Kapan dan Bagaimana Pandemi Covid-19 Berakhir? Ini Jawaban Ahli

Reporter : Sugiono
Kamis, 17 September 2020 15:01
Kapan dan Bagaimana Pandemi Covid-19 Berakhir? Ini Jawaban Ahli
Dengan kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan seperti sekarang, muncul pertanyaan mengenai akhir dari pandemi Covid-19.

Dream - Sejak pandemi Covid-19 muncul akhir tahun lalu, sudah banyak ratusan mungkin ribuan prediksi para ahli tentang berakhirnya wabah yang sudah menjangkiti 29 juta orang di dunia. Sembilan bulan berlalu, tak ada satupun prediksi yang menggunakan beragam metode itu akurta.

Sampai saat ini tanda-tanda kapan pandemi yang disebabkan virus corona jenis SARS-CoV-2 ini akan berakhir masih belum jelas. Semua orang kini menggantungkan harapan pada penemuan vaksin.

Melongok dari berbagai kejadian sebelumnya, sebuah pandemi bisa berakhir dalam hitungan tahunan. Lebih dari seratus tahun lalu sejenis virus influenza menjangkiti sepertiga populasi dunia. Wabah itu baru bisa berhenti setelah tiga tahun mencemaskan umat manusia seluruh dunia khususnya di Eropa.

Di zaman itu belum ada teknologi kedokteran yang canggih atau pengembangan vaksin yang berjalan sangat cepat seperti ketika para ahli berlomba membuat vaksin Covid-19 seperti saat ini.

Dengan kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan seperti sekarang, muncul pertanyaan mengenai pandemi Covid-19. Pertanyaan itu adalah kapan pandemi ini akan segera berakhir? Apakah bisa 'secepat' pandemi influenza lebih dari seratus tahun lalu itu?

1 dari 5 halaman

Syarat Penyakit Jadi Sebuah Pandemi

Ahli virus Kirsty Short dari Universitas Queensland, Australia, menerangkan bahwa penyakit menular seperti Covid-19 memerlukan tiga syarat untuk menjadi pandemi. Yaitu penyakit tersebut harus menjangkiti manusia, mudah menular, dan manusia tidak punya imunitas terhadap penyakit tersebut.

Sebagai contoh, Short merujuk penyakit Sindrom Pernapasan Akut Timur Tengah (MERS) yang virusnya masih satu jenis dengan corona penyebab Covid-19.

" Sekarang kita hidup bersama dengan MERS. Tapi MERS belum menyebabkan pandemi karena tidak mudah menular antarmanusia.

" Sebaliknya, virus corona yang menyebabkan flu pada suatu waktu memang menimbulkan pandemi. Tapi kemudian hanya menjadi penyakit flu biasa dan kita tidak terlalu peduli karena kita sudah mempunyai kekebalan terhadap penyakit itu," terang Short lebih lanjut.

2 dari 5 halaman

Saat Ini Hanya Bisa Mencegah Penularannya

Namun dengan virus SARS-CoV-2 yang memiliki tiga syarat penyebab pandemi, saat ini tidak banyak yang bisa kita lakukan untuk menghentikan penyakit ini.

Masalahnya, ini berkaitan dengan biologi si virus yang masih baru dan terus berevolusi serta imunitas manusia itu sendiri yang tak bisa mencegah penularannya.

Jadi, untuk sementara, dengan memakai masker dan menjaga jarak maka kita setidaknya membuat virus itu menjadi tidak mudah untuk menulari kita.

Tapi ada satu hal penting yang bisa menghentikan virus agar tidak menjadi pandemi, yaitu adanya faktor kekebalan kawanan (herd immunity).

" Kekebalan kawanan bisa tercapai lewat penularan alami atau vaksinasi," kata Short, seperti dilansir laman ABC pekan lalu.

3 dari 5 halaman

Saat Ada Vaksin, Pandemi Berlalu dengan Cepat

Ketika flu babi terjadi pada April 2009, sekitar 10 persen populasi dunia terjangkit virus ini.

Virus ini cukup berbeda dengan jenis virus influenza sebelumnya dan bisa menyebar hingga menimbulkan pandemi.

Tetapi, hanya dalam waktu sekitar enam bulan setelah pandemi, vaksin untuk flu babi sudah tersedia.

Di tahun berikutnya flu babi hanya menjadi flu biasa. Meski masih beredar, tapi flu babi tidak masuk taraf pandemi.

" Kita punya jumlah populasi memadai yang akhirnya memiliki kekebalan terhadap virus itu (herd immunity). Mereka sudah divaksin atau punya imunitas karena sudah pernah terjangkit dan sembuh sebelumnya," kata Dr Short.

4 dari 5 halaman

Pandemi Tanpa Vaksin, Ongkosnya Luar Biasa

Dunia pernah mengalami pandemi luar biasa pada tahun 1918-1921. Jumlah orang yang meninggal bahkan lebih besar dari pandemi Covid-19 saat ini.

Nyatanya, meski tidak ada vaksin untuk penyakit flu saat itu, tapi pandemi bisa berakhir dengan sendirinya melalui kekebalan kawanan alami.

" Karena tidak ada vaksin, maka pandemi butuh waktu lebih lama daripada flu babi pada 2009 untuk mereda.

" Virus itu terus beredar tanpa terdeteksi dan pandemi terus berlangsung di beberapa lokasi sampai 1921," kata Short.

Yang terjadi kemudian adalah terbentuknya kekebalan kawanan alami yang muncul sebelum orang tertular dan akhirnya pandemi itu berubah jadi flu biasa.

Pandemi flu 1918 masih menjadi flu biasa hingga 1958, dan digantikan oleh jenis H2N2, pandemi flu Asia.

Namun untuk mencapai kekebalan kawanan alami atau tanpa vaksin ini ongkosnya luar biasa, yaitu puluhan juta orang meninggal di seluruh dunia.

Uniknya, pandemi flu 1918 yang menelan jutaan korban jiwa bisa berakhir dengan tindakan efektif dalam mencegah penularannya.

" Pada akhirnya kita harus mengakui tindakan efektif pada 1918 dan 1919, yaitu tempat perawatan bagi korban, karantina, isolasi, dan tindakan sederhana seperti memakai masker dan rajin mencuci tangan.

" Terkadang apa yang kita ketahui di masa lalu bisa menjadi tindakan paling efektif yang pernah kita miliki," ujar sejarawan medis Peter Hobbin dari Artefact Heritage Services.

5 dari 5 halaman

Kapan Pandemi Covid-19 Berakhir?

Lalu bagaimana dengan pandemi Covid-19 yang terjadi di abad 21 saat ini? Kapan pandemi yang memporakporandakan kehidupan dunia ini akan berakhir?

Seperti halnya flu babi, vaksin Covid-19 terus dikembangkan dan sekarang sudah mulai nampak di depan mata.

Sejumlah kandidat vaksin kini sudah memasuki tahap paling penting yaitu uji klinis. Selain itu sudah ada berbagai jenis perawatan untuk menangani pasien Covid-19.

" Namun tidak semudah membalik telapak tangan lalu pandemi akan berakhir begitu vaksin sudah tersedia.

" Tidak akan ada yang namanya 'Ok, pada hari ini virus ini tidak akan lagi jadi masalah.' Kondisi ini akan berlanjut," kata Short.

Tetapi Short mengakui bahwa ketika vaksin sudah tersedia, angka kasus positif akan turun. Yang lebih penting dari itu, pengobatan akan meningkat dan angka kematian akan turun.

Kendati demikian, virus corona penyebab Covid-19 ini hampir pasti akan bersama kita selamanya, meski pandemi telah berakhir.

(Sumber: Merdeka.com)

Beri Komentar