Tak Patuh Prokes Nikahkan Anak Rizieq Shihab, Kepala KUA Tanah Abang Dicopot

Reporter : Ahmad Baiquni
Senin, 23 November 2020 16:50
Tak Patuh Prokes Nikahkan Anak Rizieq Shihab, Kepala KUA Tanah Abang Dicopot
Pencatatan nikah dilakukan dengan tidak menghiraukan penerapan protokol kesehatan.

Dream - Kementerian Agama mencopot Sukana dari jabatan sebagai Kepala Kantor Urusan Agama Kecamatan Tanah Abang. Sukana kini hanya salah satu penghulu yang bertugas di Jakarta Pusat.

" Sukana mulai hari ini tidak lagi mendapat mandat tugas tambahan sebagai Kepala KUA. Sukana dimutasi sebagai penghulu di Kemenag Jakarta Pusat," ujar Dirjen Bimas Islam, Kamaruddin Amin, melalui keterangan tertulis diterima Dream.

Kamaruddin mengatakan keputusan ini ditetapkan setelah tim Inspektorat Jenderal Kemenag menggelar investigasi.

Didapati temuan Sukana mengabaikan protokol kesehatan saat menjalankan tugas pencatatan pernikahan Muhammad Irfan dengan Najwa Shihab yang merupakan putri dari pemimpin FPI, Habib Rizieq Shihab, di Petamburan, Tanah Abang, pada 14 November 2020 lalu.

 

1 dari 5 halaman

Pelanggaran Ditindak Tegas

Menurut Kamaruddin, penerapan protokol kesehatan itu sudah jelas diatur dalam Surat Edaran Dirjen Bimas Islam Kementerian Agama Nomor P-006/DJ.III/Hk.00.7/06/2020 tanggal 10 Juni 2020 tentang Pelayanan Nikah menuju Masyarakat Produktif Aman Covid.

" Keputusan ini sejalan dengan komitmen Menag Fachrul Razi bahwa keluarga besar Kementerian Agama harus ketat dalam menjalankan protokol kesehatan demi menghindari penularan Covid-19 dalam melakukan pelayanan," kata Kamaruddin.

Sebelumnya, Kemenag juga memutasi Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Jombang. Penyebabnya, yang bersangkutan terbukti melanggar protokol kesehatan dengan menggelar pesta pernikahan menimbulkan kerumunan pada 4 Oktober 2020.

" Arahan Menag tegas dan jelas. Kelalaian atas pelaksanaannya pasti akan diberi tindakan tegas, karena dapat membahayakan orang banyak yang ada di tempat itu, dan juga akan membahayakan anak-anak dan keluarga mereka di rumah saat virus itu terbawa ke rumah," kata dia.

2 dari 5 halaman

Pencopotan Baliho Rizieq, Pangdam Jaya: Yang Mengkritik Tak Tahu Perjalanannya

Dream - Panglima Daerah Militer Jaya, Mayor Jenderal Dudung Abdurrachman, menjawab kritikan sejumlah pihak terkait instruksi pencopotan baliho pimpinan FPI, Habib Rizieq Shihab. Dia menyebut para pengkritiknya tidak tahu kronologis peristiwanya.

" Yang mengkritik itu tidak tahu perjalanannya, ceritanya, bagaimana penurunan baliho," ujar Dudung, dikutip dari Liputan6.com.

Dudung mengatakan baliho Rizieq sudah diturunkan Satpol PP dua bulan lalu dengan pengawalan dari TNI dan Polri. Tetapi, di lapangan terjadi penghadangan oleh massa FPI dan diminta untuk memasang kembali.

" Lah, emang dia siapa? Dia ini siapa? Organisasi apa? Pemerintah yang jelas-jelas Satpol PP kok. Pemerintah itu jelas organisasinya, strukturnya sudah jelas, kok bisa takut sama mereka? Mereka itu siapa?" kata Dudung.

Karena itulah, Dudung memerintahkan prajuritnya turun dan melakukan penertiban baliho. Meski ada kritik, Dudung mengatakan lebih banyak yang mendukung langkah tersebut.

" Saya tidak ingin ada keresahan-keresahan yang membuat aturan-aturan dia sendiri, ini negara hukum, harus ada ketetapan hukum yang benar," ucap Dudung.

Sumber: Liputan6.com/Nanda Perdana Putra

3 dari 5 halaman

Pangdam Jaya: Bukan Habib Kalau Ucapannya Tidak Baik

Dream - Pangdam Jaya, Mayjen TNI Dudung Abdurachman, mengritik materi ceramah habib dalam sebuah acara maulid Nabi Muhammad yang karena dia nilai kurang baik. Sebagai pemuka agama, harusnya seorang habib memberikan nasihat yang mencerahkan.

" Kalau katanya sebagai imam besar, kalau dibilang sebagai kiai atau habib, karena habib atau kiai itu selalu hatinya baik, pikirannya baik, ucapan baik, dan tindakan juga baik, jadi kalau ucapannya tidak baik, bukan habib atau kiai namanya," ucap Dudung di Jakarta, Jumat 20 November 2020.

Islam, tambah Dudung, tidak mengajarkan mencela atau menyerang sesama umat. Islam agama penuh kasih sayang, tidak pantas bila seorang ulama melempar perkataan buruk.

" Saya ini orang Islam, saya orang Muslim mengajarkan selalu Islam itu agama yang rahmatan lil 'alamin, agama yang mengajarkan tentang kasih sayang, untuk seluruh alam semesta bukan hanya manusia saja. Jangan asal bicara sembarangan," ucap dia.

Dudung mengungkapkan keperihatinan jika ada seorang habib di peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW menyelipkan bahasa-bahasa dan ucapan kotor di dalam ceramahnya. " Saya prihatin dan saya tidak terima sebagai orang muslim," ucap dia.

4 dari 5 halaman

Perintah Turunkan Baliho Rizieq

Sebelumnya Dudung menegaskan, pencopotan baliho bergambar pimpinan Front Pembela Islam Rizieq Shihab di beberapa titik Ibu Kota atas perintahnya.

Untuk diketahui, sebuah video berdurasi 11 detik memperlihatkan sekelompok orang berseragam loreng tengah menurunkan spanduk bergambar yang terpasang di baliho. Video itu beredar di media sosial.

" Ada berbaju loreng menurunkan baliho habib rizieq itu perintah saya," tegas Pangdam di Monas, Jakarta, Jumat 20 November 2020.

5 dari 5 halaman

Alasan Penurunan Baliho

Dudung juga menjelaskan alasan dibalik penurunan baliho tersebut. Langkah itu diambil berdasarkan hukum. Menurutnya, baliho yang terpasang itu menyalahi aturan.

" Karena brapa kali Satpol PP menurunkan, dinaikkan lagi. Perintah saya itu," ucap Dudung.

Dia pun meminta siapapun harus taat pada hukum, tanpa terkecuali. Karena itu Dudung meminta baik ormas ataupun pihak manapun untuk tidak sembarangan memasang baliho.

" Kalau siapapun di republik ini, ini negara hukum, harus taat kepada hukum, kalau masang baliho sudah jelas ada aturannya, ada bayar pajak, dan tempat ditentukan, jangan seenaknya sendiri, seakan akan dia paling benar," tegas Dudung.

Beri Komentar