Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Menteri Agama Fachrul Razi (Kemenag)
Dream - Uni Emirat Arab kembali menaruh kepercayaan kepada para hafiz Indonesia. Tahun ini, 100 hafiz Indonesia akan direktur menjadi imam masjid di UEA.
Menteri Agama, Fachrul Razi, mengatakan, kerja sama pengiriman imam masjid asal Indonesia ke UEA sudah berjalan dalam beberapa tahun terakhir. Dia menilai, kerja sama ini merupakan bentuk kepercayaan UEA terhadap sumber daya manusia Indonesia.
" Perekrutan kembali para hafiz Indonesia sekaligus bentuk kepercayaan UEA. Ini patut diapresiasi," ujar Fachrul, melalui keterangan tertulis diterima Dream.
Ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi untuk menjadi imam masjid di UEA. Di antaranya, hapal 30 juz Alquran dan fasih membacanya.
Fachrul mengatakan, menjadi hafiz bukan hal mudah untuk orang non-Arab. Menurut dia, peluang menjadi imam masjid di UEA merupakan salah satu bentuk penghargaan untuk para hafiz Alquran.
" Semoga keberkahan yang mereka sebarkan, memberkahi kita semua. Insya Allah peluang itu juga dapat memberi kesejahteraan yang baik buat mereka dan keluarganya," ucap Fachrul.
Fachrul melanjutkan, kerjasama Indonesia dengan UEA selama ini terjalin dengan baik. Selain pengiriman imam masjid, Indonesia dan UEA juga bekerjasama dalam pengembangan e-learning madrasah.
Fachrul pun mengapresiasi toleransi umat beragama di Uni Emirat Arab. Sebagai negara mayoritas Muslim, UEA berhasil dalam pengembangan kehidupan yang toleran dan damai sesuai nilai-nilai Islam yang rahmatan lil 'alamin.
" Saya banyak mendengar langsung dari imam-imam Indonesia yang bertugas di sana bahwa UEA dapat menarik sangat banyak turis dari berbagai negara, muslim dan non muslim, karena toleransinya," kata Fachrul.
" Menjadi keharusan bagi setiap umat Islam untuk menunjukkan Islam sebagai agama damai dan penuh toleransi," tambah dia.
Pendaftaran seleksi imam masjid UEA dibuka hingga 20 Oktober 2020. Bagi yang tertarik, dapat mengirimkan data diri melalui surat elektronik ke alamat penaislam@kemenag.go.id.
Proses seleksi dijalankan pada 2 hingga 4 November 2020. Peserta yang terpilih akan dikirim ke UEA dan bertugas selama dua tahun, sesuai perjanjian antara Indonesia dan UEA.
Dream - Program seleksi imam masjid Kementerian Agama resmi dibuka. Program ini digelar untuk mengisi jabatan imam di sejumlah masjid di Uni Emirat Arab.
Direktur Penerangan Agama Islam Kemenag, Juraidi, mengatakan seleksi ini digelar atas permintaan dari UEA yang membutuhkan imam masjid asal Indonesia.
" Kami menargetkan 100 orang dari seleksi ini," ujar Juraidi.
Seleksi ini ditujukan untuk umat Islam Indonesia yang memenuhi kriteria. Juraidi mengatakan pihaknya telah mengirimkan undangan seleksi ke Kantor Wilayah Kemenag dan Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran di seluruh provinsi.
Terdapat sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi peserta seleksi. Menurut Juraidi, calon imam diharuskan hapal 30 juz Alquran, sehat jasmani dan rohani, menguasai ilmu tajwid, bersuara fasih, mampu berbahasa Arab dengan baik, paham fikih dan punya pemikiran yang jernih.
" Calon imam juga memahami retorika dakwah, mampu berkhutbah, berakhlak baik, berpaham ahlus sunnah wal jamaah dengan manhaj wasatiyah, tidak tergabung dalam partai politik, menyiapkan dokumen ke luar negeri dan minimal berumur 25 tahun atau sudah menikah,” kata Juraidi.
Bagi yang berminat bisa mengirimkan CV melalui surat elektronik di alamat penaislam@kemenag.go.id sampai 20 Oktober 2020.
" Seleksi akan dilakukan tanggal 2 November sampai 4 November 2020," kata Juraidi.
Peserta yang lulus seleksi akan dikirim ke UEA dan bertugas selama dua tahun sebagai imam masjid, sesuai perjanjian antara Indonesia dan UEA. " Para imam terpilih akan bertugas minimal 2 tahun dan bisa diperpanjang sesuai kinerja," terang Juraidi.
Sumber: Kemenag
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya