Juz.

Menurut sebuah komunitas di Reddit, Al-Jihad adalah sebuah masjid di Karawang, Jawa Barat. Sedangkan, One Day One Juz adalah komunitas pengajian online yang menyemangati anggotanya untuk membaca Quran.

Dilansir dari IBTimes, selain Indonesia, lokasi lain yang menjadi target serangan ISIS adalah acara konser di Italia, perayaan Kristus Raja di gereja-gereja Katolik seluruh dunia yang tahun ini jatuh pada 22 November.

Sementara di Lebanon, ISIS berencana menyerang Universitas Pastoral. Dan di Amerika Serikat mereka menargetkan sebuah acara olahraga gulat di Atlanta.

" Tujuan kami beberkan rencana ISIS agar semua orang bersiap dan siaga, agar mereka membatalkan rencana," tulis peretas Anonymous.

Anonymous dan kelompok siber yang dimiliki ISIS telah melakukan perang dunia maya semenjak kelompok teroris tersebut menyerang Paris pada 13 November 2015 lalu. Grup peretas mengatakan mereka telah berhasil membekukan 5.000 akun Twitter milik ISIS.

Semenjak insiden majalah Charlie Hebdo pada Januari 2015 'perang' serupa juga berlangsung. Anonymous mengklaim berhasil menutup 149 website, 101.000 akun Twitter dan mengapus 5.900 video propaganda milik ISIS.

2 dari 5 halaman

Pejuang Perempuan Ini Paling Ditakuti ISIS

Dream - Pejuang perempuan Kurdi banyak dikagumi atas keberaniannya mempertahankan negara dan menjunjung kesetaraan dan hak-hak perempuan di tengah invasi kejam tentara Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS).

Mereka bagaikan malaikat penyelamat bagi kaum perempuan. Dan bagaikan malaikat maut bagi tentara ISIS.

 Pejuang Perempuan Ini Paling Ditakuti ISIS

Kekejaman tentara ISIS membuat amarah mereka terus berkobar. Tentara ISIS sering kali menjadikan perempuan sebagai objek perbudakan, dan pemerkosaan.

Pejuang perempuan Kurdi bagai mimpi buruk bagi tentara ISIS.

Bagaimana tidak, basis pertahanan tentara ISIS di beberapa daerah di Irak sudah habis mereka bombardir.

Berpakaian loreng gurun, rompi anti peluru, serta senapan AK47 di tangan, dua batalion pejuang perempuan Kurdi berkekuatan 500 personel ini, tanpa lelah terus melancarkan serangan kepada tentara ISIS.

Dipimpin oleh Kolonel Ahmad Nahida Rashid (49), pasukan yang berbasis di Sulaymaniyah, Kurdistan, Irak utara, berjuang memukul mundur tentara ISIS yang menguasai daerah mereka.

Dikutip dari The Sun, para tentara ISIS jeri menghadapi mereka. Pasalnya, mereka takut tidak mati syahid karena harus mati di tangan perempuan.

" Ini senjata bagi kami. Mereka tidak suka jika harus mati di tangan kami,” kata Kolonel Nahida kepada The Sun.

Ketakutan tentara ISIS tehadap para pejuang perrempuan Kurdi kian menjadi-jadi ketika ratusan lebih tentaranya mati ketika berhadapan dengan  pejuang perempuan Kurdi dalam pertempuran sengit di kota Kobane, di perbatasan Turki-Suriah, baru-baru ini.

3 dari 5 halaman

Pilunya Penderitaan Wanita-wanita Tawanan ISIS

Dream - Diculik, dipukuli, diperkosa, dan dijual sebagai budak seks. Itulah penderitaan para wanita Yazidi yang menjadi tawanan kelompok teroris Negara Islam Irak dan Suriah atau ISIS.

Melalui sebuah buku yang diterbitkan Selasa kemarin, seorang remaja Yazidi mengungkapkan kekejaman ISIS terhadap para wanita yang menjadi tawanannya. Mereka diperdagangkan sebagai budak seks di pasar internasional di Irak.

Jinan, 18, seorang Yazidi, ditangkap pada awal 2014 dan ditawan oleh militan ISIS selama tiga bulan sebelum dia berhasil melarikan diri, katanya dalam kunjungan ke Paris menjelang peluncuran buku tentang penderitaannya pada Jumat pekan ini.

Ditangkap saat pasukan ISIS menguasai wilayah utara Irak yang dihuni oleh minoritas pemeluk agama Yazidi, Jinan dipindahkan ke beberapa lokasi sebelum dibeli oleh dua orang, seorang mantan polisi dan seorang imam. Dia menjelaskan kepada AFP, bagaimana ia dan tahanan Yazidi lainnya dikurung di sebuah rumah.

" Mereka menyiksa kami, mencoba untuk memaksa kami mengikuti keyakinan mereka. Jika menolak kami dipukuli, dirantai di luar rumah di bawah terik matahari. Kami juga dipaksa minum air dengan tikus mati di dalamnya. Kadang-kadang mereka mengancam akan menyiksa kami dengan sengatan listrik," katanya.

Jinan menambahkan orang-orang ini bukan manusia. Mereka hanya memikirkan kematian dan membunuh. " Mereka selalu menenggak obat dan melakukan balas dendam terhadap semua orang. Mereka mengatakan bahwa suatu hari Negara Islam akan memerintah seluruh dunia," kata Jinan.

Dalam buku itu, Jinan menjelaskan pernah sekali di Mosul dia dibawa ke 'ruang resepsi besar dengan kolom besar dengan puluhan wanita berkumpul di sana'.

" Para teroris itu mengelilingi kami dengan tertawa genit sambil mencubit pantat kami," tulisnya dalam buku 'Daesh's Slave'.

Dia mengatakan salah satu orang itu mengeluh, mengatakan; " Yang satu memiliki payudara besar. Tetapi saya ingin Yazidi dengan mata biru dan kulit putih. Mereka sepertinya yang terbaik. Saya bersedia membayar untuk itu."

Selama tawar-menawar dalam pasar budak seks tersebut Jinan mengaku melihat para pria itu adalah orang Irak dan Suriah, tetapi juga orang Barat yang kewarganegaraannya tidak diketahuinya. Gadis-gadis paling cantik biasanya disediakan untuk para bos atau klien kaya dari negara-negara Teluk.

Setelah terjual, hari-hari Jinan diisi oleh kunjungan para pria ke rumah di mana dia dipenjarakan dengan wanita lainnya.

Penderitaan itu belum berakhir... (Ism)

Selanjutnya :

4 dari 5 halaman

Mengerikan! Cara Baru ISIS Eksekusi Tahanan

Dream - Kelompok militan ISIS kembali memperlihatkan eksekusi mati yang dilakukan dengan cara yang sangat mengerikan.

Kali ini, ISIS menghukum mati seorang tentara Suriah yang tertangkap dengan melindas tubuhnya hidup-hidup menggunakan tank.

Fadi Ammar Zidan, tentara Suriah yang diperkirakan berusia 19 tahun itu, mengenakan baju tahanan warna oranye saat akan dihukum mati.

Menurut Lembaga Pengawas Suriah untuk Hak Asasi Manusia, sebelum dieksekusi, dia dipaksa untuk mengaku telah melindas mayat 'jihadis' dengan tank.

Dan sebagai hukumannya, seorang anggota ISIS yang mengenakan pakaian putih dalam video itu mengatakan di depan kamera, Zidan juga akan dilindas dengan tank dalam keadaan hidup-hidup.

Dalam video, Zidan yang kedua tangannya diborgol, disuruh berdiri di tengah jalan. Setelah itu, dia ditabrak dan dilindas tank. ISIS kemudian memperlihatkan tubuh Zidan yang hancur.

Sebelumnya, Lembaga Pengawas Suriah untuk Hak Asasi Manusia mengklaim menerima informasi bulan lalu bahwa ISIS akan mengeksekusi tentara menggunakan metode ini.

Organisasi hak asasi manusia, yang berbasis di London, itu mengklaim ini adalah metode eksekusi jenis baru yang dilakukan oleh kelompok teroris tersebut

Awal pekan ini, seorang tentara Amerika Serikat menjadi yang pertama yang terbunuh saat berjuang melawan ISIS.

Sersan Joshua Wheeler, 39 tahun, tewas dalam serangan di Irak utara untuk menyelamatkan 69 warga Irak yang hendak dieksekusi oleh ISIS.

Wheeler diyakini adalah anggota pasukan rahasia Delta Force Angkatan Darat Amerika. Unitnya dikirim untuk mendukung pejuang Kurdi dalam serangan ke kubu ISIS di Hawija.

(Ism, Sumber: Daily Mail)

5 dari 5 halaman

Terungkap, Kenapa Tawanan yang Dieksekusi ISIS Terlihat Tenang

Dream - Seorang penerjemah ISIS yang membelot membeberkan taktik licik kelompok itu saat akan mengeksekusi tawanan mereka.

Kepada Sky News seperti dikutip News.com.au, Kamis 12 Maret 2015, Saleh, mantan penerjemah untuk ISIS, menjelaskan mengapa para tawanan itu terlihat sangat tenang saat akan dieksekusi oleh algojo ISIS, Jihadi John.

Menurut Saleh, ISIS selalu pura-pura akan melakukan eksekusi pada para tawanan untuk menimbulkan rasa aman palsu di hati mereka.

Namun ketika eksekusi tersebut benar-benar akan dilaksanakan, para tawanan masih menyangka bahwa itu adalah pura-pura seperti biasanya.

Saleh mengungkapkan percakapannya dengan Jihadi John, yang sebenarnya warga Inggris bernama Mohammed Emwazi berusia 26 tahun.

Emwazi akan berkata pada para tawanan: " Tidak usah khawatir, hanya untuk video propaganda saja. Kami tidak akan membunuhmu. Kami hanya ingin negaramu berhenti menyerang Suriah" .

Emwazi ini diduga adalah algojo yang mengeksekusi beberapa tawanan asing ISIS selama ini.

" Kami tidak punya masalah dengan kalian; kalian hanyalah turis," kata Saleh menirukan ucapan Emwazi saat membohongi para tawanan.

Taktik tersebut dilakukan berulang-ulang hingga para tawanan berpikir mereka benar-benar tidak akan mati.

Saleh juga mengatakan agar para tawanan merasa menjadi 'teman' mereka, ISIS akan memanggil mereka dengan nama dalam Bahasa Arab.

Seperti wartawan foto Jepang Kenji Goro, yang baru-baru ini dipenggal ISIS, diberi panggilan Abu Saad. Hal ini membuat Goro terlihat 'tenang' saat benar-benar akan dieksekusi.

Dengan informasi ini, maka telah terungkap mengapa para tawanan asing ISIS yang akan dieksekusi terlihat sangat tenang dalam video propaganda mereka. (Baca: Kisah-kisah Unik di Muka Bumi)

Menurut Saleh, Emwazi adalah salah satu anggota ISIS yang paling dihormati kelompok teroris itu karena kesediaannya menghabisi para tawanan asing. 

" John (adalah) bos besar.. dia hanya memerintah sekali dan langsung dituruti anggota lainnya," kata Saleh.

Beri Komentar
Istri Akui Cemburuan, Daus Mini: Coverboy Sih Nggak ya