Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Presiden Joko Widodo (Foto: Istimewa)
Dream - Jokowi mengatakan bahwa proses evakuasi warga negara Indonesia (WNI) di China akan dilakukan Menteri Luar Negeri Retno L Marsudi dan kementerian terkait.
" Kemarin sore sudah kami putuskan dalam rapat terbatas bahwa saya sudah perintahkan untuk segera mengevakuasi warga negara Indonesia yang ada di Wuhan dan sekitarnya. Ini dikoordinir oleh Menteri Luar Negeri bersama seluruh menteri terkait," kata Jokowi, dikutip dari Liputan6.com, Jumat 31 Januari 2020.
Presiden bernama lengkap Joko Widodo tersebut menambahkan, selain Indonesia, negara lain juga ingin mengevakuasi warganya dari China. Antrean evakuasi WNI di China, kata dia, sudah berada di depan.
" Masih dalam proses. Masih kita proses karena yang ingin evakuasi bukan hanya Indonesia saja. Tetapi antrean kita sudah di depan," ujar dia.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno Marsudi, mengungkap rencana evakuasi WNI yang masih terjebak di provinsi Hubei, China. Para WNI sejak pekan lalu sudah memohon untuk segera dijemput pemerintah.
Retno berkata evakuasi akan dilakukan dalam 24 jam dan tanpa transit.
" Keberangkatan pesawat penjemput bersama tim akan dilakukan dalam waktu kurang dari 24 jam dengan pesawat berbadan lebar agar semua WNI yang bersedia dievakuasi dapat diterbangkan secara langsung tanpa melalui transit," ujar Retno.
Otoritas China disebut telah menggelar clearance untuk tim evakuasi yang akan menolong WNI. Tetapi, Retno tak menjelaskan di mana pesawat akan mendarat.
Sesampainya di Indonesia, maka WNI Wuhan akan melalui pengecekan kesehatan.
" Persiapan di beberapa titik di Hubei terutama di Wuhan saat ini terus berjalan sementara itu persiapan penerimaan di Indonesia juga terus dilakukan sesuai prosedur dan protokol kesehatan yang berlaku," kata Retno.
Sumber: Liputan6.com/Lizsa Egeham
Dream - Wabah virus coronan yang telah ditetapkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebagai darurat kesehatan global memicu kepedulian masyarakan dunia. Donasi dan bantuan datang dari berbagai negara.
Sumbangan yang diberikan tersebut datang dalam beragam bentuk dan cara yang berbeda. Salah satunya dilakukan seorang pekerja rumah sakit yang menunjukan rasa kemanusiannya terhadap para korban.
Menurut Shanghaiist, Chen, seorang pekerja rumah sakit di Sichuan semula akan pergi ke Nepal untuk berlibur sebelum wabah virus corona menjadi serius.
Ketika virus mulai menyebar dengan cepat, rekan kerja memberitahunya bahwa mereka khawatir akan kekurangan masker.
Chen kemudian mengambil inisiatif untuk membantu situasi tersebut. Dia memutuskan untuk menunda liburannya.
Dia memutuskan pergi ke apotek lokal di dekat hotelnya dan memborong semua masker yang berjumlah 5.800 lembar.
Ribuan masker yang dibeli itu membuat koper Chen sampai tidak muat menampungnya. Namun Chen tidak kehilangan akal.
Dia mengeluarkan beberapa pakaian dan memasukkan empat plastik penuh masker ke dalamnya.
Masker berjumlah ribuan itu rencananya akan dibagikan kepada penduduk Sichuan sebagai antisipasi menghindari tertular virus corona.
(sah, Sumber: World of Buzz)
Dream - Tak semua pahlawan memakai jubah. Peribahasa itu ingin menggambarkan banyaknya `pahlawan` yang memiliki latar belakang manusia biasa.
Kondisi inilah yang terjadi di China beberapa hari terakhir. Ada banyak `pahlawan` yang merelakan tenaga dan keselamatannya demi membantu orang lain.
Seorang pria yang tak diketahui namanya, meninggalkan sebanyak 500 masker untuk menghadang penyebaran virus Corona Wuhan. Dia meninggalkan kotak masker tersebut di resepsionis.

Si pemberi masker pergi begitu saja (Foto: CGTN)
Usai meninggalkan kotak masker itu, dia bergegas pergi dari kantor polisi. Seorang polisi yang awalnya curiga mengejarnya.
Tapi, si lelaki terus berlari dan meninggalkan kantor polisi. Dua orang polisi yang berjaga kemudian memberikan hormat kepadanya.
Dilaporkan CGTV, aksi lelaki yang terekam kamera keamanan ini terjadi di sebuah kantor polisi di timur China, kota Liu'an, Provinsi Anhui. Peristiwa ini terjadi pada 27 Januari 2020.
Provinsi Anhui disebut berbatasan langsung dengan Provinsi Hubei. Pusat kota Hubei, Wuhan, diduga menjadi awal mula penyebaran virus 2019-nCoV.
Berdasarkan data terbaru, Rabu, 29 Januari 2020 pukul 17.20 WIB, sebanyak 132 orang menjadi korban virus Corona Wuhan. Sementara itu, 6.057 orang dilaporkan terinfeksi.
China masih menjadi wilayah terbesar pengidap virus ini. Sebanyak 5.970 orang dilaporkan terinfeksi.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya