Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Foto: Astroboys2019
Dream - Jumlah pasien terinfeksi virus Corona di China semakin meningkat, khususnya di Wuhan, kota pertama yang dilanda wabah mematikan ini.
Data terbaru pada Jumat 31 Januari 2020, virus yang juga dikenal dengan 2019-nCov itu yelah menginfeksi 9.776 orang di sekujur Bumi ini. Sebanyak 213 di antaranya meninggal dunia.
Kasus infeksi virus Corona terbanyak berasal dari Wuhan. Pemerintah China pun terus berupaya mengirim ribuan pekerja medis untuk memerangi virus mematikan tersebut.
Dua rumah sakit dibangun khusus menampung pasien terinfeksi. Rumah sakit pertama dibangun dengan kapasitas mencapai 1000 pasien. Rumah sakit ke dua bisa menampung hingga 1.300 pasien yang terjangkit virus corona.
Ribuan petugas medis berjibaku menyelamatkan warga yang terinfeksi. Foto-foto di bawah ini memperlihatkan persiapan para petugas medis di shift kerja pertama mereka usai di kirim ke Wuhan. Dan juga bagaimana beratnya pekerjaan yang mereka lakukam.
Dilansir oleh boredpanda.com, yuk intip foto-foto perjuangan para petugas medis Wuhan di bawah ini:
Para petugas medis di Wuhan harus rela rambutnya di potong agar meminimalisir penularan virus.

Image credits: Astroboys2019

Image credits: Astroboys2019

Image credits: Astroboys2019

Image credits: Astroboys2019

Image credits: Astroboys2019

Image credits: Astroboys2019

Image credits: Astroboys2019

Image credits: Astroboys2019
Petugas medis di China diwajibkan untuk mengenakan seragam proteksi. Mereka juga harus menamai seragamnya masing-masing agar tak tertukar satu sama lain.

Image credits: Astroboys2019

Image credits: Astroboys2019
Tak lupa mereka juga mengenakan perlengkapan lain, seperti masker dan kacamata

Image credits: Astroboys2019

Image credits: Astroboys2019

Image credits: Astroboys2019

Image credits: Astroboys2019

Image credits: Astroboys2019

Image credits: Astroboys2019

Image credits: Astroboys2019

Image credits: Astroboys2019

Image credits: Astroboys2019
Petugas medis di China mendapat tekanan yang luar biasa. Banyak terlihat petugas medis bisa tertidur dimana saja karena kelelahan.

Image credits: Astroboys2019

Image credits: Astroboys2019

Image credits: Astroboys2019

Image credits: Astroboys2019
Dream - Pesatnya penyebaran virus corona telah menyebabkan munculnya rasa frustasi dari tenaga medis di Tiongkok. Setelah viral seorang perawat yang menangis histeris, kini laman sosial media kembali melihat pria diduga dokter yang marah-marah saat melakukan sambungan telepon.
Saking emosional dengan kondisi yang dihadapinya, dokter yang mengenakan kacamata dan masker itu tak kuasa lagi menahan tangis saat menelepon.
Untuk diketahui, Wuhan saat ini memiliki 11 juta penduduk. Sejumlah rumah sakit di kota tersebut kewalahan melayani banyaknya jumlah pasien yang terus berdatangan.
Cepatnya penularan virus 2019-NCoV membuta para tenaga medis juga rentan terpapar. Terbukti, seorang dokter dikabarkan meninggal dunia setelah bekerja keras membantu pasien terinfeksi virus corona.
Kelelahan dan kecemasan petugas medis di Wuhan juga dialami dokter di video berikut ini.
Dimana terekam seorang dokter menangis di sela menghadapi banyaknya pasien akibat terkena virus corona.
Dari video terlihat dokter yang tak diketahui namanya itu tengah berbicara dengan seseorang lewat sambungan telepon.
Dikutip dari World Of Buzz, sambil menangis dokter itu mengatakan bahwa dirinya juga ingin bertahan hidup.
" Saya ingin bertahan hidup juga, tetapi ada begitu banyak orang yang berbaring di tanah," kata dokter dalam rekaman video tersebut.

Diketahui bahwa dokter itu tengah mencoba untuk menghubungi ketua rumah sakit.
" Kapan kami bisa melihatmu? Bagaimana kita bisa pulang dan menghabiskan waktu bersama keluarga kita untuk Tahun Baru Imlek? Apa yang kamu lakukan?" ucapnya.
Melihat dokter itu dalam kondisi emosional, seorang wanita yang diduga rekannya berusaha menenangkannya.
Namun sang dokter seakan tak menghiraukannya. Ia malah berteriak kepada wanita itu.
" Kami ingin hidup! Lihat situasi ini!," ujar dokter sambil berteriak.
Dokter itu berteriak makin keras hingga seorang wanita menegurnya.
" Jangan ribut...," imbau seorang perawat.
" Saya tidak membuat keributan! Ada begitu banyak orang sakit di atas ranjang, apa yang kita lakukan?!," balas dokter lagi.
Berikut videonya:
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya