Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Mantan Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf (Liputan6.com/Dian Kurniawan)
Dream - Istri mantan Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, Fatma Saifullah Yusuf, dinyatakan positif terinfeksi Covid-19. Saat ini, Fatma menjalani perawatan intensif di RSUD dr Soetomo Surabaya.
" Terima kasih atensi yang begitu besar dari masyarakat luas atas dirawatnya istri saya Fatma Saifullah Yusuf, yang terpapar Covid-19, dan kini sedang menjalani perawatan intensif di RSU Dr Soetomo Surabaya," ujar Gus Ipul, dikutip dari Liputan6.com.
Menteri Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal di era pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono itu memohon doa kesembuhan untuk istrinya. Dia menuturkan Covid-19 dapat menimpa siapa saja tanpa pandang bulu.
" Bagi yang sudah terpapar, saya doakan agar segera bisa sembuh. Mari kita jaka kesehatan agar kita terhindari dari musibah ini," kata Gus Ipul yang kini mencalonkan diri dalam Pemilihan Wali Kota Pasuruan.
Mengetahui sang istri terpapar Covid-19, Gus Ipul juga sempat menjalani tes usap (swab test) PCR. Hasil tes memastikan Gus Ipul negatif Covid-19.
" Alhamdulillah, sore tadi saya sudah melakukan tes swab dan hasilnya negatif. Semoga kita semua selalu dalam lindungan Allah SWT," ujarnya.
Lebih lanjut, Gus Ipul mengingatkan masyarakat selalu berhati-hati. Juga selalu menerapkan protokol kesehatan secara disiplin.
Dream - Penularan Covid-19 di Indonesia masih terjadi hingga saat ini. Guna memutus rantai penularan tersebut, 3M yaitu memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak harus menjadi kebiasaan di masyarakat.
Tetapi ada yang tidak kalah penting, yaitu protokol 3T yaitu tracking, testing, dan treatment. Protokol ini harus diterapkan agar penyebaran Covid-19 dapat terlacak dan tertangani sedini mungkin.
" Diawali tracking adalah mencari orang-orang yang positif atau orang-orang kontak sehingga dia mendapatkan positif atau tidak," ujar Kepala Sub Bidang Tracking Satgas Covid-19, Kusmedi Priharto, dalam diskusi yang disiarkan channel YouTube BNPB.
Jika ditemukan kasus positif, kata Kusmedi, prosedur selanjutnya adalah karantina. Apabila didapat kasus positif bergejala berat, maka pasien yang bersangkutan dapat diisolasi oleh Pemerintah.
Kusmedi mengatakan pihaknya terus menjalankan deteksi terhadap orang-orang yang terkonfirmasi positif bergejala ringan. Dengan begitu, proses penyembuhannya dijalankan tanpa harus menggunakan obat.
" Tapi dengan cara meningkatkan daya tahan tubuhnya dengan melakukan olahraga, minum vitamin," kata dia.
Selain itu, Kusmedi meminta masyarakat untuk memeriksakan diri ke Puskesmas jika mengalami gejala tertentu. Pihak puskesmas juga diminta memberikan pengertian agar masyarakat tidak takut memeriksakan diri.
" Toh ini kan gratis, supaya diberikan anjuran dan betul-betul diperiksa supaya gejala yang ringan pun bisa tes Covid-19," kata Kusmedi.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya