7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan
Dream - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, menyatakan Balaikota DKI Jakarta ditutup selama tiga hari pada 17-19 September 2020. Dia meminta semua pihak untuk disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan.
" Pastikan bahwa semua protokol kesehatan diikuti. Pemprov DKI Jakarta khusus di Gedung G ini, di Balaikota akan ditutup," ujar Anies, dikutip dari Liputan6.com.
Penutupan tersebut dilakukan setelah ada dua pejabat dinyatakan positif Covid-19. Tetapi, Anies menyebut penutupan dijalankan karena meninggalnya Sekda DKI Jakarta, Saefullah.
" Bukan karena kasus Pak Sekda, tapi karena tadi pagi (Rabu, 16 September 2020) ditemukan ada dua orang pejabat, satu pejabat eselon dua, yang terpapar positif dan ada beberapa yang sedang menungg hasil sore ini," kata dia.
Anies juga menegaskan penutupan sudah seusai aturan. Jika ditemukan kasus positif Covid-19 di sebuah kantor, kata Anies, maka satu gedung harus ditutup.
" Selama tiga hari, jadi gedung Blok G di DKI ini persis samping kita, Kamis, Jumat, Sabtu akan tertutup, tidak digunakan," kata dia.
Lebih lanjut, Anies memastikan Pemprov DKI Jakarta menerapkan aturan yang ada.
" Kita menjalankan apa yang menjadi peraturan gubernur," kata Anies.
Sumber: Liputan6.com/Delvira Hutabarat
Dream - Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Wisyastuti, menyatakan Sekretaris Daerah Povinsi DKI Jakarta, Saefullah meninggal dunia. Menurut dia, Saefullah mengalami shock sepsis irreversible akibat terinfeksi Covid-19.
" Bapak Saefullah meninggal karena shock sepsis irreversible dengan ARDS, yaitu kerusakan pada jaringan paru akibat infeksi Covid-19," ujar Widyastuti, dikutip dari Liputan6.com.
Kondisi tersebut, kata Widyastuti, menyebabkan gagal napas yang tidak dapat diperbaiki. Pertukaran oksigen secara memadai tidak dapat terjadi.
" Mari kita semua doakan agar Bapak Saefullah dilapangkan di sisi-Nya," ucap dia.
Saefullah sempat dirawat di RS MMC, Jakarta Selatan sejak 8 September 2020. Kemudian pada Minggu, 13 September, Saefullah dirujuk ke RSPAD Gatot Subroto.
" Rencananya jenazah Saefullah dimakamkan dengan protokol Covid-19 di tanah pemakaman keluarga di Rorotan, Jakarta Utara," kata Widyastuti.
Sumber: Liputan6.com/Delvira Hutabarat
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?