Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Ilustrasi Jenazah (Foto: Shutterstock)
Dream - Baru-baru ini media sosial dihebohkan dengan video seorang pria membawa jenazah menggunakan sepeda motor. Video viral berdurasi 32 detik itu jadi perbincangan publik.
Belakangan diketahui, sepeda motor yang membawa jenazah itu melintas di Jalan Raya BTN, Karang Asem Barat, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor.
Merespons viralnya video pembawa jenazah menggunakan motor, pihak kepolisian pun melakukan penelusuran dan didapatkan bahwa pengendara motor tersebut merupakan warga Citeureup.
" Memang benar bahwa video itu terjadi di Citeureup. Petugas langsung mendatangi rumah yang bersangkutan," kata Kapolsek Citeureup Kompol Frederik Ricky Wowor, Selasa 24 November 2020.
Keterangan yang didapat pihak kepolisian, Jayadi Sanusi, sang orangtua membawa anaknya berinisial Muhammad Dito ke klinik Insani pada Juma, 20 November 2020, karena suhu tubuhnya tinggi.
Oleh dokter klinik, lanjut Ricky, pasien disarankan untuk kembali ke klinik dua hari kemudian atau Senin (22/11/2020).
Namun sehari setelah pemeriksaan awal, kondisi bocah berusia empat tahun itu semakin parah. Suhu tubuhnya masih tetap panas dan lemas.
" Hari minggunya orangtuanya membawa kembali anaknya ke klinik Insani," ujarnya.
Setibanya di klinik dan diperiksa, sang ayah mendapat kabar bahwa Muhammad Dito sudah dinyatakan meninggal dunia oleh tim dokter.
" Karena belum percaya anaknya sudah meninggal, bapaknya membawa jenazah almarhum ke rumah sakit dengan menggunakan sepeda motor," terangnya.
Ternyata di RS Permata Pertiwi pun dinyatakan demikian, anaknya sudah dalam keadaan meninggal dunia. Jayadi pun akhirnya pasrah setelah mendapat kabar tersebut.
Jayadi kemudian membawa jenazah Muhammad Dito ke rumahnya dengan menumpang sepeda motor milik saudaranya. Dengan balutan kain batik, jenazah anaknya dibopong sampai rumah.
Menurut Ricky, orangtua almarhum tidak sabar menunggu kendaraan mobil jenazah yang sedang disiapkan oleh pihak RS Permata Pertiwi.
Pada saat di jalan menuju rumah duka, ada pengendara yang merekam kemudian memviralkannya di media sosial.
" Pihak keluarga almarhum sendiri tidak mengetahui ada yang memvideokan bahkan sampai viral," ucapnya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam