Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Diskusi Bertajuk 'Ada Rente Di RUU Pertembakauan & Industri Rokok' (Dream)
Dream - Wacana kenaikan harga rokok menimbulkan perdebatan di masyarakat. Dalam dinamika yang berkembang, pro dan kontra muncul.
Isu kenaikan harga rokok tersebut berkembang bak bola liar. Meski begitu, pengacara Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) Julius Ibrani mengatakan masyarakat harusnya lebih mendalami berkembangnya isu ini.
" Isu yang sebenarnya lebih dari itu," kata Julius dalam sesi diskusi bertajuk 'Ada Rente di RUU Pertembakauan dan Infustri Rokok' yang digelar di Gedung Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Kamis, 25 Agustus 2016.
Menurut dia, ada tiga poin penting yang luput dari perhatian publik. Tiga poin tersebut adalah pelanggaran hukum dalam diusulkannya Rancangan Undang-undang (RUU) Pertambakauan, minimnya sosialisasi dan transparansi RUU Pertambakauan, dan ketiga, munculnya dugaan kunjungan kerja oleh anggota DPR.
Dia curiga kemunculan RUU Pertembakauan sebagai bentuk akomodasi dari industri rokok semata. Sebab, dari alur yang dia pelajari, RUU tersebut dapat meningkatkan empat kali keuntungan industri tembakau.
" Padahal isinya, hal-hal yang terkait pertembakauan telah dibahas pada 14 UU lainnya," ucap dia.(Sah)
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

