Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Jokowi Ratas Soal Haji. (Merdeka.com/Liputan6.com)
Dream - Sehari usai pemungutan suara pemilihan umum (Pemilu) 2019, Joko Widodo (Jokowi) langsung menjalankan aktivitas kesehariannya sebagai presiden. Jokowi menggelar rapat terbatas untuk membahas penambahan 10 ribu kuota haji yang baru diterima Indonesia.
" Ratas hari ini kita menindaklanjuti kunjungan kerja di Arab Saudi," ujar jokowi dikutip dari Merdeka.com, Kamis 18 April 2019.
Dalam Rapat tersebut (Ratas) kali ini, presiden dan para menteri terkait akan membahas dua hal pokok. Pertama mengenai penambahan 10 ribu kuota haji dan yang kedua terkait peningkatan investasi Arab Saudi di Indonesia.
" Terutama rencana investasi Arab Saudi ke Indonesia yang kemarin sudah disampaikan. Saudi ingin Indonesia kerja sama dan menjadikan negara kita sebagai hubungan industri petrochemical. Saya rasa ini yang segera kita putuskan dan tindaklanjuti," ucap dia.
Pada tahun ini, Indonesia mendapat tambahan kuota kuota haji 10 ribu. Dengan penambahan itu, total Indonesia mendapat 231 ribu kuota haji.
Dream - Arab Saudi telah memberikan tambahan kuota haji sebanyak sepuluh ribu kepada Indonesia. Tambahan itu disampaikan langsung oleh Raja Salman bin Abdulaziz saat bertemu dengan Presiden Joko Widodo di Riyadh, Minggu 14 April 2019.
" Setelah bertemu Sri Baginda Raja Salman, langsung disampaikan oleh beliau bahwa ini sebenarnya permintaan sudah lama, sudah dijawab beliau, secara resmi kita diberi kuota haji," ujar Joko Widodo setelah meresmikan Halal Park di Kompleks Gelora Bung Karno, Jakarta, Selasa 16 April 2019.
Presiden yang karib disapa Jokowi itu bersyukur atas tambahan kuota haji tersebut. Meski sebenarnya jumlah tambahan kuota itu masih jauh dari yang diminta Pemerintah Indonesia. " Permintaan kita kemarin 250 ribu," ucap dia.
Menurut Jokowi, jumlah permintaan tersebut mempertimbangkan kondisi jemaah Indonesia yang kini masa tunggunya sudah mencapai 20 tahun. Bahkan, kata Jokowi, di beberapa daerah calon jemaah haji harus menunggu lebih dari 30 tahun untuk bisa berangkat ke Tanah Suci.
" Itu pun saya sudah menyampaikan kepada Raja Salman agar diberikan tambahan lagi, saya masih minta lagi, tapi belum dijawab langsung, sudah iya tapi belum dijawab langsung," kata dia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya