Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Presiden Joko Widodo (Foto: Setkab.go.id)
Dream - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendorong generasi muda kreatif untuk terus berinovasi saat masa Revolusi Industri 4.0. Jokowi mengatakan, distrupsi yang terjadi harus dimanfaatkan generasi muda untuk menjadi bagian dari ekonomi digital baru.
" Inilah terbukanya kesempatan bagi yang kecil untuk mencuri kesempatan dalam situasi seperti ini, membuka kesempatan bagi anak-anak muda yang kreatif, yang inovatif untuk menyalip di tikungan," kata Jokowi, dikutip dari laman setkab.go.id, Jumat, 7 Desember 2018.
Jokowi mengatakan, modal yang dibutuhkan untuk menyonsong era revolusi industri 4.0 adalah kerja keras yang inovatif dan berani bermimpi besar.
" Saya kira kalau penguasaan teknlogi anak-anak muda kita sudah nggak kalah dan orientasinya adalah sociopreneur, memecahkan masalah-masalah yang ada di masyarakat, mencarikan solusi-solusi yang ada di masyarakat," ucap dia.
Jokowi meminta inkubator, akselerator, dan institusi mulai memperbanyak start-up. Tapi, dia mengingatkan, ekosistem yang online yang tumbuh, tetap perlu memperhatikan pasar offline-nya.
" Dua-duanya ini harus berkolaborasi, nggak bisa hanya urusan yang online saja, enggak bisa," ujar dia.
Jokowi mengatakan, pemerintah tidak dapat dan tidak mungkin menyentuh ekosistem digital ini. Upaya ini membutuhkan orang-orang yang memiliki jiwa entreprenuership yang kuat.
" Yang memiliki pengetahuan bagaimana membangun brand, yang memiliki pengetahuan bagaimana mengemas sebuah produk, sehingga ada value di situ," kata dia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya