Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Guguran Tebing Lava Gunung Merapi (Instagram @BPPTKG)
Dream - Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan aktivitas kegempaan di Gunung Merapi masih terjadi dengan intensitas cukup tinggi. Karakter gempa dangkal yang sering muncul membuat material lama tidak stabil dan terjadi keguguran.
Salah satunya terjadi pada Minggu, 22 November 2020. Tebing lava lama Gunung Merapi dilaporkan gugur dan berjatuhan.
Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 06.50 WIB dan terpantau dari CCTV pengamatan yang dipasang di Deles, Klaten, Jawa Tengah. Guguran ini juga tercatat pada seismogram dengan amplitudo 75 mm berdurasi 82 detik.
" Guguran tersebut merupakan guguran dari tebing lava 1954 yang berada di dinding kawah utara," ujar Kepala BPPTKG-PVMBG- Badan Geologi, Hanik Humaida, dalam instagram BPPTKG.
Menurut Hanik, material tebing jatuh ke dalam kawah. Saat ini, guguran tersebut tidak berpengaruh terhadap aktivitas Gunung Merapi.
Peristiwa ini, kata Hanik, merupakan kejadian biasa saat Gunung Merapi mengalami kenaikan aktivitas sebelum erupsi.
" Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan mematuhi rekomenasi dari BPPTKG serta arahan dari BPBD dan pemerintah daerah setempat," kata dia.
Selama pengamanan periode 22 November hingga pukul 24.00 WIB, terjadi 50 gempa guguran dan 81 kali gempa hembusan. Kemudian 342 gempa multifase, 41 gempa vulkanik dangkal, dan sekali gempa tektonik jauh.
Lihat postingan ini di Instagram
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam