Dua Pejabat Positif Covid-19, Balaikota DKI Jakarta Ditutup 3 Hari

Reporter : Ahmad Baiquni
Kamis, 17 September 2020 14:00
Dua Pejabat Positif Covid-19, Balaikota DKI Jakarta Ditutup 3 Hari
Penutupan dijalankan pada Gedung G Komplek Balaikota DKI Jakarta.

Dream - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, menyatakan Balaikota DKI Jakarta ditutup selama tiga hari pada 17-19 September 2020. Dia meminta semua pihak untuk disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan.

" Pastikan bahwa semua protokol kesehatan diikuti. Pemprov DKI Jakarta khusus di Gedung G ini, di Balaikota akan ditutup," ujar Anies, dikutip dari Liputan6.com.

Penutupan tersebut dilakukan setelah ada dua pejabat dinyatakan positif Covid-19. Tetapi, Anies menyebut penutupan dijalankan karena meninggalnya Sekda DKI Jakarta, Saefullah.

" Bukan karena kasus Pak Sekda, tapi karena tadi pagi (Rabu, 16 September 2020) ditemukan ada dua orang pejabat, satu pejabat eselon dua, yang terpapar positif dan ada beberapa yang sedang menungg hasil sore ini," kata dia.

1 dari 3 halaman

Tutup Satu Gedung

Anies juga menegaskan penutupan sudah seusai aturan. Jika ditemukan kasus positif Covid-19 di sebuah kantor, kata Anies, maka satu gedung harus ditutup.

" Selama tiga hari, jadi gedung Blok G di DKI ini persis samping kita, Kamis, Jumat, Sabtu akan tertutup, tidak digunakan," kata dia.

Lebih lanjut, Anies memastikan Pemprov DKI Jakarta menerapkan aturan yang ada.

" Kita menjalankan apa yang menjadi peraturan gubernur," kata Anies.

Sumber: Liputan6.com/Delvira Hutabarat

2 dari 3 halaman

Penyebab Meninggalnya Sekda DKI Jakarta Saefullah, Covid-19 Rusak Jaringan Paru

Dream - Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Wisyastuti, menyatakan Sekretaris Daerah Povinsi DKI Jakarta, Saefullah meninggal dunia. Menurut dia, Saefullah mengalami shock sepsis irreversible akibat terinfeksi Covid-19.

" Bapak Saefullah meninggal karena shock sepsis irreversible dengan ARDS, yaitu kerusakan pada jaringan paru akibat infeksi Covid-19," ujar Widyastuti, dikutip dari Liputan6.com.

Kondisi tersebut, kata Widyastuti, menyebabkan gagal napas yang tidak dapat diperbaiki. Pertukaran oksigen secara memadai tidak dapat terjadi.

" Mari kita semua doakan agar Bapak Saefullah dilapangkan di sisi-Nya," ucap dia.

 

3 dari 3 halaman

Dimakamkan Dengan Protokol Covid-19

Saefullah sempat dirawat di RS MMC, Jakarta Selatan sejak 8 September 2020. Kemudian pada Minggu, 13 September, Saefullah dirujuk ke RSPAD Gatot Subroto.

" Rencananya jenazah Saefullah dimakamkan dengan protokol Covid-19 di tanah pemakaman keluarga di Rorotan, Jakarta Utara," kata Widyastuti.

Sumber: Liputan6.com/Delvira Hutabarat

Beri Komentar