Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Penanganan Pasien Diduga Terjangkit Virus Corona
Dream - Kementerian Agama mempersilakan Asrama Haji Batam digunakan sebagai lokasi isolasi pasien yang diduga terjangkit virus corona. Diketahui, ada delapan anak buah kapal MV Mavemaster 6 yang kini diisolasi di penampungan calon jemaah haji tersebut.
" Bisa dipakai untuk kepentingan publik. Seperti kemarin ada gempa evakuasi dan sama juga kalau ada itu (isolasi) kita bisa bikin evakuasi dengan cara memperhatikan jalan keluar untuk mengatasi corona itu tadi," ujar Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umroh Kemenag, Nizar Ali, di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis 30 Januari 2020.
Delapan ABK tersebut merupakan warga Batam. Saat ini mereka sedang diperiksa secara intensif di Rumah Sakit Umum Daerah Embung Fatimah di Batu Aji.

Dirjen PHU Kemenag, Nizar Ali (Dream.co.id/ Muhammad Ilman Nafi'an)
Nizar meyakini Asrama Haji Batam akan kembali aman usai digunakan untuk isolasi. Sebabnya, tim Kementerian Kesehatan juga melakukan sejumlah langkah mulai dari pengecekan hingga sterilisasi.
" Aman, kalau enggak aman nanti kita pindahkan," ucap Nizar.
Meski demikian, Nizar mengaku belum mengetahui seberapa lama Asrama Haji Batam akan digunakan sebagai tempat isolasi virus corona. " Kalau detail saya enggak paham. Mungkin sementara," kata dia.
Dream - Penyebaran cepat virus corona baru, 2019-NCoV- memaksa organisasi kesehatan dunia (WHO) menggelar pertemuan darurat pada hari ini, Kamis, 30 Januari 2020 waktu setempat.
WHO akan mengkaji kemungkinan penetapan wabah corona dalam status darurat internasional setelah jumlah orang terinfeksi virus Corona melebihi SARS yang jadi epidemi pada 2002-2003 lalu.
Para ahli mengutip laman washingtonpost, Kamis, 30 Januari 2020 menilai pengembangan vaksin untuk mencegah virus corona kemungkinan masih akan memakan waktu lama.
Saat ini sejumlah sekolah di Beijing telah diliburkan dan warga asing dievakuasi dari Wuhan, pusat penyebaran wabah corona.
Sejumlah negara di dunia juga telah melarang penerbangan ke China. Di Amerika, maskapai dilarang terbang selama Februari-Maret 2020.
Mengutip data terbaru Wuhan Coronavirus Global Cases buatan John Hopkins University per 29 Januari 2020 jam 09.00 malam, sebagaimana diakses pada 30 Januari 2020 pukul 10.36 WIB, mencatat total infeksi terkonfirmasi sebanyak 7.783 kasus.
(Baca: Update Wabah Virus Corona: 7.783 Terinfeksi, 170 Meninggal, 133 Sembuh)
Kasus terbanyak masih berada di Provinsi Hubei, China, dengan jumlah 4.586. Jumlah kematian tercatat mencapai 170 jiwa. Tetapi, kasus pasien sembuh dilaporkan juga meningkat sebanyak 133 jiwa.
Hingga saat ini, China masih menjadi negara dengan jumlah infeksi corona terbanyak, mencapai 7.678 kasus. Negara berikutnya dengan kasus infeksi cukup banyak yaitu Thailand mencapai 14 kasus, Jepang 11 kasus, Hong Kong dan Singapura masing-masing 10 kasus.
Di Taiwan terdapat delapan kasus infeksi corona. Australia dan Malaysia melaporkan ada 7 kasus pasien terinfeksi corona.
Dream - China bergerak cepat menangani para pasien yang terjangkit wabah virus corona Wuhan. Salah satunya dengan mendirikan rumah sakit khusus.
Menariknya, rumah sakit tersebut berdiri dalam waktu kurang dari 48 jam. Saat ini, rumah sakit yang terletak di dekat Kota Wuhan, Provinsi Hubei ini telah beroperasi.
Rumah sakit itu awalnya merupakan bangunan kosong. Gedung itu lantas disulap menjadi fasilitas perawatan darurat dengan kapasitan 1.000 tempat tidur.
Sejumlah pasien terjangkiti virus corona pun telah dipindahkan ke rumah sakit yang kini dikenal sebagai Pusat Medis Regional Gunung Dabie itu. Kloter pertama dipindahkan pada Selasa, 28 Januari 2020 pukul 10:30 malam waktu China.
Melansir World Of Buzz, proses konstruksi sendiri dilakukan sangat cepat dan seefisien mungkin melalui kerja sama beberapa perusahaan kontruksi, utilitas, dan petugas kepolisian.

Lebih dari 500 pekerja dan lusinan kendaraan berat bekerja tanpa lelah selama dua hari dua malam untuk menyelesaikan pembangunan rumah sakit tepat waktu.

Pemerintah setempat diketahui membuat program pembangunan rumah sakit itu pada hari Jumat lalu. Pekerjaan konstruksi baru dimulai pada hari berikutnya.
Sedangkan pada Senin kemarin, seluruh bagian rumah sakit mulai dari bangunan, tempat tidur, pasokan air, listrik dan internet yang stabil sudah tersedia dan siap digunakan.
Dalam video dari China's Cover News terlihat bagaimana staf medis berlatih guna membiasakan diri sebelum pasien pertama datang.

Dengan lebih dari 132 korban yang meninggal dan lebih dari 6000 kasus orang yang terinfeksi hingga saat ini, menyebabkan rumah sakit di seluruh China mengalami kekurangan pasokan tenaga medis.
Rumah sakit tidak hanya dipenuhi pasien virus corona yang terus bertambah setiap harinya. Tetapi juga para praktisi medis sendiri yang ikut terjangkit hingga tak sadarkan diri akibat kelelahan.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya