JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
Tim Thomas Indonesia (sumber Foto: PBSI, Badmintonindonesia.org)
Dream - Tim Thomas Indonesia harus mengakui keunggulan tim Denmark di laga final Piala Thomas 2016. Dikutip situs resmi PBSI, Senin 23 Mei 2016 setelah melewati pertandingan yang cukup sengit, Denmark memenangkan pertandingan dengan skor 3-2.
Meskipun demikian, perjuangan tim Thomas Indonesia patut diacungi jempol. Indonesia sudah berjuang hingga titik darah penghabisan sampai partai kelima. Walaupun belum berhasil membawa pulang Piala Thomas, namun penampilan tim Thomas sudah maksimal.

“ Walau kita kali ini kalah, tetapi ini satu step menuju kemenangan. Dua tahun lagi InsyaAllah Piala Thomas akan jadi milik kita. Sekarang pemain-pemain muda sudah merasakan pengalaman bertanding di Piala Thomas,” kata Gita Wirjawan, Ketua Umum PP PBSI yang menonton langsung perjuangan tim Thomas dan Uber di stadion Kunshan Sport Center.
Manajer Tim Thomas dan Uber Indonesia Rexy Mainaky mengatakan semua pemain sudah melakukan yang terbaik. “ Memang ada pressure di pemain-pemain muda kami. Anthony tidak tampil di permainan terbaiknya,” ujar Rexy Mainaky, Manajer Tim Thomas dan Uber Indonesia.

Rexy pun mengungkapkan kondisi saat pertandingan, menurutnya para pemain Indonesia masih kurang pengalaman dibandingkan tim lawan. “ Kelebihan pemain-pemain muda kami adalah bola-bola depannya, ini bisa diantisipasi oleh para pemain tunggal putra Denmark. Mereka lebih tenang melawan permainan net pemain kita, mereka sudah mempelajari permainan tunggal putra Indonesia, secara psikis ini menggoyang pemain-pemain muda kita saat senjata mereka tidak berfungsi,” jelas Rexy.
Rexy juga menilai tiga tunggal Denmark, Viktor Axelsen, Jan O Jorgensen dan Hans-Kristian Vittinghus memiliki kekuatan yang imbang. Berbeda dengan tim Indonesia, Rexy mengatakan hanya Tommy yang berpengalaman. Sementara Jonatan Christie, Anthony Sinisuka Ginting dan Ihsan Maulana Mustofa masih kurang pengalaman, terutama bertanding di event beregu.
Rexy meyakini para pemain muda Indonesia akan lebih matang di tahun-tahun mendatang. Pengalaman bertanding di Piala Thomas 2016 adalah modal bagi mereka.
“ Di penyisihan grup, pemain muda bisa mengalahkan pemain yang kelasnya diatas mereka. Saya yakin para pemain muda kami punya kapabilitas masuk ke peringkat top 10. Pada akhir tahun ini, ketiga pemain ini bisa ‘bicara’ , setidaknya di peringkat top 15 dunia. We will comeback stronger in next Thomas Cup,” pungkas Rexy.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha

Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
