Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Burung Mati (Foto : Unsplash)
Dream - Fenomena alam memang kerap terjadi. Baik itu secara wajar ataupun tidak. Salah satunya yaitu fenomena misterius yang terjadi di New Mexico.
Bukan hal yang wajar, sebab ribuan bahkan jutaan burung mendadak mati dan tergeletak begitu saja di jalanan. Burung-burung itu ditemukan mati di seluruh negara bagian, termasuk di Hernandez, Ojo Sarco, dan El Valle de Arroyo Seco.
Burung yang ditemukan dalam kondisi mati, jumlahnya pun nyaris tak terhitung. Tentu saja fenomena ini membuat publik bertanya-tanya apa penyebab burung-burung tersebut mati.
Dalam sebuah video yang diposting akun Twitter jurnalis Austin Fisher, Sabtu 13 September 2020, terlihat sekelompok burung ditemukan mati di utara Rio Arriba County. Postingan Austin pun viral di medsos, mendapat reaksi lebih dari 200 pengguna Twitter.
Burung-burung yang mati itu termasuk spesies burung warbler, blue bird, burung pipit, dan burung hitam yang cukup banyak ditemukan di Colorado, Texas dan Meksiko.
Spesies burung itu hampir semuanya pemakan serangga dan bermigrasi sepanjang tahun. Dalam peristiwa ini, burung pemakan serangga tampaknya menjadi spesies yang paling banyak mati. Akibat peristiwa ini New Mexico harus kehilangan ribuan bahkan jutaan burung.

“ Kita mungkin kehilangan ratusan ribu, jika tidak jutaan, burung yang bermigrasi,” ungkap Profesor Martha Desmond, yang mempelajari burung di Departemen Ikan, Margasatwa dan Ekologi Konservasi Universitas Negeri New Mexico.
Dikutip dari laman Daily Star, hingga saat ini para ahli belum bisa memastikan jumlah burung yang mati dan menentukan penyebab kematiannya.
Namun, menurut Profesor Martha Desmond, kebakaran hutan di California dan negara bagian Barat lainnya mungkin telah memaksa burung-burung itu bermigrasi lebih awal.

Burung yang bermigrasi sebelum waktunya belum siap dengan kondisi cuaca yang dingin dan tidak punya cadangan lemak untuk bertahan hidup.
“ Bisa jadi cuaca memindahkannya dan mendorong burung keluar lebih awal di Colorado di mana salju turun seperti orang gila. Beberapa dari mereka mungkin belum siap untuk bermigrasi sehingga mereka mati di tempat," ujar Prof Desmond.
Menurut National Interagency Fire Center, saat ini terjadi 87 titik kebakaran hutan besar di 10 negara bagian Amerika Serikat. (Daily Star)
I just recorded this up in Velarde, N.M. I've never seen anything like it. I'm told of other dead migratory birds found in Hernandez, Ojo Sarco and El Valle de Arroyo Seco. https://t.co/GpeFZbyuW7 pic.twitter.com/XXVM4AZrDu
— objectivity haver (@austieJFish)September 14, 2020
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya