Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
(Foto: Shutterstock.com)
Dream - Kementerian Kesehatan menyatakan jumlah penularan Covid-19 dari varian Wuhan menunjukkan tren mengecil. Tetapi di saat bersamaan, penularan wabah akibat strain lain malah menunjukkan peningkatan.
" Varian dari Wuhan ini makin lama makin sedikit, malah diisi dengan varian-varian lain," ujar Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi, dalam diskusi virtual disiarkan kanal Kemenkes.
Nadia melaporkan ditemukan 54 kasus penularan Covid-19 disebabkan varian virus corona dari Inggris (B117), Afrika Selatan (B1351), dan India (B16172). Dia merinci, 18 kasus penularan karena B117, 4 kasus B1351, dan 32 kasus B16172.
" Yang perlu kita waspadai sekarang varian B117, B1353, B16171, dan B16172. Sehingga menjadi kewaspadaan kita bahwa penularan B1671 ini terjadi peningkatan," kata Nadia.
Menurut Nadia, tiga varian tersebut ditetapkan dalam kategori Variant of Consent (VoC) berdasarkan ketetapan WHO. Kategori ini dinyatakan dapat berpengaruh terhadap sifat penularan, keparahan gejala, kepekaan alat tes, hingga kemampuan menghindari sistem imun pada virus.
Meski demikian, Nadia mengatakan masih perlu penelitian lebih lanjut untuk membuktikan hal ini.
Menkes, Budi Gunadi Sadikin, menyatakan terjadi kenaikan kasus aktif Covid-19 cukup signifikan usai Lebaran 2021. Bahkan kasus aktif harian kembali menyentuh level 100 ribu setelah sempat berada di bawah 90 ribu.
" Mengenai perkembangan kasus ada peningkatan dan kemarin kita sudah menyentuh kembali akan 100 ribu kasus aktif, naik dari paling rendah kita sempat sampai di bawah 90 ribu," kata Budi.
Menurut Budi, angka kenaikan ini memang tidak setinggi awal tahun 2021 yang mencapai 170 ribuan. Meski demikian, tren kenaikan perlu diwaspadai.
Selanjutnya, Budi mengatakan kenaikan tren ini sempat dibahas oleh Presiden Joko Widodo dalam rapat terbatas. Dia pun menjelaskan dari pengalaman yang sudah terjadi, puncak kenaikan akan berlangsung dalam beberapa pekan ke depan.
" Biasanya kenaikan itu akan mencapai puncaknya sekitar 5 sampai 7 minggu," kata dia.
Lebih lanjut, Budi menerangkan kenaikan kasus diprediksi akan terjadi hingga akhir Juni 2021. Untuk itu, dia meminta masyarakat agar selalu menerapkan protokol kesehatan.
" Kemungkinan akan adanya kenaikan kasus diperkirakan akan sampai puncaknya di akhir bulan Juni, sehingga arahan Bapak Presiden adalah dipastikan bahwa seluruh daerah tetap menjalankan disiplin protokol kesehatan 3M dengan baik," kata Budi.
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%



Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya