Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Jemaah Umroh (Facebook @haramain.info)
Dream - Menteri Agama, Fachrul Razi mengutus perwakilan pemerintah untuk bertemu dengan otoritas Arab Saudi membahas rencana pelaksanaan haji 1442H/2021M. Pembahasan tersebut terjadi di sela pengawasan dan evaluasi penyelenggaraan umroh di masa pandemi Covid-19.
Salah satu hal yang dibahas yaitu mengenai kuota haji untuk Indonesia. Hingga saat ini Saudi belum memberikan keputusan terkait hal itu.
" Beberapa hari yang lalu, Pak Nizar (Sekretaris Jenderal Kemenag) dan Pak Oman (Oman Fathurrahman, Plt Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umroh Kemenag) menanyakan tentang itu (kuota haji). Jawaban mereka (Pemerintah Arab Saudi) masih terlalu dini untuk membicarakan tentang itu," ujar Fachrul, dikutip dari Kemenag.
Meski begitu, Fachrul mengatakan Pemerintah tetap bekerja menyiapkan pelaksanaan ibadah haji dengan kuota penuh. Meski tidak memungkiri ada tiga opsi yang disiapkan untuk haji di tengah pandemi yaitu kuota penuh, kuota dibatasi, atau tidak ada haji sama sekali.
" Kita semua berharap agar wabah ini segera berakhir, sehingga penyelenggaraan ibadah haji tahun 1442H/2021M dapat berjalan secara normal seperti penyelenggaraan ibadah haji pada tahun-tahun sebelumnya," kata Fachrul.
Plt Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umroh, Oman Fathurrahman, juga mengatakan Saudi belum menetapkan kriteria jemaah yang boleh berangkat haji. Khususnya mengenai batas usia.
" Ini penting disampaikan, karena beredar informasi di masyarakat bahwa usia jemaah haji akan dibatasi juga. Dengan ini kami sampaikan, bahwa hingga saat ini belum ada informasi pembatasan haji," kata dia.
Dream - Pandemi Covid-19 belum juga menunjukkan tanda-tanda berakhir. Kondisi ini berpengaruh terhadap sejumlah hal, khususnya pelaksanaan ibadah haji.
Menteri Agama, Fachrul Razi, mengatakan, hingga saat ini belum ada tanda-tanda dari Arab Saudi terkait pelaksanaan ibadah haji 2021. Tetapi, Kemenag mulai menjalankan upaya mitigasi.
" Sampai hari ini Pemerintah Indonesia belum mendapat tanda penyelenggaraan haji 2021. Saat ini telah dimulai mitigasi tahun depan dengan tiga opsi," ujar Fachrul, disiarkan channel YouTube DPR RI.
Opsi pertama, jemaah diberangkatkan dengan kuota penuh sebanyak 221 ribu. Opsi ini bisa dijalankan apabila pandemi Covid-19 dinyatakan telah berakhir.
Opsi ke dua, kata Fachrul, diberlakukan pembatasan kuota sesuai ketentuan dari Pemerintah Saudi. Opsi ini dipilih jika pandemi belum berakhir sekaligus belum tersedianya vaksin.
" Pembatasan kuota ini berdampak pada keberangkatan jemaah yang telah melakukan pelunasan BIPIH pada 2020. Tidak semua dapat diberangkatkan sesuai kriteria persyaratan yang ditetapkan pemerintah Arab Saudi," kata Fachrul.
Sedangkan opsi ke tiga pemberangkatan ibadah haji 2021 ditiadakan. Ini bisa terjadi jika Pemerintah Arab Saudi tidak memberikan kuota haji sama sekali untuk Indonesia tahun ini.
" Jemaah batal diberangkatkan jika Pemerintah Arab Saudi tidak memberikan kuota kepada Pemerintah Indonesia," ucap Fachrul.
Pada musim haji 2020, Indonesia memutuskan untuk tidak memberangkatkan jemaah akibat pandemi Covid-19. Hal ini menyusul tidak adanya keputusan resmi dari Saudi terkait penyelenggaraan ibadah haji.
Belakangan, Saudi akhirnya tetap menggelar haji namun dengan kuota yang sangat dibatasi. Jemaah yang boleh berhaji hanya warga Saudi dan ekspatriat yang sudah mukim atau berdomisili di wilayah kerajaan.
Dream - Kementerian Agama menggelar evaluasi pelaksanaan umroh di masa pandemi Covid-19. Saat ini, Arab Saudi menutup pengurusan visa umroh.
" Saat ini Pemerintah Arab Saudi sedang menutup proses visa dalam rangka melakukan evaluasi dan pengaturan terhadap penyelenggaraan ibadah umroh bagi jemaah Indonesia," ujar Plt. Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umroh Kemenag, Oman Fathurrohman, melalui keterangan tertulis.
Berdasarkan hasil pengawasan yang dilakukan di lapangan, Kemenag meminta biro travel Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umroh (PPIU) untuk melakukan persiapan lebih komprehensif dan menggiatkan edukasi kepada calon jemaah.
" PPIU yang akan memberangkatkan jemaah umroh pada masa pandemi Covid-19, harus mempersiapkan jemaahnya. Kuncinya edukasi. Jadi PPIU harus berikan edukasi secara intensif dan terperinci terkait prosedur pelaksanaan ibadah umroh saat pandemi," ucap Oman.
Oman mengatakan edukasi penting dilakukan sebelum jemaah berangkat umroh. Ini agar jemaah benar-benar memahami situasi baik Indonesia maupun di Arab Saudi.
Kepatuhan dan kedisiplinan terhadap protokol kesehatan dalam penyelenggaraan umroh diperlukan. Karena tujuannya agar jemaah aman dan tetap sehat selama beribadah umroh.
" Protokol kesehatan harus benar-benar dijalankan secara disiplin dan ketat untuk memastikan jemaah tetap sehat dan tidak terpapar Covid-19," kata dia.
Oman mengingatkan apabila ada satu jemaah saja sampai terkena Covid-19, maka dapat berdampak pada jemaah lain dalam satu rombongan. Apalagi jika jemaah sudah berada di Saudi.
Berdasarkan hasil pengawasan di lapangan, kata Oman, didapat sejumlah temuan seperti adanya prosedur pemeriksaan swab PCR saat karantina di hotel yang dijalankan ketika jemaah datang. Alasannya untuk memastikan jemaah bebas Covid-19 sebelum menjalankan ibadah umroh dan sholat di Masjidil Haram.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam