Jemaah Umroh Terlantar di Jeddah, Kemenag Panggil Biro Travel

Reporter : Muhammad Ilman Nafi'an
Rabu, 2 Januari 2019 18:03
Jemaah Umroh Terlantar di Jeddah, Kemenag Panggil Biro Travel
Kemenag akan mencabut izin biro travel jika kedapatan melanggar izin.

Dream - Direktorat Bina Umroh dan Haji Khusus Kementerian Agama (Kemenag) segera bereaksi usai terima laporan 25 jemaah umroh asal Jakarta yang terlantar di Jeddah, Arab Saudi.

Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus, Arfi Hatim mengatakan, hari ini rencananya Kemenag akan memanggil PT Yasmira selaku Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) dan PT Edipeni selaku penyedia visa umroh.

" Hari ini kami panggil keduanya untuk dimintai penjelasan dan klarifikasi," ujar Arti, dalam keterangan resminya, Rabu, 2 Januari 2019.

Arfi mengatakan, 25 jemaah itu berangkat ke Tanah Suci pada 23 Desember 2018 pukul 14.25 WIB menggunakan maskapai Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA 970 menuju Madinah.

" Mereka (jemaah) dijadwalkan pulang dari Saudi tanggal 29 Desember 2019 dengan transit terlebih dahulu di Turki. Rencananya, tiba di Jakarta pada 3 Januari 2019," ucap dia.

Arfi berujar, keberangkatan 25 jemaah umroh itu difasilitasi oleh PT Yasmira yang berada di Medan, Sumatera Utara. Tetapi, dalam penyelidikannya, para jemaah diketahui membayar paket umroh sebesar Rp35 juta kepada Bahira Travel, perusahan dengan status non Penyelenggara Perjalanan Ibadah Haji (PPIU) atau ilegal.

Jika terbukti melakukan kesalahan, PT Yasmira dan Bahira Travel akan mendapat sanksi pencabutan izin.

Selain dua perusahaan itu, jika ada kesalahan prosedur dalam menerbitkan visa, PT Edipeni akan mendapat sanksi larangan menjadi pengesahan kontrak provider visa untuk paling lama dua kali musim umroh. PT Edipeni juga diminta untuk memastikan jemaah umroh sampai di Indonesia pada 3 Januari 2018.

" Selaku pihak yang menerbitkan visa, PT Edipeni berkewajiban untuk memulangkan mereka," kata Arfi. (ism) 

Beri Komentar