Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Rekaman Tenaga Medis Di Wuhan (ITV Via Daily Star)
Dream - Dokter di rumah sakit Wuhan, China, mengaku sejak awal sudah tahu tingginya penularan virus corona. Namun mereka diminta menutupi fakta mengerikan itu oleh pejabat setempat.
Seorang petugas medis mengklaim bahwa mereka sudah tahu tentang penyakit itu sejak awal Desember 2019. Mereka bahkan memberi saran pemerintah agar membatalkan perayaan Tahun Baru Imlek, tetapi permohonan tersebut ditolak.
Dalam video yang direkam secara diam-diam, yang akan ditampilkan dalam dokumenter ITV, Wabah: Virus yang Mengguncang Dunia, petugas medis senior pusat virus membahas kasus-kasus pertama.
" Kami semua merasa bahwa tidak ada keraguan tentang penularan dari manusia ke manusia," kata salah seorang staf medis, dikutip dari Daily Star.
Staf medis yang lain mengaku mengetahui seseorang yang kerabatnya terinfeksi oleh virus corona jauh sebelum menyebar luas di sekujur Kota Wuhan.
" Sebenarnya pada akhir Desember atau awal Januari, kerabat seseorang yang saya kenal meninggal karena virus ini," kata sstaf medis itu.
" Banyak dari mereka yang tinggal bersamanya juga terinfeksi, termasuk orang yang saya kenal," tambah sang staf medis.
Seorang dokter pria mengklaim bahwa pejabat pemerintah meminta mereka berbohong tentang virus tersebut.
" Kami tahu virus itu menular dari manusia ke manusia, tetapi saat kami menghadiri pertemuan rumah sakit, kami diberitahu untuk tidak angkat bicara," kata dokter itu.
" Para pemimpin pemerintah provinsi mengatakan kepada rumah sakit untuk tidak mengatakan yang sebenarnya."
" Mereka seharusnya tidak mengizinkan pertemuan apa pun, pemerintah provinsi dan lokal tahu ancaman itu tetapi mereka terus mengizinkan orang banyak," beber dokter pria tersebut.
Li Wenliang, dokter whistle blower, dan tujuh rekannya, dihukum karena memberi peringatan tentang Covid-19 pada awal Desember, dengan mengatakan dia telah memeriksa pasien dengan gejala yang mirip dengan SARS.
Dia kemudian meninggal karena virus itu. Melalui pesan WeChat, dia menulis, " Hari ini hasil tes asam nukleat positif, debunya telah menetap dan diagnosis akhirnya dikonfirmasi."
Meski demikian, tak diketahui apakah pengakuan para tenaga medis itu sepenuhnya benar atau hanya sebatas klaim belaka. Sebab, belum ada penjelasan dari pemerintah Wuhan dan China soal pengakuan tersebut.
Sebuah tim internasional yang dipimpin oleh Organisasi Kesehatan Dunia tiba di Wuhan pada hari Kamis ketika kepala WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, mengatakan bahwa " tidak seorang pun boleh ragu bahwa ini adalah latihan ilmiah" untuk memahami bagaimana virus itu muncul.
Tim tersebut diharapkan menyelidiki pasar hewan yang terkait dengan sekelompok kasus awal, tetapi tidak lagi dianggap bahwa di sinilah virus berpindah dari hewan ke manusia.
Dream - Sebuah video mencengangkan beredar di dunia maya. Video itu menampilkan ilmuwan Wuhan yang dilengkapi alat pelindung diri digigit kelelawar, dua tahun sebelum pandemi virus corona terjadi.
Menurut laman Daily Star, video yang dibuat oada 2017 itu menampilkan ilmuwan Shi Zhengli, yang dijuluki " Batwoman" , bersama timnya sedang mencoba mencari tahu lebih banyak tentang virus SARS.
Ilmuwan dalam video itu disebut 'lalai' karena dalam video itu mereka terlihat tidak menderapkan protokol yang ketat. Apalagi, kelelawar diyakini sebagai salah satu kemungkinan sumber virus.
Dalam salah satu frame video, para ilmuwan terlihat memegang kelelawar dengan tangan kosong. Pada foto lain, mereka terlihat mengambil kotoran kelelawar saat mengenakan kaus lengan pendek.
Sementara beberapa ilmuwan terlihat mengenakan pakaian hazmat saat menangani kelelawar, yang lain berdiri sambil menembak tanpa mengenakan pelindung sama sekali.
Dalam video itu pula terlihat suasana laboratorium. Di lab itu, ada dua ilmuwan terlihat menangani sampel yang diduga dari 'tiga virus hidup', tetapi tidak ada yang memakai masker.
Peneliti virus, Cui Jie, ingat pernah digigit kelelawar. Dia merasa gigitan itu seperti 'ditusuk dengan jarum' saat giginya menembus sarung tangannya. Saat video diperbesar, terlihat pembengkakan pada bagian yang digigit.
Menurut The Taiwan Times, orang yang disebut Batwoman itu sebelumnya sesumbar bahwa pekerjaannya 'tidak seberbahaya yang dipikirkan semua orang'.
Klaim tersebut dibuat dalam sebuah artikel di China Science Exploration Center, yang sekarang telah dihapus.
Dalam artikel yang sama, dia mengklaim bahwa 'sangat kecil' kemungkinan kelelawar menularkan virus ke manusia.
Sekarang ada seruan kepada Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk menanyai tim tersebut selama perjalanan investigasi yang akan datang ke Wuhan, karena kekhawatiran telah muncul tentang praktik laboratorium.
Advertisement
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele

Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?