Nenek 100 Tahun Tewas Usai Percobaan Perkosaan Oleh Tetangga

Reporter : Arini Saadah
Rabu, 25 November 2020 06:02
Nenek 100 Tahun Tewas Usai Percobaan Perkosaan Oleh Tetangga
Seorang nenek berusia 100 tahun di India meninggal dunia karena syok akibat serangan pemerkosaan terhadapnya.

Dream – Seorang nenek berusia 100 tahun di India meninggal dunia karena syok akibat serangan percobaan pemerkosaan terhadap dirinya.

Seorang pria yang tidak lain adalah tetangganya dijatuhi hukuman seumur hidup di balik jeruji penjara. Akibat dari tindakan itu, sang nenek mengalami kemalangan.

Kejadian itu terjadi saat tahun 2017 silam. Ketika itu, Ankit Punia dalam kondisi mabuk mendobrak pintu masuk rumah tetangganya, yakni seorang nenek. Ia mencoba melakukan pelecehan seksual bahkan hendak memerkosanya.

Cucu nenek itu mendengar teriakan sang nenek yang meminta tolong atas perbuatan bejat Ankit Punia.

Kemudian si cucu bergegas menghampiri neneknya yang sudah terbaring lemas di tempat tidur. Namun si pelaku melarikan diri. Korban syok berat hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia di rumah sakit.

1 dari 2 halaman

Syok Berat

 Pada awalnya pengadilan Meerut di Uttar Pradesh, India menjatuhkan hukuman penjara seumur hidup kepada pelaku pada Jumat kemarin karena percobaan pemerkosaan.

Komunitas umat Hindu juga sebenarnya telah melaporkan kejadian itu pada malam hari 29 Oktober 2017 di Desa Raghunathpur.

Perwakilan dari komunitas umat Hindu, Garg mengatakan di pengadilan bahwa cucu nenek tersebut telah membunyikan alarm dan hampir berhasil menangkap pelaku yang berusia sekitar 30-an. Namun pelaku berhasil meloloskan diri.

“ Cucu itu membunyikan alarm dan menangkap Ankit, berusia pertengahan 30-an, tapi dia berhasil melarikan diri,” jelasnya di hadapan hakim.

Menurut penjelasannya, korban langsung di bawa ke rumah sakit. Namun keesokan harinya nenek tersebut dinyatakan meninggal dunia saat dilakukan pemeriksaan kesehatan.

“ Laporan yang lain menyebutkan korban memang sudah sakit karena masalah usia, dan ia meninggal karena syok berat akibat penyerangan itu,” lanjutnya.

2 dari 2 halaman

Hakim Putuskan Hukuman Ringan

 

Sementara itu, pengacara terdakwa mengatakan keluarga korban telah berhutang sebanyak Rp 18,9 Juta kepada kelaurga Ankit Punia. Ia berpendapat kasus itu diajukan hanya supaya keluarga korban tidak mau membayar hutangnya. Bahkan berhasil mendapatkan kompensasi dari pemerintah.

Tetapi Garg pun melanjutkan penjelasannya bahwa tidak ada bukti tertulis yang menyatakan hutang itu, sehingga hakim tidak bisa mempertimbangkan argumen pengacara terdakwa.

“ Karena dia tidak dapat menunjukkan bukti documenter apapun, hakim yang terhormat tidak perlu mempertimbangkan argumennya. Tidak ada motif. Dia mabuk berat, dia tidak bisa menahan dorongan seksualnya,” jelasnya.

“ Hal itu sama dengan yang dilakukan beberapa orang mesum yang menyerang bayi dan anak-anak,” lanjutnya.

Hakim pun akhirnya memutuskan bahwa tindakan pelaku adalah sangat keji. Namun pada sidang terakhir, hakim menjatuhkan hukuman yang lebih ringan. Tentu saja hal ini sangat membuat kecewa masyarakat khususnya keluarga korban.

 

Sumber: Daily Star