7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ilustrasi (Shutterstock.com)
Dream - Dirjen Bina Masyarakat Islam Kementerian Agama, Kamaruddin Amin, memastikan kriteria -20 derajat posisi matahari dalam penetapan waktu Subuh sudah benar, baik dari sisi fikih maupun sains.
" Kementerian Agama melalui Tim Falakiyah menyepakati bahwa kriteria waktu Subuh pada posisi matahari -20 (minus dua puluh) yang digunakan dalam pembuatan jadwal sholat Kementerian Agama sudah benar sesuai fikih dan sains," ujar Kamaruddin melalui keterangan tertulis.
Pernyataan tersebut merespons hasil kajian Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang menyatakan kriteria -18 derajat lebih akurat. Hal itu didasarkan pada peristiwa alam yang ditemukan tiga lembaga riset astronomi di lingkungan Muhammadiyah.
Kamaruddin mengatakan, tim Falakiyah Kemenag terdiri dari sejumlah lembaga riset astronomi dan pakar ilmu falak. Seperti Lembaga Antariksa dan Penerbangan Nasional (LAPAN), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Badan Informasi Geospasial (BIG) dan Universitas Islam di seluruh Indonesia, juga pakar falak dari PBNU, Persis, PUI, dan Al-Irsyad.
" Kriteria tersebut berdasarkan hasil observasi rukyat fajar yang dilakukan oleh Tim Falakiyah Kemenag di Labuan Bajo pada 2018 dan juga hasil observasi rukyat fajar di Banyuwangi yang dilakukan oleh peneliti dari Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama," ucap dia.
Kamaruddin mengimbau masyarakat tidak ragu menggunakan kriteria waktu Subuh yang disusun Kemenag. " Kami sampaikan kepada masyarakat untuk tidak ragu menggunakan jadwal sholat yang telah ditetapkan oleh Kementerian Agama," ucap dia.
Dream - Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah melakukan koreksi terhadap waktu Subuh yang ditetapkan Kementerian Agama.
Dari hasil kajian Majelis Tarjih, sudut kemunculan matahari yang menandai waktu Subuh sebelumnya -20 derajat dikoreksi menjadi -18 derajat.
Sekretaris Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah, Mohamad Mas'udi, menjelaskan kajian terhadap waktu Subuh ini dijalankan sebagai tindak lanjut atas temuan Islamic Science Research Network UHAMKA, Pusat Astronomi Universitas Ahmad Dahlan, dan Observatorium Ilmu Falak Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara.
" Berdasarkan temuan ketiga lembaga penelitian astronomi dan ilmu falak Muhammadiyah ini menyimpulkan bahwa ketinggian matahari pada waktu Subuh di angka -20 derajat perlu dikoreksi dan Majelis Tarjih menilai -18 derajat merupakan angka yang lebih akurat," ujar Mas'udi, dikutip dari laman Muhammadiyah.
Pengoreksian dua derajat ini menyebabkan datangnya Subuh mundur sekitar 8 menit dari waktu yang ditetapkan Kemenag. Misalnya, Subuh di Indonesia Bagian Barat saat ini di jam 03.50 maka menjadi 03.58.
Demikian halnya waktu Subuh di daerah lain seperti Indonesia Bagian Tengah dan Timur. Waktu Subuhnya menjadi mundur 8 menit.
Temuan dari ketiga lembaga tersebut juga menunjukkan waktu Subuh ditentukan oleh fenomena alam. Selain itu, muncul perbedaan pendapat di antara ulama pakar falak terkait ketinggian matahari sebagai penanda datangnya Subuh.
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?