Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Staff Millenial Presiden Joko Widodo (Foto: Liputan6.com)
Dream - Aminuddin Maruf, staf khusus milenial Presiden Joko Widodo, menerima aspirasi mahasiswa yang menggelar demo menolak RUU Cipta Kerja hari ini. Dia menerima mahasiswa atas permintaan Jokowi.
" Saya temui mereka diminta Pak Presiden Jokowi," kata dia saat dikonfirmasi, Jumat, 16 Oktober 2020 dikutip dari Liputan6.com.
Kepada mahasiswa, Aminuddin berjanji untuk meneruskan tuntutan mereka sampai di tangan Presiden Joko Widodo.
Dia juga menyatakan tidak akan ada hal yang dikurangi atau ditambahkan dalam substansi tuntutan yang disampaikan mahasiswa kepadanya.
" Pernyataan sikap dari teman-teman BEM Seluruh Indonesia akan saya sampaikan tidak kurang dan tidak lebih. Semuanya terkait UU cipta kerja," jelas dia.
Aminuddin menemui mahasiswa yang demo sekitar pukul 15.00 WIB. Dia mengaku tengah berkantor di Istana Negara.
Sementara itu, Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono mengatakan, Presiden Jokowi saat ini tengah bekerja di Istana Bogor.
Berikut tuntutan mahasiswa pada aksi demo hari ini:
1. Mendesak Presiden untuk mengeluarkan perppu demi mencabut UU Cipta Kerja yang telah disahkan pada Senin, 5 Oktober 2020
2. Mengecam tindakan pemerintah yang berusaha mengintervensi gerakan dan suara rakyat atas penolakan terhadap UU Cipta Kerja
3. Mengecam berbagai tindakan represif aparatur negara terhadap seluruh massa aksi
Sumber: Liputan6.com
Dream - Massa dari Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) menggelar aksi demo menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja di Istana Merdeka, Jumat 16 Oktober 2020. Selain itu, Kelompok Aliansi Masyarakat Miskin juga ikut melakukan demo.
Kapolres Jakarta Pusat, Kombes Heru Novianto, mengatakan, polisi sudah melakukan antisipasi agar aksi demo kali ini tidak berakhir ricuh.
" Kita juga mengantisipasi adanya kelompok-kelompok yang numpang di area aksi. Sudah kita scaning baik di stasiun, tempat keramaian, mudah-mudahan tidak ada penumpang gelap," katanya, dikutip dari Merdeka.com.
Selanjutnya, dia mengharapkan, dalam aksi unjuk rasa kali ini berjalan damai dan upaya yang dilakukan aparat kepolisian dan TNI dapat mencegah terjadinya kerusuhan seperti demo-demo sebelumnya.
" Mudah-mudahan tidak ada yang bergabung atau tidak masuk kelompok yang akan bikin suasana ricuh," ujarnya.
Kemudian, Heru menyebutkan, dalam mengamankan demo kali ini sebanyak 650 aparat gabungan dari 450 personel kepolisian dan 200 personel TNI telah disiagakan untuk mengamankan aksi di sekitar Patung Kuda, Jakarta Pusat.
Sumber: Merdeka.com
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya