Menag Harapkan Pesantren dan Tokoh Agama Dapat Prioritas Vaksinasi

Reporter : Ahmad Baiquni
Rabu, 20 Januari 2021 10:00
Menag Harapkan Pesantren dan Tokoh Agama Dapat Prioritas Vaksinasi
Pengasuh pesantren dan tokoh lintas agama merupakan garda terdepan dalam membina kehidupan keagamaan masyarakat.

Dream - Vaksinasi Covid-19 di Indonesia telah dimulai. Tetapi, untuk sementara masih terbatas bagi tenaga kesehatan.

Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas, berharap para kiai dan santri di pesantren serta tokoh agama mendapatkan prioritas dalam vaksinasi. Ini mengingat kiai dan para tokoh agama merupakan garda terdepan dalam pembinaan kehidupan keagamaan masyarakat.

" Peran para tokoh agama, baik Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, maupun Konghucu dalam pembinaan agama sangat besar dan dirindukan umat," ujar Gus Yaqut, melalui keterangan tertulis diterima Dream.

Gus Yaqut mengungkapkan banyak tokoh agama dan pengasuh pesantren wafat selama pandemi Covid-19. Ini menjadi kehilangan besar bagi Indonesia karena untuk melahirkan para tokoh agama dibutuhkan waktu yang tidak singkat.

" Data kami, lebih dari 300 tokoh agama yang meninggal selama pandemi Covid-19," kata dia.

 

1 dari 4 halaman

Hal senada diungkapkan Dirjen Pendidikan Islam Kemenag, Muhammad Ali Ramdhani. Dia menilai vaksinasi untuk pengasuh pesantren menjadi kebutuhan mendesak mengingat peran mereka yang penting.

" Ini tentu penting, tidak hanya untuk tokoh agama Islam tapi juga tokoh lintas agama," kata dia.

Dhani mengakui saat ini vaksinasi masih diprioritaskan untuk tenaga medis di awal tahap pertama. Di tahap kedua, ada dua kelompok yang mendapat prioritas vaksinasi yaitu petugas pelayanan publik dan lanjut usia.

" Kami berharap para tokoh agama bisa masuk dalam kategori petugas pelayanan publik karena mereka memang berperan dalam pembinaan keagamaan umat," kata Dhani.

Apalagi, terang Dhani, tidak sedikit pengasuh pesantren yang sudah masuk kategori lansia. Sehingga dia sangat berharap mereka bisa diprioritaskan.

" Jika memang sudah dipastikan keamanan vaksinasi lansia, kami berharap mereka bisa diprioritaskan," kata dia.


Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

2 dari 4 halaman

Menag Minta Menkes Prioritaskan Jemaah Haji Dapat Vaksin Covid-19

Dream - Kementerian Agama terus menjalankan persiapan penyelenggaraan ibadah haji 1442H/2021M sembari menunggu keputusan Arab Saudi. Jika dalam kondisi normal, jemaah haji Indonesia tahun ini mulai diberangkatkan pada 15 Juni 2021.

Sebagai bagian dari persiapan, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas telah berkirim surat ke Menteri Kesehatan pada 5 Januari 2021. Isi surat tersebut meminta Menkes untuk memprioritaskan jemaah haji mendapatkan vaksin Covid-19.

" Dalam rangka menjamin dan memberikan perlindungan, kami telah bersurat ke Menkes, meminta agar jemaah haji tahun 1442H/2021M mendapatkan prioritas vaksinasi Covid-19," ujar Gus Yaqut dalam keterangan tertulis.

 

3 dari 4 halaman

Empat Alasan Jemaah Haji Perlu Diprioritaskan

Gus Yaqut menjelaskan beberapa pertimbangan mengapa jemaah haji perlu diprioritaskan dalam vaksinasi. Pertama, ada kemungkinan jemaah haji ditolak masuk Saudi jika belum mendapatkan vaksin.

Umroh Pandemik© Facebook/@haramain.info

Alasan kedua, perlu alokasi waktu, tempat, dan biaya tambahan untuk karantina sebelum dan setiba di Saudi jika jemaah belum divaksin. Sedangkan alasan, kewajiban swab test PCR dan karantina tetap berlaku baik sebelum dan ketika tiba di Saudi apabila jemaah tidak divaksin.

" Keempat, jika belum divaksin, perlu penerapan physical distancing di embarkasi, selama penerbangan, dan selama di Arab Saudi, serta setibanya jemaah di Tanah Air," kata Gus Yaqut.

 

4 dari 4 halaman

Jika Kuota Normal, 257.540 Orang Divaksinasi

Gus Yaqut melanjutnya apabila opsi yang didapat adalah kuota normal, maka vaksinasi perlu dijalankan kepada 257.540 orang. Rinciannya, 221 ribu jemaah haji reguler dan khsus, 4.200 petugas kloter dan non-kloter, 3.400 petugas haji seluruh provinsi.

Kemudian kepada 18 ribu pembimbing haji pada 6.000 KUA kecamatan. Juga kepada 10.940 panitia dan pembimbing manasik pada 547 kabupaten/kota seluruh Indonesia.

" Kami masih menunggu respon dari Menkes. Kami harap ini bisa segera dilakukan, utamanya setelah ada kepastian dari Arab Saudi terkait penyelenggaraan dan kuota haji 1442H/2021M," kata Gus Yaqut.

 

Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

Beri Komentar