Hasil Test Swab Covid-19 Mandiri Rizieq Shihab

Reporter : Ahmad Baiquni
Senin, 23 November 2020 18:53
Hasil Test Swab Covid-19 Mandiri Rizieq Shihab
Informasi hasil tes swab Rizieq Shihab, Aziz terima dari Juru Bicara FPI Munarman.

Dream - Pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab beserta keluarga sudah menjalani tes swab Covid-19 secara mandiri. Hasil dari swab Rizieq Shihab menyatakan negatif Covid-19.

" Keterangan hasil test swab mandiri dari HRS dan keluarga kemarin, tadi dinyatakan negatif, alhamdulillah," kata pengacara FPI Aziz Yanuar dikutip dari Liputan6.com, Senin 23 November 2020.

Informasi hasil tes swab Rizieq Shihab, Aziz terima dari Juru Bicara FPI Munarman. Namun untuk bukti medisnya tidak bisa diungkap ke publik.

" Itu merupakan privasi dari HRS dan akan di disclose berdasarkan arahan dari beliau," tutur Aziz.

Diberitakan sebelumnya, usai menggelar sejumlah acara pasca-kepulangannya dari Arab Saudi, Pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab dikabarkan tengah sakit.

 

1 dari 6 halaman

Belum Pasti Kapan Dilakukan

Kanit Patroli Polsek Tanah Abang Kompol Margiyono mengatakan bersama sejumlah elemen keamanan lain mengunjungi kediaman Rizieq Shihab, Sabtu malam 21 November 2020. Kedatangannya ke sana tak ditemui langsung oleh pimpinan FPI itu.

" Tetapi tidak bisa langsung ketemu dengan beliau. Kami ketemu dengan salah satu petugas yang ada di situ, yaitu Ustad Yono," tutur Margiyono.

Petugas meminta Rizieq Shihab untuk melakukan swab test lantaran sakit usai menggelar kerumunan beberapa hari yang lalu. Saran itu, sebut Margiyono diterima pihak Rizieq, namun belum pasti kapan dilakukan.

" Belum ada jadwal itu, ya menerima saran kami cuman kapannya gitu atau mau atau tidak ya kami belum bisa belum ada jawaban" .

Sumber: Liputan6.com/Fachrur Rozie

2 dari 6 halaman

Massa Rizieq Shihab Positif Corona: 7 di Petamburan, 20 di Puncak, 50 di Tebet

Dream - Usai kedatangan pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab terjadi beberapa kali kerumunan.

Mulai dari penjemputan di Bandara Soekarno-Hatta, pernikahan putri Rizieq Shihab dan Maulid Nabi SAW di Petamburan, pengajian di Tebet, Jakarta Selatan, sampai peletakan batu pertama di Mega Mendung, Bogor. 

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo mengungkap, sejumlah kerumunan massa Habib Rizieq Syihab dinyatakan positif corona.

Doni meminta massa yang terlibat kerumunan, untuk proaktif memeriksakan diri ke puskesmas terdekat.

" Data yang diterima Satgas, per Kamis sore 19 November, untuk wilayah Petamburan Jakarta Pusat telah dilakukan swab terhadap 15 orang. Ada 7 orang positif Covid-19, termasuk Lurah Petamburan," ujar Doni dalam siaran tertulisnya, Jumat 20 November 2020.

Pemerintah juga telah memeriksa 559 orang dengan swab antigen dari kerumunan di Megamendung.

Sementara ini, data Jumat, ada 20 orang yang positif Covid-19.

" Laporan lain, terdapat 50 orang positif Covid 19 yang mayoritas berdomisili sekitar Tebet," ungkap Doni.

3 dari 6 halaman

Minta Kerjasama Masyarakat

Oleh karena itu, Doni mengharapkan kerja sama semua komponen masyarakat di berbagai daerah terutama di DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten, khususnya para ketua RT dan RW untuk menyampaikan pesan kepada yang kemarin ikut kerumunan, mulai dari penjembutan di Bandara Soekarno Hatta, kegiatan Maulid Nabi di Tebet, dan juga di Mega Mendung, serta acara terakhir di Petamburan.

" Pemeriksaan di Puskesmas tanpa dipungut biaya. Pemeriksaan ini sangat penting agar diketahui lebih dini. Jika ada yang positif bisa segera isolasi dan tempat isolasi disiapkan pemerintah. Silakan dengan kesadaran dan keikhlasan memeriksa diri ke Puskesmas, demi memutus mata rantai penularan untuk keselamatan bersama," kata Doni.

" Hari ini kami telah menyalurkan 2.500 swab antigen ke seluruh puskesmas yang berada di daerah-daerah yang berpotensi terjadi peningkatan kasus di DKI, Banten dan Jabar," tambah dia.

 
4 dari 6 halaman

Ingatkan Tablik Akbar di Gowa

Ketua Satgas Covid 19 Letnan Jenderal Doni Monardo meminta semua pihak mendapat pemahaman yang baik tentang ancaman virus Corona penyebab Covid-19. Pengetahuan akan bahaya Covid-19 harus terus ditingkatkan dan menjadi kesadaran setiap individu.

Hal tersebut disampaikan Doni Monardo saat melakukan kunjungan kerja kesiapsiagaan erupsi Gunung Merapi di Boyolali Jawa Tengah Jumat 20 November 2020 pagi.

Doni menceritakan, pengalaman sebelumnya saat kegiatan pertemuan Jamaah Tablik di Kabupaten Gowa Sulawesi Selatan pada Maret 2020. Apa dampaknya?

" Akibat kegiatan itu ribuan orang terpapar Covid 19. Baik yang berasal dari Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Tengah, Gorontalo, Sulawesi Selatan dan peserta dari Pulau Jawa," ujar mantan Sesjen Wantanas itu.

5 dari 6 halaman

Jadi Zona Merah Tertinggi

Pada Juni 2020 saat berkunjung ke Banjarmasin, Kepala Dinas Kesehatan Kalsel, menyampaikan bahwa ada 2.000 peserta asal Kalimantan Selatan yang ikut kegiatan Jamaah Tablik di Gowa, Sulawesi Selatan.

Dari 2.000 itu baru 900 orang yang melaporkan diri.

" Penjelasan dari Kepala Dinas Kesehatan Kalsel kepada saya bahwa tanggal 7 Juni 2020 ada korban 68 orang meninggal berasal dari mereka yang ikut kegiatan tersebut. Itulah yang membuat Kalsel menjadi zona merah, salah satu dari delapan provinsi dengan kasus tertinggi ketika itu," ungkap Doni.

6 dari 6 halaman

Virus Corona Ancaman Nyata

Oleh karena itu, lanjut dia, harus dipahami, Covid 19 adalah ancaman nyata. Bukan konspirasi dan bukan rekayasa.

Mereka yang menjadi korban adalah lansia, komorbid, (hipertensi, diabetes, jantung, ginjal dan sejumlah penyakit penyerta lainnya).

" Cara penularannya melalui droplet dan juga aerosol yaitu udara yang keluar pada saat kita berbicara. Makanya kita selalu diminta untuk menggunakan masker, menjaga jarak, dan juga sering mencuci tangan supaya tangan kita tidak menyentuh bagian dari wajah. Ini yang harus kita perhatikan," ungkap Doni.

Beri Komentar