Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
(Foto: Xinhua/Wang Quanchao Via Liputan6)
Dream - Penggunaan masker yang masif saat wabah Corona Covid-19 di Indonesia, membuat pasokan masker semakin terbatas. Hal itu dirasakan warga Kota Palembang Sumatera Selatan (Sumsel).
Karena ingin melindungi diri dari penularan Covid-19, Juan (30), warga Kecamatan Ilir Barat (IB) 1 Palembang Sumsel berusaha mencari masker di berbagai pusat perbelanjaan hingga apotek.
Akibat pasokan masker yang kosong, membuat Juan berusaha membeli masker di media sosial (medsos) Instagram.
Dia pun juga berencana untuk menjual masker di Kota Palembang, di tengah tingginya kebutuhan masker oleh masyarakat.
Namun sayangnya, niat Juan akhirnya berbuah pahit. Paket masker yang tiba di kediamannya, ternyata tak seperti yang dibayangkannya.
" Karena sekarang ini kebutuhan masker sangat tinggi, sementara barangnya langka. Maka saya mau pesan masker di online shop Instagram saja," ujarnya, saat melapor ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Palembang, dilansir dari Liputan6.com, Sabtu 11 April 2020.
Setelah sepakat memesan masker dalam jumlah besar, Juan lalu bertukar nomor telepon dengan pemilik akun online shop tersebut. Pemilik akun Instagram tersebut mengaku bernama Intan Karlina.
Setelah berkomunikasi, Juan lalu mentransfer uang pembelian masker hingga puluhan juta rupiah, pada hari Sabtu 2 April 2020. Intan Karlina berjanji, akan mengirim paketan masker Juan secepatnya.
" Saya transfer sebesar Rp 36,4 juta. Katanya barang bakal sampai dua atau tiga hari lagi," katanya.
Lalu, pada hari Senin 6 April 2020, paket masker yang dijanjikan pun sudah datang ke rumah Juan. Bahkan paket tersebut dikemas dengan kotak kardus berukuran 1 meter kubik.
Saat paket kardus tersebut dibuka, Juan sangat kaget. Karena isi paket kardus tersebut bukan masker seperti yang dia pesan, melainkan isinya belasan batu bata.
" Saya heran, kok batu bata. Orang ini salah kirim atau gimana. Tapi yang transaksi online sama saya ya si Intan itu," ungkap Juan.
Juan kemudian menghubungi nomor Intan, tetapi nomornya tidak aktif. Merasa ditipu, Juan akhirnya melaporkan kasus penipuan ini ke SPKT Polresta Palembang.
Kasat Reskrim Polrestabes Palembang AKBP Nuryono melalui Kepala SPKT AKP Heri mengatakan, pihaknya kini sedang menelusuri keberadaan pemilik akun tersebut.
" Ini akan menjadi atensi Satreskrim Polrestabes Palembang, laporannya segera kami tindaklanjuti," katanya.
Diakuinya, hingga kini sudah banyak penipuan yang terjadi di medsos yang dilaporkan ke Polresta Palembang. Ia mengimbau masyarakat, agar jangan mudah percaya dengan penawaran barang di medsos, terutama dengan harga sangat murah.
(Sumber: Liputan6.com/
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya