Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Presiden Joko Widodo (YouTube/Sekretariat Presiden)
Dream - Presiden Joko Widodo meninjau posko darurat evakuasi kecelakaan pesawat Sriwijaya Air SJ-182 di Terminal 2 JICT Tanjung Priok, Jakarta hari ini, Rabu, 20 Januari 2021. Presiden mengingatkan keselamatan transportasi harus menjadi hal utama.
" Saya ingin agar di bidang transportasi ini keselamatan adalah yang utama," ujar Jokowi, disiarkan channel YouTube Sekretariat Presiden.
Dia pun menginstruksikan Kementerian Perhubungan (Kemhub) dan Komite Nasional Kecelakaan Transportasi (KNKT) untuk segera melakukan tindak lanjut paska jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182.
" Terutama pemeriksaan dan pengawasan pesawat-pesawat yang akan terbang demi keselamatan masyarakat, demi keselamatan penumpang," kata Jokowi.
Tak lupa Jokowi mengapresiasi kerja keras tim SAR gabungan yang terdiri dari Kemenhub, Basarnas, TNI, Polri, dan KNKT, serta semua pihak yang terlibat dalam proses pencarian korban dan puing pesawat. Seluruh tim sudah bekerja keras melakukan pencarian sejak musibah terjadi.
" Kita tahu telah ditemukan serpihan-serpihan yang besar maupun kecil kemudian kotak hitamnya juga sudah sehingga kita menunggu sekarang CVR-nya," kata Jokowi.
Dalam kesempatan itu, presiden sempat menyaksikan penyerahan santunan dari Jasa Raharja dan Sriwijaya Air kepada keluarga korban. Besaran santunan yang diserahkan Jasa Raharja yaitu Rp50 juta per penumpang dan Sriwijaya Air Rp1,250 miliar per penumpang.
" Sekali lagi, saya mengucapkan terima kasih atas santunan ini dan segera diselesaikan untuk keseluruhan korban," ucap Jokowi.
Lebih lanjut, Jokowi menyampaikan duka cita kepada keluarga korban. " Semoga diberikan keikhlasan dan kesabaran," ucap Jokowi.
Dream - Musibah jatuhnya pesawat Boeing 737-500 milik maskapai Sriwijaya Air dengan nomor penerbangan SJ 182 masih menyisakan misteri. Tim investigasi masih mencari tahu penyebab pesawat yang mengangkut 50 penumpang jatuh di perairan Kepulauan Seribu, Jakarta, pada Sabtu, 9 Januari 2021.
Sriwijaya Air SJ 182 dinyatakan hilang kontak pada 14.40 WIB. Pesawat ini jatuh di kawasan perairan Pulau Laki, Kepulauan Seribu, DKI Jakarta.
Di tengah upaya pencarian tim SAR gabungan, warganet baru-baru ini dihebohkan dengan klaim munculnya tanda S.O.S dengan titik berada di Pulau Laki. Saat membuka Google Earth, lalu mengarahkan ke Pulau Laki, akan muncul di layar gambaran pulau yang masih cukup hijau tersebut.
Tanda itu berada di koordinat Pulau Laki bukan di perairan tempat jatuhnya pesawat Sriwijaya Air-SJ182.
Kabar ini langsung ramai di media sosial Instagram, salah satunya diunggah oleh akun @lambe_turah yang mengunggah ulang video milik akun TikTok @Myworst13.
" Awalnya penasaran karena banyak yang liat Pulau laki, karena ada yang aneh. Terus gua cek via google Earth eh ternyata bener ada. Tapi gua agak beda, yang lain tolong kami, kalo gue SOS," tulis pengguna tersebut.
Titik dengan warna merah atau hijau di beberapa aplikasi Google Earth milik warganet itu merupakan Save Our Souls (SOS) Alert, yang bermakna meminta pertolongan. SOS Alert berisi informasi darurat yang lebih mudah diakses selama terjadi bencana besar.
Saat diklik, warganet mengklaim akan muncul nomor pusat informasi Sriwijaya Air yang dapat digunakan untuk menghubungi maskapai tersebut.
Tidak hanya itu, ada pula informasi terkait perkembangan terkini terkait kecelakaan pesawat Sriwijaya Air melalui laman hasil pencarian insiden Sriwijaya Air SJY 182 tersebut.
Warganet yang mengetahui hal ini lantas ramai-ramai melaporkan kepada pihak bersangkutan seperti kepada Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Bassarnas), di Twitter maupun Instagram.
" yang lagi rame di bahas di medos mungkin tim Basarnas atau pihak terkait bisa membantu menjelaskan atau memberi keterangan kenapa di Pulau Laki terdapat sinyal #SOS sampai sekarang. Apakah ada hubungannya dengan insiden jatuhnya pesawat Sriwijaya," ujar salah satu netizen.
" Ya Allah kalau betul la SOS dekat Pulau Laki itu survivor Sriwijaya Air tu memang suatu keajaiban," tutur yang lain.
Namun banyak juga yang meragukan kebenaran soal tanda SOS tersebut, pasalnya bisa saja tanda tersebut dibuat oleh seseorang yang iseng menggunakan Fake GPS.
" semoga ga pake fake gps trus nitik in disana, skrng banyak yang iseng soalnya demi konten, kalo itu hoax tolong yang update pertama x di periksa," tulis akun netizen.
Hingga kini, dari pihak Google Earth dan Basarnas sendiri belum memberikan klarifikasi atas upaya pemberian sinyal SOS di Pulau Laki.
Pulau Laki sendiri merupakan sebuah pulau yang terletak di Kepulauan Seribu. Pulau ini menjadi perhatian dunia pada 9 Januari 2021 lalu saetelah pesawat Sriwijaya Air SJ182 mengalami kecelakaan yang lokasinya dekat dengan pulau ini.
View this post on Instagram
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya