Pemicu Kenaikan Data Angka Kasus Baru Covid-19

Reporter : Ahmad Baiquni
Rabu, 20 Januari 2021 09:01
Pemicu Kenaikan Data Angka Kasus Baru Covid-19
Ada beberapa daerah terlambat input data sehingga terjadi penumpukan.

Dream - Dalam beberapa hari belakangan, data kasus Covid-19 mengalami lonjakan sangat tinggi. Penambahan kasus baru mencapai rekor teratas sebanyak 14.224 pada akhir pekan kemarin (Sabtu, 16 Januar 2021).

Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Wiku Bakti Bawono Adisasmito, mengatakan lonjakan tersebut terjadi akibat keterlambatan verifikasi dari daerah. Data terlambat masuk sehingga terjadi penumpukan.

" Verifikasi data yang terlambat masuk sehingga menyebabkan penumpukan pada pelaporan data di beberapa daerah," ujar Wiku dalam konferensi pers disiarkan channel YouTube BNPB.

 

 

1 dari 5 halaman

Wiku menegaskan pemerintah pusat dan daerah sedang berupaya melakukan perbaikan sistem verifikasi data Covid-19. Diharapkan upaya ini dapat mengurangi perbedaan data antara pemerintah pusat dan daerah.

" Saya minta ke depannya tidak ada lagi toleransi atau delay keterlambatan data karena ini sangat krusial dalam pengambilan keputusan," ucap Wiku.

Dia pun kembali mengingatkan pentingnya kesesuaian data antara pusat dan daerah karena menjadi acuan dalam pengambilan kebijakan terkait penanganan Covid-19.

" Dengan data yang tidak real time maka kebijakan yang dikeluarkan tidak tepat waktu sehingga menjadi tidak efektif," ucap dia.


Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

2 dari 5 halaman

Dugaan Ridwan Kamil Soal 25 Relawan Uji Klinis Terpapar Covid-19

Dream - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil memimta masyarakat tidak membuat opini mereesahkan soal kasus 25 relawan uji klinis vaksin Covid-19 fase III buatan Sinovac yang terpapar Covid-19.

Sebagai relawan yang ikut dalam uji klinis di Bandung itu, Ridwan mengatakan separuh subjek penelitian memang diberi vaksin dan sisanya disuntik plasebo. Metode penelitian ini sengaja dilakukan untuk efikasi atau tingkat keampuan dari vaksin buatan Sinovac Biotech Ltd itu.

" Jadi kalau nanyanya urusan kedokteran jangan tanya ke saya. Tapi sebagai sesama relawan, mungkin saja karena plasebo adalah cairan netral yang tidak memengaruhi maka mungkin saja kelompok yang positif itu bukan kelompok yang disuntik vaksin bukan plasebo," ujarnya di Makodam III/Siliwangi, Kota Bandung, Senin 18 Januari 2021.

3 dari 5 halaman

Telusuri Kasus Infeksi

Lebih jauh Emil mengatakan, kalaupun ada relawan yang diberi vaksin kemudian terpapar Covid-19, harus dilihat kembali riwayat terinfeksinya.

" Harus dulu dilihat jadwal kena covidnya karena tim dokter menyatakan kepada saya dan Pak Pangdam (relawan uji klinis), antibodinya itu muncul tiga bulan setelah suntik kedua," tuturnya.

Berdasarkan pengalamannya, Emil disuntik pertama pada akhir Agustus dan mendapat suntikan kedua sekitar September. Dalam rentang waktu September ke Desember tersebut, kata dia, ada proses terbentuk antibodi.

" Jadi mungkin saja sebelum H30 dia terkena," ungkap Emil.

4 dari 5 halaman

Jangan Menggiring Opini

Mantan Wali Kota Bandung itu meminta masyarakat tak perlu menggiring opini bahwa uji klinis yang dilakukan tidak berhasil.

" Jadi menurut saya cerita itu harus dibedah dan tidak digeneralisasi seolah-olah gagal," ujarnya.

Pria yang karib disapa Kang Emil itu menjelaskan, antibodi yang dihasilkan vaksin Covid-19 sudah terbentuk di bulan ketiga. Sehingga pertanyaan terhadap apakah vaksin gagal atau tidak, lebih tepat jika melihat periode masa tiga bulan tersebut.

" Seperti saya ini yang antibodinya sudah dinyatakan 99 persen dan kena covid, itu baru pertanyaan yang valid. Tapi kalau terjadinya sebelum 30 hari setelah suntikan kedua itu bisa saja terjadi karena antibodinya sedang berproses," kata dia.

5 dari 5 halaman

25 Relawan Terinfeksi

Sebelumnya, Ketua Tim Riset Uji Klinis Vaksin Covid-19 dari Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, Kusnandi Rusmil mengatakan, dari 1.620 orang relawan uji klinis vaksin dari Sinovac di Bandung, sebanyak 25 orang di antaranya sempat terkonfirmasi positif Covid-19.

Rinciannya, 18 orang penerima plasebo atau obat kosong dan 7 orang penerima vaksin. Ke-25 relawan diketahui terpapar Covid-19 setelah mendapatkan suntikan kedua.

(Sah, Sumber: Youtube.com @Humas Jabar)

 

Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

Beri Komentar