Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Juru Bicara Satgas Covid-19 Wiku Adisasmito (Foto: Merdeka.com)
Dream - Juru bicara sekaligus Ketua Dewan Pakar Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito, mengakui pemerintah belum bisa menekan dan mencegah penularan Covid-19 secara konsisten. Hal ini terlihat dari angka peningkatan kasus yang signifikan dalam beberapa pekan terakhir.
" Ini semua artinya bahwa kita sebenarnya belum berhasil menekan dan mencegah penularan secara konsisten secara nasional," ujar Wiku dalam konferensi pers disiarkan melalui YouTube Sekretariat Presiden, Kamis 3 September 2020.
Wiku menegaskan, menekan dan mencegah penularan Covid-19 di Indonesia merupakan tugas bersama. Bukan hanya tugas pemerintah, melainkan seluruh elemen bangsa.
" Ini adalah menjadi tugas kita semuanya bukan hanya pemerintah tapi seluruh warga masyarakat agar betul-betul dapat patuh untuk menerapkan kedisiplinan protokol kesehatan baik individu maupun seluruh masyarakat secara kolektif," ujar dia.
Sementara, Dewi Nur Aisyah, anggota Tim Pakar Satuan Tugas Penanganan Covid-19, mengatakan, ada lima provinsi yang menyebabkan kasus positif Covid-19 meningkat sangat signifikan dalam sepekan terakhir.
Pertama, DKI Jakarta. Dewi menyebut, DKI Jakarta mengalami kenaikan kasus Covid-19 sebesar 36,9 persen dari 4.067 pada dua pekan lalu menjadi 5.568 dalam sepekan terakhir.
Ke dua, Jawa Barat naik 137,8 persen dari 707 kasus pada dua pekan lalu menjadi 1.681 dalam sepekan terakhir. Ke tiga, Jawa Timur naik 20,8 persen dari 2.401 kasus pada dua pekan lalu menjadi 2.901 kasus dalam sepekan terakhir.
Berikutnya Jawa Tengah naik 56,4 persen dari 837 kasus pada dua pekan lalu menjadi 1.309 kasus dalam sepekan terakhir. Kelima,
Kalimantan Timur naik 39,2 persen dari 737 kasus pada dua pekan lalu menjadi 1.019 kasus dalam sepekan terakhir.
" Ternyata empat dari lima penyumbang kasus tertinggi ada di Pulau Jawa," ujarnya.
Menurut Dewi, meningkatnya kasus Covid-19 dalam sepekan terakhir ini kemungkinan dampak dari libur panjang hari kemerdekaan dan tahun baru Islam.
" Ya bisa jadi kita juga melihat ada efek libur panjang kepada kenaikan jumlah kasus yang ada. Terutama di Pulau Jawa tadi, kita melihat cukup tinggi naiknya karena mobilitas di Pulau Jawa kan juga cukup sangat tinggi sekali, terutama kemarin liburan panjang," kata dia.
Per 3 September 2020, jumlah kasus Covid-19 di Indonesia mencapai 184.268 kasus dengan total pasien sembuh sebanyak 132.055 orang dan 7.750 orang meninggal.
Sejauh ini pemerintah telah mengeluarkan beberapa kebijakan untuk menyikapi pandemi Covid-19 agar masyarakat tetap aman dan produktif.
Pada awal masa pandemi, pemerintah telah menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Selanjutnya, pemerintah menggalakan penerapan protokol kesehatan agar publik tetap aman beraktivitas dalam keadaan new normal.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya