Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Merdeka.com)
Dream - Satuan Tugas Penanganan Covid-19 melaporkan kasus kematian akibat infeksi Covid-19 meningkat 35,6 persen dalam sepekan terakhir. Data ini merupakan perbandingan antara periode 23-29 November 2020 dengan sepekan sebelumnya atau 16-22 November 2020.
" Angka kematian pada pekan ini mengalami kenaikan sebesar 35,6 persen atau dari 626 menjadi 835 kematian dalam satu minggu," kata Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Wiku Bakti Bawono Adisasmito, dalam konferensi pers, Selasa 1 Desember 2020.
Jawa Tengah menjadi provinsi yang melaporkan kenaikan kasus kematian Covid-19 terbanyak di Indonesia. Di provinsi ini terjadi peningkatkan kasus meninggal hampir 2,5 kali lipat dari pekan sebelumnya.
Kasus meninggal di Jateng pada pekan terakhir November 2020 sebanyak 192 kasus atau meroket 134,1 persen dari 82 kasus pada pekan sebelumnya.
Provinsi kedua dengan jumlah peningkatan kasus kematian terbesar kedua adalah Jawa Timur yang naik 67,2 persen dari 134 menjadi 224 kasus kematian.
Namun jika melihat dari persentase kenaikan, Banten menjadi daerah dengan peningkatan cukup tinggi yakni 17 kali lipat dari 0 kasus menjadi 17 kasus kematian.
Diikuti Kalimantan Timur yang bertambah 8 kali lipat dari 2 menjadi 18 kasus kematian. Kemudian Kepulauan Riau naik 4 kali lipat dari 3 menjadi 15 kasus kematian.
Meski peningkatannya sampai berkali-kali lipat, jumlah kasus kematian akibat Covid-19 ini memang jauh dibawah Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Menurut Wiku, peningkatan kasus kematian disebabkan perawatan terhadap pasien positif Covid-19 di fasilitas kesehatan belum maksimal.
" Saya meminta kepada daerah yang mencatat kenaikan kasus kematian untuk mengevaluasi penanganan pasien Covid-19 di fasilitas kesehatan," sambungnya.
Wiku juga meminta kepala daerah lima provinsi yang mengalami peningkatan kasus kematian segera memetakan masalah yang menghambat upaya penanganan pasien Covid-19. Jika mengalami kendala, kepala daerah harus berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan Satgas pusat.
Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.
Dream - Presiden Joko Widodo meminta para menteri dan sejumlah lembaga terkait untuk terus fokus pada penanganan Covid-19, menyusul terjadinya lonjakan kasus sangat tinggi dalam beberapa hari terakhir, terutama di Jawa Tengah dan DKI Jakarta.
" Saya ingatkan ada dua provinsi yang menurut saya perlu perhatian khusus karena peningkatan dalam minggu ini, dalam dua hingga tiga hari ini peningkatannya sangat drastis sekali, yaitu Jawa Tengah dan DKI Jakarta," ujar Jokowi dalam rapat terbatas, Senin 30 November 2020.
Jokowi juga meminta Menteri Dalam Negeri untuk mengingatkan para gubernur, bupati, dan wali kota, agar benar-benar memegang penuh kendali di wilayah masing-masing. Terutama berkaitan dengan penanganan pandemi Covid-19 serta masalah ekonomi.
" Tugas kepala daerah melindungi keselamatan warganya dan sudah saya sampaikan, keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi dengan memegang angka-angka kasus, kasus aktif, angka kesembuhan, angka kematian, dan indikator-indikator ekonmi yang ada," kata Jokowi.
Jokowi menambahkan, menurut data per 29 November 2020, kasus aktif di Indonesia mengalami peningkatan menjadi 13,41 persen. Angka tersebut memang masih lebih baik dibandingkan rata-rata dunia namun meningkat dibandingkan pekan sebelumnya.
" Tetapi hati-hati ini lebih tinggi dari rata-rata minggu yang lalu. Minggu yang lalu masih 12,78 sekarang 13,41," kata Jokowi.
Kondisi yang sama terjadi pada data kesembuhan. Jokowi mengatakan tingkat kesembuhan di Indonesia turun menjadi 83,44 persen dibandingkan pekan sebelumnya sebanyak 84,03 persen.
" Ini semuanya memburuk semuanya, karena adanya tadi, kasus yang memang meningkat lebih banyak di minggu-minggu kemarin," kata dia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya