Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Jokowi: Vaksin Gratis Mulai Awal 2021

Reporter : Razdkanya Ramadhanty
Selasa, 22 Desember 2020 14:00
Jokowi: Vaksin Gratis Mulai Awal 2021
"Pemerintah akan segera berikan vaksin gratis dimulai di awal tahun 2021"

Dream - Jokowi mengatakan program yang baik tahun ini akan dilanjutkan pada 2021. Di antaranya di bidang kesehatan untuk penanganan Covid-19 dan pemberian bantuan perlindungan sosial kepada rakyat.

" Dan yang paling penting, pemerintah akan segera memberikan vaksin gratis kepada seluruh rakyat dan akan dimulai di awal tahun 2021," kata Jokowi dalam sesi teleconference, Selasa 22 Desember 2020.

Menurut dia, program vaksinasi ini dapat membangkitkan kepercayaan publik terhadap penanganan Covid-19 akan muncul dan menimbulkan rasa aman di tengah masyarakat.

" Sehingga pemulihan ekonomi diharapkan dapat berjalan lebih cepat, konsumsi akan naik dan kembali normal. Investasi juga diperkirakan akan meningkat karena ada Undang-Undang Cipta Kerja," ujar Jokowi.

Akhir tahun 2020, kata dia, ekspor Indonesia sudah mulai pulih. Dia berharap tren tersebut bisa terus terjaga dan meningkat pada 2021.

" Terlebih lagi kita mendapatkan fasilitas GSP dari Amerika Serikat. Ini tentu akan mendorong kinerja ekspor kita," tandas Jokowi.

Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

1 dari 5 halaman

Siapkan Dana Vaksin Sebesar Rp54,4 Triliun

Sementara, Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati, masih menghitung anggaran vaksin Covid-19 gratis untuk seluruh masyarakat Indonesia. Sejauh ini, pemerintah memang sudah menyiapkan dana mencapai Rp 54,4 triliun untuk keperluan vaksinasi.

Rinciannya, terdapat dana sebesar Rp 18 triliun sesuai dengan Undang-Undang APBN 2020. Sementara di dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) ada dana untuk sektor kesehatan yang tidak terserap sebesar Rp 36,4 triliun.

" Jadi dari Rp 18 triliun ditambah Rp 36,4 triliun ini adalah anggaran yang sudah akan kita cadangkan," kata dia dalam APBN Kita, di Jakarta, Senin 21 Desember 2020.

2 dari 5 halaman

Tahapan Pemberian Vaksin

Vaksin Sinovac Covid-19

Bendahara Negara itu mengatakan, ada beberapa langkah yang dilakukan pemerintah sebelum melakukan vaksinasi di 2021.

Pada tahap pertama, pemerintah lebih dulu menetapkan berapa banyak target yang akan disuntikkan vaksin tersebut.

" Soal vaksin, langkah pertama yang dilakukan pertama Kementerian Kesehatan menetapkan berapa target vaksinasinya. Jadi ini akan mengikuti apa yang direkomendasikan oleh WHO," katanya.

Dia menyebut berdasarkan persatuan ahli-ahli di bidang pandemi, sekitar 70 persen harus dilakukan vaksinasi. Atau dalam hal ini ada sekitar 183 juta penduduk menjadi target pemerintah untuk disuntikkan.

Setelah target penerima vaksin ditetapkan, maka langkah selanjutnya pemerintah akan menghitung berapa jumlah dosis yang dibutuhkan. Setidaknya, kata dia, rata-rata orang akan mendapatkan dua kali suntik, sehingga harus tersedia 182 dikali 2 dosis.

" Kemudian ketiga yang harus hitung bersama Kemenkes dan BUMN terutama Bio Farma tentang efektivitas dari vaksin. Kalau efektivitas 90 persen maka yang disediakan vaksin harus lebih dari 100 persen tadi 182 plus 10 persen di atasnya tergantung jenis vaksin karena sekarang lagi inventarisasi," kata dia.

3 dari 5 halaman

Warga Bekasi Penerima Vaksin Covid-19 Akan Dikirimi Pesan Singkat, Ini Isinya

Dream - Pemerintah Kota Bekasi memaparkan mekanisme pemberian vaksin Covid-19 bagi masyarakat yang menjadi target tahap pertama. Pemberian vaksin covid-19 gratis ini rencananya akan dilakukan awal tahun depan.

Warga yang berhak menerima vaksin Covid-19 di Kota Bekasi, nantinya akan menerima pesan singkat.

" Warga yang menjadi target penerima vaksin Covid-19 awalnya akan menerima pesan singkat yang berasal dari pemerintah pusat. Pesan itu berisi tautan tentang kolom data diri calon penerima vaksin," ujar Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi dikutip dari Liputan6.com, Senin 21 Desember 2020.

Warga yang menerima pesan, nantinya dipersilahkan mengisi kolom data yang diminta apabila setuju divaksin. Dalam hal ini tidak ada unsur paksaan jika calon penerima menolak untuk divaksin.

4 dari 5 halaman

Meski calon penerima vaksin bersedia, masih harus melewati proses verifikasi terlebih dulu. Verivikasi ini berkaitan dengan kondisi kesehatan calon penerima, yang akan lanjut hingga tahap persetujuan.

" Diterima atau tidak sebagai penerima vaksin, tergantung verifikasi ada penyakit penyerta atau tidak," kata pria yang akrab disapa Pepen.

Selanjutnya, calon yang bersangkutan akan menerima tiket vaksin yang menunjukkan lokasi vaksinasi serta barcode.

" Mereka yang terdaftar dalam one data dari pemerintah merupakan masyarakat dari profesi yang rentan tertular, dan masyarakat yang terdaftar pada BPJS Kesehatan" .

 

5 dari 5 halaman

Diketahui Kota Bekasi menerima jatah 480.000 vaksin dari pemerintah pusat. Vaksin tahap pertama ini diberikan kepada 20 persen dari total keseluruhan 2,4 juta warga Kota Bekasi.

Kriteria utama penerima vaksin Covid-19, yaitu mereka yang sehari-harinya rentan dengan penularan virus, profesi yang kerap bersinggungan dengan banyak orang, serta warga usia produktif dan rentan terpapar.

Berikut data golongan penerima vaksin Covid-19, sesuai data Dinkes Kota Bekasi.

Masyarakat yang terdaftar di Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) sebanyak 390.298 orang, TNI Polri 1.875 orang, petugas Damkar 1.000 orang, petugas PLN/PDAM 200 orang, pelaku sektor ekonomi 31.289 orang.

Kemudian administrator ASN dan Non ASN 23.000 orang, warga hasil tracking 10.000 orang, petugas kecamatan dan kelurahan 8.167 orang, tokoh masyarakat 5.600 orang dan tokoh agama 560 orang.

Beri Komentar