Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Fungsi Penting 3T Dalam Penanganan Covid-19

Reporter : Ahmad Baiquni
Rabu, 25 November 2020 11:01
Fungsi Penting 3T Dalam Penanganan Covid-19
Protokol 3T dijalankan beriringan dengan 3M.

Dream - Penularan Covid-19 di Indonesia masih terjadi hingga saat ini. Guna memutus rantai penularan tersebut, 3M yaitu memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak harus menjadi kebiasaan di masyarakat.

Tetapi ada yang tidak kalah penting, yaitu protokol 3T yaitu tracking, testing, dan treatment. Protokol ini harus diterapkan agar penyebaran Covid-19 dapat terlacak dan tertangani sedini mungkin.

" Diawali tracking adalah mencari orang-orang yang positif atau orang-orang kontak sehingga dia mendapatkan positif atau tidak," ujar Kepala Sub Bidang Tracking Satgas Covid-19, Kusmedi Priharto, dalam diskusi yang disiarkan channel YouTube BNPB.

Jika ditemukan kasus positif, kata Kusmedi, prosedur selanjutnya adalah karantina. Apabila didapat kasus positif bergejala berat, maka pasien yang bersangkutan dapat diisolasi oleh Pemerintah.

 

 

1 dari 5 halaman

Tak Harus dengan Obat

Kusmedi mengatakan pihaknya terus menjalankan deteksi terhadap orang-orang yang terkonfirmasi positif bergejala ringan. Dengan begitu, proses penyembuhannya dijalankan tanpa harus menggunakan obat.

" Tapi dengan cara meningkatkan daya tahan tubuhnya dengan melakukan olahraga, minum vitamin," kata dia.

Selain itu, Kusmedi meminta masyarakat untuk memeriksakan diri ke Puskesmas jika mengalami gejala tertentu. Pihak puskesmas juga diminta memberikan pengertian agar masyarakat tidak takut memeriksakan diri.

" Toh ini kan gratis, supaya diberikan anjuran dan betul-betul diperiksa supaya gejala yang ringan pun bisa tes Covid-19," kata Kusmedi.


Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

2 dari 5 halaman

Terungkap Penyebab Pasien Covid-19 Terlambat Tahu Tertular Corona

Dream - Penyakit Covid-19 masuk kategori berbahaya. Tetapi, tidak sedikit orang yang ternyata tidak menyadari jika virus Sars-Cov2 telah bersemayam di dalam tubuhnya.

Kondisi ini menjadi sebab banyaknya pasien yang terlambat mendapat penanganan medis. Dokter penyintas Covidd-19, Twindy Rarasati mengatakan semua orang harus mengetahui jika memeriksakan diri ketika mengalami gejala pada tubuh sangat penting dilakukan.

" Ada banyak sekali gejala yang ditimbulkan dari Covid-19, oleh karena itu selalu aware dengan apapun yang dirasakan oleh tubuh kita," ujar dokter Twindy.

Menurut Twindy, masyarakat umumnya merasa sehat hanya karena tidak mengalami gejala demam. Padahal gejala terinfeksi Covid-19 tidak hanya demam.

 

3 dari 5 halaman

Konsumsi Informasi yang Benar

Selain itu, Twindy juga menekankan pentingnya masyarakat berpegang pada informasi mengenai Covid-19 yang selalu diperbarui. Terutama yang berkaitan dengan protokol kesehatan dan vaksin.

" Protokol Kesehatan dan tanggung jawab diri yang tinggi tetap harus kita lakukan untuk bisa keluar dari pandemi ini. Perbarui ilmu dan informasi ini terus menerus, karena dinamikanya cepat, apalagi nanti saat vaksin sudah ditemukan," kata Twindy.

Lebih lanjut, Twindy mengatakan masyarakat perlu mengonsumsi informasi yang benar dan berasal dari narasumber terpercaya. Ini agar masyarakat menerima informasi yang benar, bukan hoaks yang menyesatkan.

Saat ini vaksin menjadi hal yang sangat diharapkan. Tetapi, kata Twindy, masyarakat tidak menggantungkan sepenuhnya penanganan Covid-19 pada vaksin.

" Tetap harus ada protokol kesehatan dan melindungi diri sendiri yang adalah tanggung jawab kita. Saring dan jadilah kritis dalam setiap pemberitaan jangan sampai termakan hoaks," ucap Twindy, dikutip dari Covid19.go.id.

 

Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

4 dari 5 halaman

Paru-paru Pasien Covid-19 Sembuh Dapat Pulih Sepenuhnya

Dream - Pasien penyintas Covid-19 ada yang mengalami penurunan fungsi paru. Fakta itu memang terjadi, namun tidak semua mengalaminya.

Dokter spesialis penyakit dalam, Dirga Sakti Rambe, menjelaskan, penurunan fungsi paru pada penyintas Covid-18 tidak sepenuhnya benar. Dia menyebut kondisi itu hanya bisa terjadi pada pasien bergejala berat.

" Jadi sebenarnya tergantung kondisi Covid-19. Kalau kena Covid-19 yang berat, artinya masuk ICU pakai ventilator memang sangat mungkin ada gangguan atau penurunan fungsi paru," ujar Dirga, dalam diskusi virtual yang disiarkan channel YouTube FMB9ID_IKP.

Beda halnya untuk pasien dengan gejala sedang dan ringan. Menurut Dirga, fungsi paru untuk pasien kategori ini dapat kembali normal usai menjalani perawatan.

Kondisi ini juga bisa terjadi pada pasien yang sudah sembuh tetapi masih mengalami gejala ringan.

" Teman-teman yang pernah Covid-19 ringan atau sedang itu sangat mungkin, besar sekali kemungkinan paru-parunya kembali pulih 100 persen," ucap Dirga.


Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

5 dari 5 halaman

BPOM Beri Sinyal Positif Soal Penggunaan Vaksin Covid-19 di Masa Darurat

Dream - Badan Pengawas Obat dan Makanan memberikan sinyal positif terkait penerbitan Emergency Use Authorization (EUA) untuk vaksin Covid-19. Proses tersebut saat ini sedang berjalan.

" Badan POM nanti akan memberikan EUA pada waktunya," ujar Kepala BPOM, Penny Lukito, disiarkan channel YouTube Sekretariat Presiden.

Penny mengatakan saat ini lembaganya sedang menjalanankan analisa terhadap vaksin buatan Sinovac. Dia juga menyebut uji klinis tahap tiga atas vaksin itu sudah selesai dijalankan.

" Alhamdulillah aspek keamanan dalam uji klinik pantauannya baik, aspek mutu dari vaksin Sinovac juga baik," kata dia.

Penny menyatakan pemerintah berkomitmen menjalankan vaksinasi dengan vaksin yang telah memenuhi khasiat, keamanan, dan keefektivan. Hal ini juga juga menjadi komitmen BPOM dalam menjalankan analisa.

" Sekarang kita sedang menunggu proses analisa sehingga aspek keamanan bisa kita dapatkan dan kita bisa berikan UEA sehingga vaksinasi bisa kita jalankan," kata Penny.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo meminta kepastian mengenai datangnya vaksin Covid-19. Ini agar perencanaan vaksinasi dapat disusun dan dijalankan.

 

Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

 

Beri Komentar