Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Menkopolhukam Mahfud MD (Liputan6.com)
Dream - Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan, Mahfud MD, menjamin pelaku penusukan terhadap Syekh Ali Jaber dibawa ke pengadilan. Dia juga menyatakan proses hukum akan dijalankan secara transparan.
" Pemerintah transparan dan akan meneruskan kasus ini ke pengadilan," ujar Mahfud, dikutip dari Liputan6.com.
Mahfud menyatakan hal ini untuk menepis spekulasi yang berkembang, menyebut pelaku tidak akan diadili karena gangguan jiwa.
" Itu tidak benar, pelaku akan diadili," ucap Mahfud.
Mahfud menambahkan, Polri akan menjerat pelaku dengan actus reus atau tindakan yang sudah nyata. Berkaitan dengan kejiwaan pelaku, hakim akan menentukan.
" Hakim mungkin nanti akan meminta dokter untuk memeriksa. Polisi tidak akan menghentikan (penyidikan) karena alasan sakit jiwa, soal itu biar nanti pengadilan saja, advokat yang mendampingi, membela, apakah dia sakit jiwa atau tidak?" kata Mahfud.
Syekh Ali Jaber diserang ketika mengisi ceramah di salah satu kecamatan di Bandar Lampung, Provinsi Lampung. Insiden itu terjadi pada Minggu sore, 13 September 2020.
Syekh Ali Jaber mengalami luka tusuk di lengan kanan atas. Pelaku segera diamankan polisi meski sempat dihakimi oleh sejumlah orang.
Sumber: Liputan6.com/Muhammad Radityo Priyasmoro
Dream - Syekh Ali Jaber ditikam saat berdakwah di Lampung, Minggu 13 September 2020. Karena kejadian itu, Syekh Ali Jaber mendapatkan sepuluh jahitan di tangan kanan.
Belum lama ini orang tua tersangka penusukan itu mengatakan bahwa anaknya menderita gangguan jiwa, namun polisi tak begitu saja percaya.
Ternyata, sebelum menjadi korban penusukan, Syekh Ali Jaber sudah punya firasat tak enak. Namun ia tak mau ambil pusing dengan firasat itu, karena niatnya untuk berdakwah sangat kuat.
Syekh Ali Jaber mengungkapkan firasat itu dalam podcast Deddy Corbuzier yang diunggah ke YouTube pada Rabu 16 September 2020.
Baru-baru ini ulama asal Madinah itu menceritakan kronologi penusukan saat menjadi bintang tamu di podcast Deddy Corbuzier. Hadir bersama ulama Gus Miftah, Syekh Ali Jaber menceritakan bahwa akibat penusukan tersebut, banyak sekali darah yang mengalir keluar dari luka tikamnya.
Namun darah dari lengan sang ulama tidak terlalu terlihat oleh jemaah, lantaran jubah yang ia kenakan berwarna hitam.

Menurut Syekh Ali Jaber, jika saat kejadian ia menggunakan jubah berwarna putih, maka darah yang keluar akan terlihat jelas, sehingga membuat para jemaah histeris.
" Iya, karena saya yakin kalau warna putih pasti stres jemaah. Karena hitam aja udah basah semua," ujar Syekh Ali Jaber.
Menurut Gus Miftah, Syekh Ali Jaber menggunakan jubah hitam sebagai firasat. Sebelumnya, Syekh Ali Jaber bercerita kepada Gus Miftah bahwa dirinya sudah lama tak menggunakan jubah warna hitam. Tetapi pada acara tersebut, Syekh Ali Jaber ingin menggunakan jubah hitam.
" Dan firasatnya itu luar biasa, tadi beliau cerita setelah sekian lama beliau enggak pakai jubah hitam tapi kok pas di hari itu pakai jubah hitam padahal biasanya putih," tutur Gus Miftah.

Syekh Ali Jaber saat mengenakannya merasakan perasaan yang tidak biasanya. Ia pun mengatakan, biasanya jubah hitam digunakan untuk acara kultum saja. Sementara untuk mengisi acara yang dihadiri banyak jemaah seperti saat insiden penusukan terjadi, Syekh Ali Jaber kerap memakai jubah putih.
" Iya (ada firasat). Selalu putih atau abu-abu, cukup lama (terakhir pakai baju hitam) pas acara kultumlah, kalau untuk ketemu jemaah jarang," ungkapnya.
Syekh Ali Jaber pun percaya tak ada sesuatu di dunia ini yang kebetulan. Mulai dari pemilihan baju yang ia pakai, hingga kejadian yang menimpanya. Mulai dari pemilihan baju yang ia pakai, hingga kejadian yang menimpanya.
" Saya mempercayai satu hal. Tidak ada sesuatu yang terjadi kebetulan. Semua ditentukan oleh Allah. Semua dituntun oleh Allah. Kita lari dari takdir ke takdir. Saya percaya ketika kita reaksi dengan takdir, marah, emosi, takdir ini enggak akan berubah. Kalau bisa mengubah saya marah, maka saya hanya tenang diam," kata Syekh Ali Jaber.

Meski menjadi korban penikaman, Syekh Ali Jaber tetap mengucapkan syukur. Sebab setiap masalah dan apapun yang ia alami semua sudah menjadi garis takdir Allah yang harus dijalani.
" Bersyukur, karena semua musibah datang dari Allah. Mengucapkan Alhamdulillah enggak hanya ketika senang, namun juga saat musibah," kata Syekh Ali Jaber.
Sumber : Youtube
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya